PMI Makassar Kekurangan Stok, Hanya 636 Kantong Darah Tersedia Lima Hari
Ketersediaan stok darah itu hanya dapat memenuhi kebutuhan pasien selama lima hari ke depan.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar saat ini tengah menghadapi kekurangan ketersediaan stok darah.
Wakil Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, Khudri Arsyad, mengungkapkan bahwa stok darah yang tersisa saat ini hanya sebanyak 636 komponen.
Ketersediaan stok darah itu hanya dapat memenuhi kebutuhan pasien selama lima hari ke depan.
Khudri Arsyad menjelaskan pihaknya membutuhkan minimal 300 kantong darah untuk memenuhi permintaan rumah sakit di Makassar dan sekitarnya.
"Untuk ketersediaan stok darah di PMI Makassar ini, untuk per hari ini stoknya kurang lebih 636 seluruh komponen darah," kata Khudri Arsyad kepada Tribun-Timur di Kantor PMI Makassar, Jl Kandea, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (14/1/2025).
"Situasi kita di PMI Makassar ini, karena Kota Makassar adalah tempat rujukan pasien di Indonesia Timur, sehingga otomaris tingkat kebutuhan darah itu setiap hari itu minimal 300 kantong darah harus ready," tambahnya.
Kebutuhan darah di Makassar sangat tinggi, terutama untuk trombosit, yang memiliki masa simpan sangat terbatas, hanya lima hari.
Khudri menjelaskan bahwa meskipun komponen darah lain seperti Packed Red Cell (PRC) masih dapat diakomodasi.
Namun stok trombosit yang terbatas sering kali menjadi kendala utama.
Ia mengakui permintaan trombosit sangat tinggi, terutama untuk pasien dengan kondisi kritis.
Sehingga PMI Makassar sering kali kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ini.
Apalagi, golongan darah O yang seharusnya mudah didapatkan, ternyata permintaannya sangat tinggi, dan stok darah mulai menipis.
"Yang paling sulit itu sebenarnya adalah Trombosit, trombosit ini adalah suatu jenis komponen darah yang expired-nya hanya lima hari sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama," ungkapnya.
Selain itu, PMI Makassar menghadapi tantangan besar dalam mencukupi kebutuhan darah untuk operasi besar.
Kadang kala, ada satu pasien yang memerlukan hingga 40 kantong darah sekaligus.
"Kami harus menyesuaikan jumlah donor darah dengan kebutuhan pasien. Kadang, satu pasien membutuhkan hingga 8 kantong darah, yang artinya membutuhkan bantuan dari delapan orang pendonor," ungkap Khudri.
Krisis ini membuat PMI Makassar semakin bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam program donor darah.
"Kami mengajak masyarakat, komunitas, dan berbagai institusi untuk berpartisipasi dalam donor darah. Setiap tetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa," ujar Khudri.
PMI Makassar, yang merupakan satu-satunya lembaga pendonor darah terverifikasi standar mutu di Indonesia Timur, juga telah mengirimkan darah ke luar Sulsel untuk membantu memenuhi kebutuhan di daerah lain.
Namun, dengan ketersediaan yang semakin menipis, mereka meminta agar donasi darah segera ditingkatkan.
"Bantuan masyarakat sangat kami harapkan agar stok darah kembali tercukupi, dan kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang membutuhkan," tutup Khudri Arsyad.
Dengan semakin meningkatnya permintaan darah, PMI Makassar terus berupaya meningkatkan ajakan untuk donor darah, menggelar berbagai kegiatan donor, dan mengoptimalkan unit donor darah mobile.(*)
| Penghubung Lintas Provinsi, DPR Minta Menteri PU Aspal Ulang Jl Poros Makassar-Parepare |
|
|---|
| SPBU di Sulsel: Maaf Pertamax-Dexlite Masih Dikirim, Pertalite-Biosolar Antre |
|
|---|
| PSM Makassar Menyerah 1-2 dari Borneo FC, Mistar Gawang Gagalkan 1 Poin Juku Eja |
|
|---|
| PSM Makasaar Tertinggal 1-2 dari Borneo FC, Obi Balikkan Kedudukan |
|
|---|
| Gol Borneo FC Dianulir VAR, Tembakan Gledson Ditepis Nadeo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-UTD-PMI-Makassar-Khudri-Arsyad-202-444.jpg)