Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

3 Karim Bersaudara Kini Masuk 30 Besar Orang Terkaya di Indonesia

Tiga Karim bersaudara kini masuk dalam deretan 30 besar orang terkaya di Indonesia pada saat ini versi Forbes Real Time Billionaires per, Sabtu (15/2/

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
KARIMFAMILYFOUNDATION.ORG/DOK PRIBADI/FORBES
KARIM BERSAUDARA - Kolase foto Karim bersaudara: (dari kiri ke kanan) Bachtiar Karim, Burhan Karim, dan Bahari Karim. Mereka masuk dalam daftar 30 orang terkaya di Indonesia dengan sumber utama kekayaan dari bisnis sawit. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tiga Karim bersaudara kini masuk dalam deretan 30 besar orang terkaya di Indonesia pada saat ini versi Forbes Real Time Billionaires per, Sabtu (15/2/2025).

Mereka adalah Bachtiar Karim (67 tahun), Burhan Karim (65 tahun), dan Bahari Karim (63 tahun).

Mereka dikenal sebagai "raja sawit" Indonesia dari Medan, Sumatera Utara.

Bachtiar bertengger di peringkat ke-21 dengan nilai kekayaan 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp 29,2 triliun, Burhan di peringka ke-23 nilai kekayaan 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 24,3 triliun, dan Bahari di peringkat ke-24 dengan nilai kekayaan juga 1,5 miliar dollar AS.

Karim bersaudara merupakan putra pasangan dari Anwar Karim (ayah) dan Mikie Wijaya (ibu).

Anwar dan Mikie memiliki 4 anak, dan seorang lainnya adalah Bahrum Karim.

Karim bersaudara mengelola grup bisnis Musim Mas Group, yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO. 

Dikutip dari Wikipedia.org, Musim Mas merupakan perusahaan yang dirintis orangtua Anwar Karim sejak 1932 di Medan atau 13 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Awalnya perusahaan tersebut memproduksi sabun dengan nama pabrik Nam Cheong.

Baca juga: Perempuan Pemilik Usaha di Sulsel Kini Jadi Orang Terkaya Ke-8 di Indonesia Kalahkan Chairul Tanjung

Ketika ayahnya meninggal, Anwar belum bisa meneruskan usaha itu karena baru berusia 12 tahun.

Namun ketika usianya menapaki 20 tahun, ia mulai dipercaya membesarkan pabrik sabun itu dan berkembang dengan mendirikan pabrik refinasi.

Tahun 1972, Anwar Karim mulai menggunakan nama Musim Mas, setelah sebelumnya sempat menggunakan nama PT Lambang Utama.

Nama Musim Mas sendiri merupakan terjemahan dari nama ibunda Anwar (bahasa Cina) yang kalau diindonesiakan menjadi Musim Semi Mas.

Tahun 1988, Musim Mas pun mengembangkan usahanya ke perkebunan yang merupakan sektor upstream bisnis refinasi.

Keputusan menggarap sektor hulu karena sempat mengalami kesulitan mendapatkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved