Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Makin Panas, Adnan dan IAS Gantian Sowan ke Bahlil

Adnan Purichta Ichsan dan Ilham Arief Sirajuddin bergantian bertamu ke Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia jelang Musda Golkar Sulsel

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
ISTIMEWA
SILATURAHMI POLITIK - Kolase foto Ilham Arief Sirajuddin dan Adnan Purichta Ichsan bergantian menemui Ketua Umum Golkar Bahlil. Tensi politik memenas jelang musda. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tensi politik memanas jelang Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan (Musda Golkar Sulsel).

Sejumlah figur bermunculan sebagai kandidat calon Ketua Golkar Sulsel.

Beberapa kandidat bergantian sowan kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Pada momen idulfitri lalu, mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bertamu ke Bahlil.

Terbaru giliran Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menemui Bahlil Lahadalia.

Suami dari Aliyah Mustika Ilham mengunggah di Instagram pertemuannya dengan Bahlil Lahadalia Rabu (16/4/2025).

Pertemuan keduanya berlangsung di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam foto diunggah di Instagram @acho145, IAS nampak menggunakan baju berwarna kuning.

Sementara Bahlil Lahadalia menggunakan baju berwarna biru.

Nampak Bahlil Lahadalia senyum sumringah saat bertemu Ilham Arief Sirajuddin.

Ilham kemudian menuliskan caption "Tidak ada waktu untuk membalas hal negatif dengan hal negatif.

Mereka berpikir negatif terhadap seseorang, rata-rata karena belum punya informasi cukup tentang orang itu. Jadi, jangan salahkan mereka, karena mereka butuh waktu untuk tahu bahwa pikiran negatif itu ternyata tidak pada tempatnya.

Kalimat ini saya dengar langsung dari mulut Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum DPP Golkar @Bahlillahadalia, dalam sebuah pertemuan sederhana di Jakarta baru-baru ini.

Sebagai respon dari berbagai dinamika yang banyak menyudutkan beliau. Repson ini mengajarkan kita bahwa tidak ada waktu untuk membalas sikap negatif dengan hal negatif serupa. Saya sangat sepakat tum. Terima kasih," tulis Ilham Arief Sirajuddin.

Ilham Arief Sirajuddin merupakan calon ketua umum kedua yang menemui Bahlil.

Adnan IYL Silaturahmi ke Bahlil Lahadalia Jelang Musda

Mantan Bupati Gowa sekaligus kader Partai Golkar, Adnan Purichta Ichsan silaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia

Pertemuan mereka ini terjadi di kediaman Bahlil, Jakarta, Senin (31/3/2025). 

Silaturahmi Adnan jelang musyawarah daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan. 

Adnan dan Bahlil adalah sama-sama teman lama. 

Mereka sudah lama kenalan ketika masih sama-sama menjadi pengurus organisasi pemuda. 

Bahkan, Bahlil pernah menyampaikan kedekatannya dengan Adnan saat bertemu dengan kepala daerah se-Indonesia. 

Saat masih menjabat Ketua Umum BPP HIPMI, Bahlil Lahadalia berkunjung ke Kantor Bupati Gowa, Senin (27/11/2017). 

Kunjungan Bahlil ini dalam rangka meresmikan taman HIPMI yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Tak hanya itu, ketika menjadi menteri Investasi RI tahun 2022 lalu, ia menyapa khusus Adnan saat menghadiri pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan, di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Kamis, 22 Desember 2022. 

Saat itu, Bahlil menganggap Adnan adalah pemimpin masa depan. 

"Terkhusus sahabat saya Adnan. Pak Adnan ini adalah teman lama saya. Kami berproses sejak lama. Pak Adnan ini mempunyai jiwa kepemimpinan di tingkat nasional," katanya. 

"Saya berdoa Pak Adnan bisa membawa Sulawesi Selatan lebih baik," katanya. 

Dukungan Nurdin Halid

Senior Partai Golkar sekaligus ketua DPD Partai Golkar 2016-2020, AM Nurdin Halid menjagokan lima calon ketua DPD Partai Golkar pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang. 

Mereka adalah walikota Makassar sekaligus Ketua Partai Golkar Makassar Munafri Arifuddin. 

Ada juga mantan wali kota Makassar sekaligus Plt ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin

Ada mantan Plt Ketua Golkar Gowa Adnan Purichta Ichsan YL, bendahara Golkar Sulsel Andi Ina Kartika Sari. 

Terakhir, ada ketua Golkar Luwu Utara Indah Putri Indriani. 

Diketahui kepemimpinan Taufan Pawe genap berumur 5 tahun pada Agustus 2025 mendatang.

