Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Feni Ere

Isi Puisi Mahasiswa Unanda Palopo 'Muncullah Keadilanku' Kasus Pembunuhan Feni Ere

Mahasiswa Universitas Andi Djemma, Yolan Johan, didaulat membacakan puisi 'Amara for Feni Ere'.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM / ANDINI
AMARA FOR FENI - Ratusan mahasiswa tergabung Aliansi Mahasiswa Rakyat (Amara) for Feni Ere lakukan teatrikal di depan Mapolres Palopo, Minggu (16/3/2025) malam. Mereka membacakan puisi di depan Mapolres Palopo. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Seorang mahasiswa membacakan puisi berjudul ‘Muncullah Keadilanku’ pada aksi damai Amara for Feni Ere di Mapolres Palopo, Minggu (16/3/2025) malam.

Mahasiswa Universitas Andi Djemma, Yolan Johan, didaulat membacakan puisi 'Amara for Feni Ere'.

“Puisi ini menceritakan kerinduan seseorang terhadap keadilan di negaranya. Karena kepesimisannya terhadap negara, ia mendatangi ibunya untuk mendapat keadilan,” kata Yolan Johan saat dihubungi, Senin (17/3/2025).

Dalam puisi tersebut, Yolan mengharapkan mahasiswa terus menggemakan keadilan.

“Hanya mahasiswa yang mampu melawan itu. Seseorang yang dimaksud dalam puisi ini juga menggantungkan harapan kepada mahasiswa untuk terus menggemakan keadilan sehingga kasus Feni Ere segera terungkap,” jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Mahasiswa Geruduk Mapolres Palopo, Tuntut Polisi Ungkap Kematian Feni Ere

Saat puisi tersebut, sejumlah mahasiswa terlihat melakukan teatrikal kasus kematian Feni Ere.

Berikut puisi 'Muncullah Keadilanku':

Bunyi pasal dibunyi bumikan, kritik di bungkam!Tak kenal lelah menyampaikannya.

Saya haus akan keadilan itu.

Hei!

Kau yang berpangku atas kebijakan

Ingat, kau disumpah atas dalih kitab kepercayaan mu, namun kau mengianati

Kau membohongi tuhanmu

Maka niscaya musibah besar kelak akan menghampirimu

Diselubung lorong gelap yang kecil tak berpenghuni, yang tak berhantu, yang tak bertuan atas dalih ketidakadilan.

Ibu

Saya haus, saya lapar, saya membutuhkan pendidikanmu ibu, datanglah padaku, datanglah padaku ibu, aku ingin menyapamu, aku rindu pada keadilanmu ibu

 Hei mahasiswa, mahasiswa katanya dan yang katanya mahasiwa

Terjunlah ke jalan, turunlah kejalan kebenaran, tegakkanlah keadilan Feni Ere

Lantangkanlah suaramu, keraskan suara toamu dan korek telinganya

Sampaikanlah kalimat-kalimat kebenaran dan bumi hanguskan antek-antek seperti mereka

Maka saksikan, maka pastikan

Maka saksikan dan pastikan

Kelak akan lahirlah sebuah cahaya terang diselubung lorong yang gelap yang penuh jeritan itu

Hingga kini aku hanya bisa berharap, aku hanya bisa menumpuhkan harapanku padamu mahasiswa katanya yang ku cinta. (*)

Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved