Petani Sinjai Duga Bulog Manipulasi Timbangan Gabah
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA— Petani padi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan keluhkan penyerapan gabah bulog.
Bulog diduga mempermainkan atau manipulasi timbangan gabah.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya Bulog diduga memanipulasi timbangan gabah.
“Gabah yang saya bawa ke Bulog itu timbangannya berkurang. Kan sebelum saya naikkan di mobil terlebih dahulu ditimbang, pas di gudang Bulog timbangan sudah berkurang,” katanya kepada TribunTimur, Senin (14/4/2025).
Selain timbangan, ia mengaku harus antre berhari-hari di depan gudang Bulog Sinjai sebelum dibongkar.
Gudang Bulog Sinjai bertempat di Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
“Banyak yang antre bahkan sampai tiga hari baru dibongkar,” ujarnya.
Menurutnya antrean ini mengakibatkan kualitas gabah jadi menurun.
“Gabah sudah tumbuh karena terlalu lama mengantre sebelum dibongkar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Sinjai, Adriansyah Nawir menepis adanya manipulasi timbangan gabah.
“Tidak ada pengurangan timbangan gabah,” ujarnya.
Adriansyah mengatakan sistem yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Untuk jasa pembersihan jerami tdk harus 5 persen terkadang ada 2 persen-3 persen bahkan tanpa potongan jasa pembersihan jika gabah yang dimiliki petani sesuai standar any quality,” katanya.
“Disisi lain petani juga diberikan pilihan harus membersihkan terlebih dahulu sebelum ditimbang,” lanjutnya.
Dia juga membenarkan adanya antrean pembongkaran gabah.
“Sempat memang ada antrean karena gudang yang kami kontrak itu ful kapasitas,” ujarnya.
Sementara kata dia di Sinjai tidak ada gudang pembongkaran.
“Sempat gudang disana sudah tidak mau menerima gabah dari Sinjai. Setelah dilakukan kordinasi kita diberikan solusi terbaik dengan menyerap gabah petani Sinjai sebanyak 50 ton per hari mulai besok,” katanya.
“Perlu diingat kembali, untuk pabrik pengolahan gabah di Sinjai tidak ada, memang kita harus banyak bersabar sebab harus bergabung dengan antrean gabah dari Bone,” tambahnya.
Solusi lainnya adalah mengimbau petani yang belum diserap gabahnya untuk melakukan penjemuran terlebih dahulu.
“Misal ada petani belum terserap gabahnya, kita perintahkan dulu untuk dijemur,” ujarnya.(*)
| Sentra Industri Besi Rp6 Miliar di Sinjai Terbengkalai, Kini Jadi Tempat Jemur Hasil Bumi |
|
|---|
| Kronologi Eks Kepala Unit Bank di Sinjai Curi Uang Berangkas Rp3 M, Dipakai Bayar Utang dan Judol |
|
|---|
| Pipa PDAM Bocor, 4 Kelurahan di Sinjai Utara Terdampak Distribusi Air Bersih |
|
|---|
| Kepala Unit Bank di Sinjai Diduga Gunakan Rp3 M untuk Judol, Pinca Pastikan Nasabah Tak Dirugikan |
|
|---|
| Aliyah Mustika Ilham: Gadget Jangan Jadi Pengasuh Anak di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-kendaraan-roda-empat-angkut-gabah-antre-di-gudang-Bulog-Sinjai-2025-55.jpg)