UNICEF, Jenewa Institute dan Dinkes Kerjasama Perbaiki Status Gizi Ibu dan Anak di Sulsel
Direktur Jenewa Institute Surahmansah Said mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan UNICEF Indonesia untuk mendukung perbai
TRIBUN-TIMUR.COM — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, didukung UNICEF dan Jenewa Institute, menggelar Orientasi Pendampingan Surveilans Gizi-Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara daring, Kamis (13/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 500 peserta melalui Zoom dan lebih dari 300 peserta melalui YouTube.
Orientasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem pemantauan status gizi serta kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Selatan.
Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat kabupaten/kota dan puskesmas dalam menghadapi tantangan gizi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Direktur Jenewa Institute Surahmansah Said mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan UNICEF Indonesia untuk mendukung perbaikan gizi di Sulawesi Selatan.
"Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Indonesia masih menghadapi tiga permasalahan gizi utama, yaitu gizi kurang, gizi berlebih, dan kekurangan zat gizi mikro. Saat ini, sekitar 21,5 persen balita mengalami stunting, 8,5 % mengalami wasting, dan 27,7 % ibu hamil menderita anemia. Selain itu, 16,9 % ibu hamil berisiko mengalami kekurangan energi kronis (KEK), yang dapat berdampak pada kelahiran bayi dengan berat badan rendah," paparnya.
Meskipun demikian, tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dan kabupaten/kota masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemahaman teknis, pemanfaatan data yang belum optimal, serta integrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, orientasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dalam prinsip surveilans serta pemanfaatan data secara lebih optimal untuk perencanaan program.
Orientasi ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarprovinsi dan kabupaten guna meningkatkan efektivitas pemantauan serta penanganan masalah gizi di lapangan.
Materi yang disampaikan meliputi evaluasi capaian program Gizi-KIA tahun 2024, alur pelaksanaan surveilans Gizi-KIA, rencana tindak lanjut tahun 2025, serta indikator gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan serta Tim Pendamping Gizi (TPG) Puskesmas di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ishaq Iskandar menekankan, peningkatan sistem surveilans Gizi-KIA sangat penting dalam mendukung perbaikan status gizi ibu dan anak.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, tenaga kesehatan dapat meningkatkan kapasitas dalam mengelola surveilans Gizi-KIA. Dengan data yang lebih akurat dan tepat waktu, diharapkan langkah-langkah yang lebih efektif dapat diambil dalam menangani permasalahan gizi di Sulawesi Selatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. (*)
Dari Posyandu ke Kebijakan, Sulsel Bergerak Bersama Lawan Stunting |
![]() |
---|
Dampak Media Sosial dalam Kehidupan Generasi Muda |
![]() |
---|
Gowa Pelopor Integrasi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Promosi Kesehatan Puskesmas di Sulsel |
![]() |
---|
Cegah Stunting Unicef dan Yayasan Jenewa Inisiasi Kelas Ibu Hamil, Sasar 5 Puskesmas di Makassar |
![]() |
---|
Webinar HGN 2025: Atasi Stunting dan Obesitas dengan Pola Makan Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.