Cerita IRT Sinjai Risda Sukses Bangun Usaha Bakso Ikan
Risda yang merupakan warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara ini sebelumnya bekerja di salah satu koperasi.
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA— Cerita ibu rumah tangga (IRT) bernama Risda (46) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meraup keuntungan jutaan rupiah dari usaha olahan ikan.
Risda yang merupakan warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara ini sebelumnya bekerja di salah satu koperasi.
Namun gajinya di perusahaan tersebut terbilang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya.
Ia pun memberanikan diri untuk membuka usaha kecil-kecilan pada tahun 2014.
Awalnya Risda menjual kue tradisional.
Namun Risda tidak mampu mengembangkan usaha tersebut.
“Dulu menjual kue tradisional seperti teripang, mentega namun keuntungannya tidak terlalu menjanjikan,” katanya.
Hal itu karena peminat atau pembeli kue tradisional kurang.
Tak berhenti begitu saja, Risda akhirnya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan IKM yang digelar oleh Balai Dilklat I Industri.
Dari situ, mimpi Risda untuk membuat usaha terbuka lebar.
“Alhamdulillah setelah saya mengikuti pelatihan pikiran untuk membuat usaha lebih baik kembali terbuka,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan tersebut, Risda kembali memulai buka usaha olahan ikan.
Ia kemudian membentuk Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar Tenggiri) dengan brand Ceria The Processed Fish.
Usaha olahan ikan Risda berfariasi.
Mulai dari bakso Ikan, abon, amplang, nagget, otak-otak, siosin, pempek dan tahu ikan.
Pakan ikan tersebut diproduksi di Rumahnya bersama tiga orang pengurusannya.
Risda mengajak ibu-ibu di Kelurahan Lappa untuk membantu mengembangkan usahanya.
“Saya ajak ibu-ibu untuk bekerja dari pada tidak ada pekerjaannya,” ujarnya.
Usaha olahan ikan ini pun naik daun setelah kelompok yang dibentuk Risda mendapat lirikan Dinas Perindustrian Perdagangan, Energi dan Sjumber Daya Mineral
Disperindag Sinjai memfasilitasi rumah produksi di UPTD Sentral Pebgolahan Hasil Perikanan di Larea Rea dan bantuan berupa mesin produksi.
“Alhamdulillah kelompok kami bisa berkembang setelah tempat produksi pindah ke Sentra Industri,” katanya.
“Bahkan kita juga mendapat mesin produksi,” lanjutnya.
Poklahsar Tenggiri kini sudah mempunyai puluhan pengurus yang bekerja.
“Alhamdulillah kita sudah mempunyai 20 orang anggota pengurus,” ujarnya.
Penjualan bakso ikan sampai di luar kota hingga luar pulau.
“Kalau penjualan sudah sampai di Makassar hingga ke Pulau Jawa,” katanya.
Risda menyebut hasil bakso ikan mencapi jutaan rupiah.
“Kalau penghasilan bersih khusus bakso ikan Rp6 juta rupiah,” ujarnya.
“Kalau gaji setiap anggota Rp1 juta,” tambahnya.
Produk bakso ikan pun sudah mendapat lesensi halal.
“Produk kami sudah mendapat lesensi halal dibantu oleh DPD Asosiasi IUMKM Indonesia (Akumandiri) Sinjai,” katanya.
Risda pun mengapresiasi kepedulian Akumandiri Sinjai yang peduli dengan pelaku UMKM.
“Terimakasih yang tak terhingga saya ucapkan kepada AkuMandiri Sinjai yang selalu mendukung kami dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.
“Terbaru, kami mendapatkan bantuan beberapa alat produksi dari Kemendikristi melalui program Kedaireka yang dikerjasamakan dengan UMI Makassar atas fasilitasi dari AkuMandiri begitu juga dengan bantuan akses pasar,” lanjutnya.
| Kronologi Grand Max Tabrak Pagar Warga di Bulupoddo Sinjai, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit |
|
|---|
| Tenda Pelaminan di Sinjai Terbakar Jelang Resepsi, Kerugian Rp50 Juta |
|
|---|
| Profil Andi Jusman, Ketua DPRD Sinjai Pakai Loreng di Akmil Magelang |
|
|---|
| Rekam Jejak Kamrianto: Politisi PAN Pernah Tersandung Narkoba, Pembakaran Mobil Comeback DPRD Sinjai |
|
|---|
| Usai Keluar Penjara, Kamrianto Kembali Aktif sebagai Anggota DPRD Sinjai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Risda-warga-Sinjai-2024444444.jpg)