Terima Hasil Autopsi, Polres Bulukumba Segera Limpahkan Kasus Pembunuhan ke Kejari
Pelimpahan tahap pertama ini dilakukan setelah pihak penyidik menerima hasil autopsi dari Tim Dokter Forensik Bidang Dokes Polda Sulsel pada Rabu (8/1
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Penyidik Tindak Pidana Umum Sat Reskrim Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan, akan segera melimpahkan kasus pembunuhan yang terjadi di Borong Manempa, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, ke Kejaksaan Negeri Bulukumba pada Kamis (9/1/2025).
Pelimpahan tahap pertama ini dilakukan setelah pihak penyidik menerima hasil autopsi dari Tim Dokter Forensik Bidang Dokes Polda Sulsel pada Rabu (8/1/2025).
Kepala Satuan Reskrim Polres Bulukumba, AKP Aris Satrio Sujatmiko, mengungkapkan bahwa hasil autopsi telah diterima dan pihaknya segera menjadwalkan pelimpahan berkas tahap satu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bulukumba.
"Autopsi telah kami terima dan segera kami jadwalkan untuk pelimpahan tahap satu ke Kejaksaan," kata AKP Aris Satrio.
Dia juga memaparkan beberapa temuan penting dari hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim Labfor Bid Dokes Polda Sulsel.
Di antaranya adalah ditemukan adanya patah tulang tengkorak di bagian depan kepala korban yang meluas hingga ke bagian belakang.
"Hasil autopsi forensik menunjukkan adanya patah tulang tengkorak di kepala bagian depan kanan yang meluas ke bagian belakang. Patah tulang tengkorak ini mengakibatkan korban lemas dan menyebabkan pendarahan otak akibat trauma benda tumpul yang keras," ungkapnya.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada akhir Oktober 2024, dan sejak itu, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Mereka yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut adalah SY, IM, AR, HA, PJ, dan AF.
Korban dalam kasus ini adalah Farkhan Marosi, seorang pengusaha sate asal Desa Polewali, Bulukumba.
Baik korban maupun pelaku diketahui berasal dari Jawa Timur dan memiliki usaha yang sama di desa tersebut.(*)
| Kejari Bulukumba ‘Diberi’ Minyak Angin, Massa Sentil Dugaan Sogokan Kasus Pasar Sentral |
|
|---|
| Produksi Gabah 4 Kabupaten Sulsel Menurun, Minim Curah Hujan Jadi Penyebab |
|
|---|
| BBM Melonjak, Pengusaha Logistik Bulukumba–Selayar Keluhkan Biaya Operasional Membengkak |
|
|---|
| Jemaah Masjid Agung Bulukumba Tak Kepanasan Lagi, Dapat Hadiah AC dari BNI |
|
|---|
| PNS Bulukumba Dapat Perjalanan Dinas Rp1,1 Miliar, Turun Separuh dari Tahun Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Berkas-tersangka-pembunuhan-pengusaha-sate-di-Desa-Polewali-202555.jpg)