Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sinopsis Film

Sinopsis Film 'Cyberbullying': Perundungan Digital dan Siswi SMP Berhasil Sembuhkan Luka Masa Lalu

Rumah produksi DL Entertainment kembali menggarap film. Kali ini berjudul Cyberbullying.

Editor: Edi Sumardi
DL ENTERTAINMENT
FILM CYBERBULLYING - Proses syuting film 'Cyberbullying' di Makassar, Sulsel. Film produksi DL Entertainment ini mulai syuting, Rabu (9/4/2025) dan akan tayang pada tahun ini pula. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rumah produksi DL Entertainment kembali menggarap film.

Kali ini berjudul Cyberbullying.

Film ini merupakan film anak-anak yang menyoroti isu sosial perundungan digital sekaligus menanamkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.

Sinopsisnya, Neira (13 tahun), siswi kelas dua SMP yang dikenal sebagai panutan di sekolah, mendadak mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.

Sebuah video konfrontasinya dengan teman sekolah mendadak viral dan menjadi bumerang.

Neira mengalami tekanan psikologis, menarik diri dari lingkungan, dan kehilangan semangat hidup.

Guna memulihkan kondisi Neira, keluarganya memutuskan mengirimnya tinggal bersama sang kakek.

Di lingkungan baru, Neira menemukan kembali harapan dan nilai-nilai kehidupan seperti religiusitas, kemandirian, nasionalisme, serta semangat gotong royong.

Bersama teman-teman barunya, ia membangun taman baca dan tempat latihan Spelling Bee bagi anak-anak kurang mampu.

Kisahnya mencapai klimaks saat Neira kembali ke sekolah lamanya untuk mengikuti lomba Spelling Bee, mencetak prestasi, dan menyembuhkan luka masa lalunya.

Cyberbullying menjadi film ke-3 diproduksi DL Entertainment.

Film sebelumnya, Pulang Tak Harus Rumah (2024) dan Keluar Main (2024).

Proses syuting Cyberbullying dimulai, Rabu (9/4/2-25) kemarin, dan seluruh produksinya dilakukan di Kota Makassar, Sulsel.

Rencananya akan dirilis pada tahun ini.

Rusmin Nuryadin menjadi sutradara dan Liani Kawati menjadi produser.

Cyberbullying bukan sekadar tontonan, tapi teman bagi anak-anak. Kami ingin mereka merasa ditemani oleh karakter dalam film ini, agar tumbuh tanpa rasa takut, dengan penuh percaya diri dan nilai-nilai kehidupan yang kuat,” kata Liani dalam siaran persnya.

Lebih dari sekadar proyek hiburan, film ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata DL Entertainment terhadap isu sosial yang dihadapi anak-anak Indonesia di era digital.

Liani berharap Cyberbullying bisa menjadi tontonan keluarga yang juga relevan digunakan sebagai bahan refleksi dalam sesi outing class di berbagai sekolah.

“Film ini dibuat dengan cinta. Kami menjunjung tinggi proses, disiplin, dan sikap. Karena bagi kami, attitude is over the skill. Apalagi banyak pemeran anak-anak dalam film ini, yang menuntut kesabaran dan kerja sama tim luar biasa,” kata Liani.

Menurut Liani, dunia digital sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak.

Lewat film ini, DL Entertainment turut mendukung program pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved