Khazanah Islam
5 Jenis Puasa Sunnah Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Syaban
Di malam nisfu syaban, banyak ibadah yang sengaja dilakukan, seperti membaca Al-Qur'an, salat, hingga berpuasa.
TRIBUN-TIMUR.COM - Nisfu Syaban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Islam.
Bulan Syaban menjadi salah satu momen umat Islam memperbanyak ibadah.
Di malam nisfu syaban, banyak ibadah yang sengaja dilakukan, seperti membaca Al-Qur'an, salat, hingga berpuasa.
Khusus untuk berpuasa, banyak yang bertanya-tanya bolehkah puasa setelah Nisfu Syaban?
Dikutip Tribun-Timur.com dari laman baznas.go.id, ada hadist yang menyebut larangan berpuasa setelah pertengahan bulan Syaban.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila telah masuk pertengahan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Namun, terdapat berbagai penafsiran ulama mengenai larangan ini.
1. Pendapat yang Mengharamkan Puasa Setelah Nisfu Sya’ban
Sebagian ulama memahami hadits ini secara literal, yaitu melarang puasa sunnah setelah tanggal 15 Sya’ban kecuali memiliki kebiasaan berpuasa.
Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya.
2. Pendapat yang Membolehkan Puasa Setelah Nisfu Sya’ban
Mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi dan Ibn Hajar, memahami hadits tersebut sebagai larangan bersifat makruh, bukan haram.
Mereka membolehkan puasa jika diniatkan untuk menyempurnakan puasa sunnah atau puasa qadha.
3. Pendapat Imam Syafi’i
Niat Sholat Dhuha, Lengkap Tata Cara Sholat beserta Bacaan Surah Ad-Dhuha |
![]() |
---|
Bacaan Niat, Lengkap Tata Cara Sholat Tahajud di Sepertiga Malam |
![]() |
---|
Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat 5 Waktu Teks Bahasa Arab/Latin beserta Artinya |
![]() |
---|
Bacaan Doa Iftitah Pendek dalam Bahasa Arab dan Latin, Lengkap Terjemahannya |
![]() |
---|
Bacaan Dzikir Pagi Petang Lengkap Terjemahannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.