Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akpol 1996

Karier Mentereng Alumnus Akpol 96 Ex Kapolres Luwu Brigjen Pol Adex Yudiswan

Mantan Kapolres Luwu Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Adex Yudiswan punya karier mentereng di kepolisian. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
dok Tribunnews.com
Mantan Kapolres Luwu Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Adex Yudiswan punya karier mentereng di Polri.  Sosok Adex Yudiswan mulai dikenal publik saat adanya kasus pesawat Aviastar jatuh di Kabupaten Luwu. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Mantan Kapolres Luwu Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Adex Yudiswan punya karier mentereng di Polri

Sosok Adex Yudiswan mulai dikenal publik saat adanya kasus pesawat Aviastar jatuh di Kabupaten Luwu.

Saat itu, Adex Yudiswan merupakan pemimpin "Tim 30" yang tak lain adalah tim pencarian pesawat Aviastar yang jatuh di tahun 2015.

Suami Karina Anggiany Aslam, S.T. ini dan rombongan menjadi polisi pertama yang menemukan kepingan pesawat Aviastar di atas Gunung Buntu Bajaja, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Dirinya kala itu berpangkat AKBP dan masih menjabat sebagai Kapolres Luwu.

Ayah 3 anak ini mengaku matanya tak berkedip ketika menemukan korban pesawat Aviastar.

Ia juga mengaku lututnya gemetar melihat pemandangan mayat gosong menghitam serta serpihan pesawat bergelimpangan yang dilihatnya saat itu.

Adex Yudiswan termenung mrnatap tajam jenazah yang bersujud memegang telepon genggam di luar badan pesawat.

Kemudian lulusan Akpol ini memberikan komando tim untuk memindahkan jenazah usai menguasai emosi jiwa.

Adex Yudiswan dan anggota “Tim 30" mengangkat satu per satu jenazah tanpa kaos tangan.

Mantan Kapolres Luwu ini dan rombongan membalur tangan dengan tanah untuk menghilangkan sisa “daging terbakar” yang melengket usai mereka memindahkan semua jenazah ke sarung dan kantong mayat.

Diketahui saat itu tidak ada air di sekitar lokasi penemuan tersebut.

Kemudian Adex dan Tim beristirahat.

Mereka memutuskan bermalam di samping jenazah dan serpihan pesawat usai seluruh jenazah dibungkus sarung dan kantong serta diletakkan di posisi aman.

Perjalanan pulang ke Posko Utama di Desa Ulu Salu tidak bisa ditempuh di malam hari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved