Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah di Makassar Besok, Cek Daftar Harga Pangan

Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali menyapa warga Makassar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulsel.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Muh Hasim Arfah
tribun timur/faqih imtiyaaz
HARGA PANGAN - Potret Pedangan di Pasar Terong saat disambangi akhir 2024 lalu. Dinas Ketapang Sulsel akan menggelar Gerakan Pangan Murah di Kantor Dinas Ketapang, Jl Ratulangi pada Jumat (28/2/2025) besok. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali menyapa warga Makassar.

GPM akan berlangsung lagi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulsel Jl DR Ratulangi No.47, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar pada Jumat (28/2/2025) pukul 08.00 wita.

"Ini 2 hari sampai besok GPM menjadi bagian penting untuk melakukan stabilisasi pasokan," kata Kepala Dinas Ketapang Sulsel Muh Arsjad saat ditemui Kamis (27/2/2025).

Adapun harga pangan yang dijual seperti beras medium Rp 12.400 per kg dan

beras premium Rp 14.000 per kg.

Untuk Minyakita Pouch dijual Rp 18.000 per liter, sedangkan Minyakita bantal lebih murah seharga Rp 15.000 per liter.

Gula pasir dijual Rp 17.300 per kg, Terigu Gatotkaca Rp 9.000 per kg.

Untuk telur ayam dibanderol Rp 52.000 per rak, sementara daging ayam Rp 100.000 per 3 ekor.

Harga cabai rawit Rp 58.000 per kg, cabai merah keriting Rp 20.000 per kg dan Cabai merah besar Rp 25.000 per kg.

Untuk kol dijual Rp 8.000 per kg dan wortel Rp 8.000 per kg

Ketapang tetap laksanakan program ini sebagai instrumen efektif untuk stabilisasi dan pengendalian inflasi.

Komoditas pangan jadi perhatian jelang Ramadan 2025.

Permintaan masyarakat meningkat seiring kebutuhan di Hari Besar Keagamaan (HBK).

Muh Arsjad mencatat adanya kenaikan Harga komoditas pangan mulai pekan ini.

Kondisi ini umum terjadi menyambut HBK Ramadan 2025.

"Biasanya menjelang ramadhan dan Idul Fitri, Harga cenderung naik. Pantauan panel harga dibandingkan bulan lalu, maka bulan ini merangkak naik," kata Muh Arsjad.

"Tercatat ada 20 komoditi pokok strategis yang meningkat, dan hanya 3 mengalami penurunan," lanjutnya.

Angka kenaikan harganya pun signifikan dari 0,4 sampai 15 persen. 

Dalam pantauan Dinas Ketapang, ada kontraksi Harga umumnya pada komoditas cabai.

"Diantaranya cabai rawit merah, cabai besar, ikan bandeng, tongkol, cabai merah keriting hingga minyak goreng. Ini sudah masuk waspada," ujar Arsjad.

Arsjad tak menampik adanya permintaan tinggi untuk beberapa sektor komoditas pangan.

Hal ini berdampak pada peningkatan harga pangan seperti cabai rawit.

"Sekarang ini kenaikan harga sangat dipengaruhi ketersediaan, di permintaan meningkat produksi terbatas ini mendorong kenaikan harga," jelasnya.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved