Sekolah Terendam Banjir, Aktivitas Belajar di Suli Luwu Diliburkan
Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi menyebut, data sementara hasil asesmen setidaknya ada 4 sekolah yang ikut terdampak.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Hujan lebat berjam-jam sejak Minggu (14/4/2025) petang hingga malam menyebabkan Sungai Suli tak bisa lagi menampung debit air.
Akibatnya, banjir meluap ke dua kecamatan yakni Kecamatan Suli dan Suli Barat sekitar pukul 21.15 Wita.
Khusus di Kecamatan Suli, banjir terdampak di sejumlah titik diantaranya Kelurahan Suli, Kelurahan Murante, Desa Buntu Kunyi dan Desa Lempopacci.
Sementara untuk Kecamatan Suli Barat, titik banjir terjadi di Desa Salubua, Desa Muhajirin, Kelurahan Lindajang, Desa Buntu Barana, dan Desa Kaili.
Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi menyebut, data sementara hasil asesmen setidaknya ada 4 sekolah yang ikut terdampak.
"Teman-teman dinas pendidikan sementara turun ke lokasi untuk pendataan. Kalau sekolah dasar (SD) ada 3 sekolah di Suli dan Suli Barat. Sementara kalau SMP, di Suli tepatnya SMP 1 Suli," bebernya, Senin (14/4/2025).
Karena terdampak banjir, Andi Palanggi meminta proses belajar-mengajar diliburkan sampai keadaan membaik.
"Iya tadi saya sudah suruh bikin surat, untuk diliburkan dulu sampai sekolahnya sudah dibersihkan. Karena ada lumpur yang masuk ke ruang kelas," ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembelajaran tetap berlangsung meski dilakukan di rumah masing-masing siswa.
"Jadi untuk sementara, proses pembelajaran dialihkan ke rumah masing-masing siswa. Nanti guru, akan membagikan tugas," tandasnya.
Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Luwu, Andi Padlan merincikan terdapat 5 sekolah yang terdampak banjir di wilayah Suli-Suli Barat.
Diantaranya SDN 17 Lempokassi, SDN 472 Tobolong, SDN 11 Buntu Barana, SDN 15 Botta dan SDN 228 Suli.
"Dampaknya macam-macam, misal di SDN 15 Botta, ketinggian air 30 centimeter masuk ke ruangan kelas mengakibatkan 2 buah laptop, lacay lcd dan 1 buah sound system rusak. Kalau SDN 11 Buntu Barana, terdampak banjir setinggi lutut orang dewasa, sebagian buku pelajaran terendam," beber Andi Padlan.
Sementara itu, Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Luwu, Karyadi mengaku, ketinggian air bervariasi mulai 50 centimeter hingga terparah mencapai 1,5 meter.
BPBD mencatat, sekitar 800 unit rumah warga terdampak banjir, dengan rincian 300 unit di Kecamatan Suli Barat dan sekitar 500 unit di Kecamatan Suli.
| Proyek PSN di Luwu Timur Berujung Ricuh, Pemkab dan Petani Saling Klaim Lahan, LBH Kecam |
|
|---|
| Warga Katimbang Kini Lebih Siaga Hadapi Banjir Bersama PLN |
|
|---|
| Kecamatan Bua Luwu Rayakan Hari Posyandu Nasional, Cek Kesehatan Gratis Diserbu Warga |
|
|---|
| 27 Ribu Bidang Tanah di Sulsel Tak Bersertifikat, Didominasi Makassar Disusul Luwu Timur |
|
|---|
| Detik-Detik Rem Blong di KM 18 Jalur Tambang Malili, Sopir Dump Truck Meninggal di Tempat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sejumlah-sekolah-dasar-terdampak-banjir-yang-terjadi-di-Kecamatan-Suli-dan-Suli-Barat.jpg)