Beringin rindang dalam waktu dekat segera menggelar musda.

Nama Taufan Pawe (TP) tidak ada dalam daftar nama calon potensial ketua yang disebutkan. 

"Kalau untuk potensi ketua itu beberapa seperti Bupati Barru Andi Ina, ada Aco (Ilham Arief Sirajuddin), Mantan Bupati Gowa Adnan, Mantan Bupati Lutra Indah, Walikota Makassar Appi," ujarnya kepada awak media, Kamis (27/3/2025). 

"Jadi ada dua perempuan yang potensial itu Indah sama Andi Ina. Ini yang sangat potensial untuk memimpin Golkar kedepan," sambungnya. 

Nurdin mengaku para kader Golkar yang disebutkan nya dinilai mempu mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel. 

"Mereka itu Bisa mengembalikan kejayaan Golkar di SulSel. Golkar kan sekarang terpuruk. Dibuktikan dengan sekarang ketua DPRD Provinsi lepas, daerah-daerah juga banyak yang lepas. Kemudian Pilkada itu buktinya golkar terpuruk," akuinya. 

Selain itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menyebut akan memberikan atensi khusus untuk Kabupaten Bone guna mengembalikan marwah Golkar

"Kabupaten Bone lebih memperihatinkan. Karena sejak orde baru sampai pileg kemarin tidak pernah ketua DPRDnya bukan Golkar. Baru tahun ini jadi sangat menghentakkan bagi para politisi," jelasnya. 

Nurdin mengaku hal tersebut akan menjadi tanggungjawab nya sebagai senior Golkar untuk membenahi Golkar di Bone. 

"Dan itu bagian tanggung jawab saya kedepan sebagai orang Bone, politisi Partai Golkar itu bagian dari tanggungjawab saya untuk membenahi, siapapun ketua Golkar," ujarnya. 

"Paling tidak saya punya tanggung jawab penuh untuk dapil SulSel II untuk meningkatkan suara partai Golkar. Tapi secara nasional tentu Sulsel. Tapi, paling tidak 9 Kabupaten ini adalah atensi saya. Khususnya Bone," katanya.

Terpisah, Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin berpendapat penting untuk menilai kinerja berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

"Faktanya, di bawah kepemimpinan Pak Taufan Pawe, Golkar Sulsel justru naik dari 13 menjadi 14 kursi di DPRD Sulsel. Ini bukan tanda kemunduran, melainkan bukti bahwa Golkar masih kuat," tegas Nirwan.

Menurut Nirwan, hilangnya posisi Ketua DPRD Sulsel bukan semata-mata karena kelemahan Golkar.

Melainkan karena partai lain—terutama NasDem—berhasil menguasai dapil strategis.

"NasDem menang besar di Dapil IX (Enrekang, Sidrap, Pinrang), yang merupakan basis Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse. Mereka mengamankan lima kursi DPRD Sulsel, sehingga posisi Ketua DPRD lepas dari Golkar. Ini bukan kesalahan Taufan Pawe, tapi dinamika politik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Golkar Sulsel tetap solid dan masih menjadi kekuatan besar di perpolitikan Sulsel.

"Kalau dikatakan Golkar terpuruk, lalu bagaimana dengan tambahan kursi di DPRD? Itu jelas membuktikan bahwa Golkar tetap bertumbuh. Jadi mari berbicara dengan data, bukan sekadar opini," kata Nirwan.

Tak hanya Nirwan, Ketua Golkar Wajo, Baso Rahmanuddin turut membela kepemimpinan Taufan Pawe di Golkar Sulsel. 

Menurutnya, kepemimpinan dan manajemen kepengurusan partai di bawah Taufan Pawe berjalan dengan baik.

"Saya kira dari sisi kepemimpinan dan manajemen kepengurusan, Golkar Sulsel cukup bagus," kata Baso.

"Jika kita berbicara ukuran keberhasilan dari aspek pemenangan Pemilu dan Pilpres, tentu itu menjadi faktor utama dalam menilai kepemimpinan partai," tambahnya.

Wakil Bupati Wajo itu pun menegaskan, lepasnya kursi Ketua DPRD Sulsel tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kegagalan kepemimpinan di Golkar Sulsel.

Menurutnya, meskipun posisi Ketua DPRD Sulsel berpindah ke partai lain, Golkar justru berhasil menambah perolehan kursi di legislatif.

"Secara pribadi, saya menilai Taufan Pawe cukup berhasil dalam memimpin Golkar Sulsel," tandasnya.(erlan saputra/wahdaniar)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved