Ichlasul Haq Andi Mallawa, Mantan Ketua HILMI Takalar Wisudawan Terbaik FTK UIN Alauddin
Ichlasul Haq Andi Mallawa meraih IPK 3,97 dengan masa studi 3 tahun 1 bulan 22 hari.
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Kenalkan Ichlasul Haq Andi Mallawa, wisudawan terbaik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) mengadakan ramah tamah wisuda angkatan 109 di Aula Pendidikan Profesi Guru, Jl Bontotangnga, Gowa, Senin (24/2/2025).
Diiringi hujan yang mengguyur dari langit, 83 mahasiswa yang baru menyelesaikan studi didampingi orangtua dan sanak keluarga meramaikan tempat tersebut.
Hari itu mereka beramah tamah jelang wisuda keesokan harinya di kampus peradaban UIN Alauddin Makassar.
Ramah tamah diahdiri 83 wisudawan dari 95 orang yang terdaftar.
Terdiri atas Prodi Pendidikan Agama Islam 36 orang, Bahasa Inggris 9 orang, Pendidikan Anak Usia Dini 8 orang, Matematika 7 orang, Bahasa Arab 7 orang, Manajemen Pendidikan Agama Islam 6 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 5 orang, Biologi 3 orang, dan Fisika 2 orang.
Acara dimulai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FTK.
Lalu pembacaan ayat suci Alquran dan doa bersama.
Selanjutnya pengumuman wisudawan terbaik masing-masing jurusan dan tingkat fakultas.
Ichlasul Haq Andi Mallawa terpilih sebagai wisudawan dengan nilai tertinggi untuk jurusan Pendidikan Agama Islam sekaligus terbaik untuk tingkat fakultas.
Mantan Ketua Rohani Islam (Rohis) SMAN 6 Takalar ini meraih IPK 3,97 dengan masa studi 3 tahun 1 bulan 22 hari.
Dengan skripsi berjudul Pengaruh penggunaan ChatGPT Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama.
Usai menerima piagam penghargaan dan cenderamata yang didampingi kedua orangtuanya mantan Ketua Himpunan Pelajar Muslim Indonesia (HILMI)Takalar ini didaulat menyampaikan kesan dan pesan.
Menurut Ichlas, panggilannya, berada di UIN Alauddin merupakan pengalaman yang sangat berharga.
Baginya UIN bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga jadi rumah kedua yang penuh dengan kenangan perjalanan hidup.
Suasana akademik yang kondusif didukung dosen inspiratif dan teman yang suportif membuat sausan lebih menyenangkan dan bermakna, lanjutnya.
''Wisuda bukanlah akhir tapi awal dari perjalana baru untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan jaga nama baik UIN Alauddin Makassar,'' tutupnya.
Lalu orangtua wisudawan terbaik Wahyuri juga didaulat menyampaikan sambutan.
Alumnus Hukum Unhas ini merasa sangat bangga dan terharu terhadap prestasi anaknya.
Dia berterima kasih dan memohon dosen tetap mensupport sekiranya anaknya kembali melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.
Di akhir sambutan mantan aktivis hukum ini mengeluarkan petuah dari leluhur.
''Punna bokomo lampangku teaki rampaka kodi, rampaka golla nakurampaki kaluku (kenanglah aku semanis gula akan kukenang kamu seenak kelapa),'' katanya.
Sementara Dekan FTK UINAM, Andi Achruh MPdI dalam sambutannya mengatakan memilih Fakultas Tarbiyah adalah pilihan yang tepat karena menjadi guru itu tidak ada istulah mantan.
Satu huruf, katanya, yang diajarkan lalu berpindah ilmu itu kepada seseorang maka yang mengajarkan satu huruf itulah menjadi guru pada ilmu itu.
Dia membandingkan dengan Fakultas Syariah yang akan menjadi hakim.
''Ada ungkapan 2 masuk neraka dan hanya 1 yang masuk surga. Kalau guru selama ilmu diamalkan maka selama itu pula pahala mengalir,'' tegasnya.
Achruh bangga karena 10 prodi di Tarbiyah 9 berkategori unggul.
Sedikit bercanda Achruh bertanya ke wisudawan jadi mahasiswa Tarbiyah nyaman atau tersiksa.
Katanya ada yang trauma sampai selesai.
''Guru kalau tidak tau mengaji bagaimana bisa jadi guru agama,'' harapnya.
Achruh melanjutkan kalau tidak bisa mempertahankan keilmuan itu akan membuat jatuh maka tidak akan bisa atau susah bangkit kembali.
Sehingga dia berpesan untuk memelihara diri, perkataan, dan perbuatan.
''Orang berilmu dilihat dari bertutur dan berbuat. Pelihara keilmuan jangan jatuh dari genggaman,'' pesannya.
Doktor asal Soppeng ini mengutip Imam Syafii agar jangan pernah berhenti belajar.
Teruslah merasa bodoh jangan terus merasa pandai. Karena akan dihinggapi sifat tawadu atau rendah diri.
Di akhir sambutan Achruh menitipkan pesan ke wisudawan untuk mengajak orang masuk Fakultas Tarbiyah agar menjadi lebih maju dan besar lagi.
Rektor: Jadilah Sarjana Cinta
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis kembali mengukuhkan wisudawan dari Program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor pada Wisuda Angkatan ke-109.
Prosesi pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Prof Dr Mardam M Ag, di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Selasa, (25/02/2025.
Terhitung sebanyak 750 Wisudawan yang dikukuhkan. Terbagi 107 wisudawan Fakultas Syariah dan Hukum, 95 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 56 wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 80 wisudawan Fakultas Adab dan Humaniora.
Kemudian 72 wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 97 wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi, 65 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 62 wisudawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta program pascasarjana magister sebanyak 91 dan 25 profesi doktor.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk menjadi sarjana cinta.
Menurutnya, Sarjana Cinta yaitu mereka yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap ilmu yang digelutinya.
"Karena ilmu tanpa cinta ibarat kampus tanpa ada mahasiswanya,” pesannya.
Selain Sarjana Cinta, Prof Hamdan Juhannis juga berpesan jadilah sarjana spiritual, yaitu Sarjana yang tidak hanya melihat ilmu sebatas materi saja, tetapi menjadikan ilmu sebagai media pendalaman elemen spiritual.
"Sarjana spiritual mereka selalu menunjukkan watak dan sifat kesederhanaan, kejujuran dalam berinteraksi,” jelasnya.
Penulis Buku Melawan Takdir itu juga mengaskan kepada para sarjana cinta dan sarjana spiritual bahwa sarjana tipe ini tidak pernah tertulis dalam ijazah.
“Jadi sarjana Cinta dan Spritual tidak terukir dalam secarik kertas ataupun Ijazah, tetapi ingatlah ketika anda termasuk dalam kategori ini, saya meyakini bahwa kehidupan anda akan tercerahkan dimanapun anda berkarir,” pungkasnya.
Data diri
Nama: Ichlasul Haq Andi Mallawa
Lahir: Takalar, 29 Juni 2025
Pendidikan:
- SDN 39 Center Palleko Takalar
- SMPN 1 Polongbangkeng Utara, Takalar
- SMAN 6 Takalar
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Orangtua:
Ayah: Rahmat Andi Mallawa
Ibu: Wahyuri SH
Masa studi: 3 tahun 1 bulan 22 hari
IPK: 3,97
Predikat: Cumlaude
Judul Skripsi:
Pengaruh Penggunaan ChatGPT Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ichlasul-Haq-Andi-Mallawa-wisudawan-terbaik-Fakultas-Tarbiyah-dan-Keguruan-UIN.jpg)