Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

PSM Makassar Naik ke Posisi 8 Liga 1 Setelah Banding Diterima PSSI

Keputusan Komite Banding PSSI mengembalikan tiga poin PSM Makassar setelah banding diterima, membawa mereka ke peringkat 8 klasemen Liga 1..

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
IST
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, diserang oleh pemain Barito Putera, Rizky Pora, usai laga PSM Makassar vs Barito Putera di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (22/12/2024). PSM Makassar bersyukur setelah bandingnya diterima PSSI, tiga poin penuh kembali ke tim, dan mereka kini naik ke peringkat 8 Liga 1. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Setelah menerima banding dari PSM Makassar, Komite Banding PSSI membatalkan sanksi bagi Juku Eja.

Sebelumnya, PSM Makassar dihukum kalah WO 3-0 dan pengurangan tiga poin.

PSM Makassar dipastikan naik posisi ke-8 klasemen Liga 1 setelah bandingnya diterima oleh Komite Banding PSSI

Poin PSM Makassar yang sebelumnya 24 kini bertambah menjadi 27, menggeser posisi Borneo FC yang turun ke peringkat 9.

Manajemen PSM Makassar telah menerima surat keputusan banding dari Komite Banding PSSI dengan nomor 003/KEP/KB/BRI-LIGA1/I/2025, yang menyatakan permohonan banding PSM Makassar diterima sepenuhnya. 

Sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI yang memutuskan PSM kalah WO 3-0 dari Barito Putera, pengurangan tiga poin, dan denda Rp90 juta, kini dibatalkan.

“Berdasarkan surat yang kami terima, upaya banding yang dilakukan PSM Makassar diterima, sehingga sanksi disiplin kepada PSM Makassar dibatalkan,” ungkap Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, dalam konferensi pers daring, Rabu (8/1/2025).

Fajrin menjelaskan bahwa dengan keputusan tersebut, skor pertandingan PSM Makassar melawan Barito Putera tetap 3-2, dengan gol-gol dari Aloisio Soares dan Nermin Haljeta tercatat sah. 

Pengurangan tiga poin dan denda Rp90 juta pun akhirnya dibatalkan.

Baca juga: Diserang Pemain Barito Putera Rizky Pora, Manajer PSM Makassar Tunggu Panggilan Komdis PSSI

“Dampak keputusan Komite Banding ini membuat keadaan kembali seperti semula,” terangnya. 

Fajrin juga memberikan apresiasi atas proses yudisial yang berlangsung dengan baik di Komite Disiplin maupun Komite Banding.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin saat konferensi pers hasil putusan banding PSM Makassar atas sanksi diberikan Komdis PSSI via daring, Rabu (8/1/2025).
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin saat konferensi pers hasil putusan banding PSM Makassar atas sanksi diberikan Komdis PSSI via daring, Rabu (8/1/2025). (ist)

Komdis PSSI Dinilai Keliru

Manajemen PSM Makassar menganggap keliru pasal yang digunakan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait dengan 12 pemain yang dimainkan. 

PSM dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 56 ayat 1 angka VI tentang "melebihi ketentuan pergantian pemain". 

Padahal, PSM sudah mengikuti regulasi pergantian pemain yang diperbolehkan.

“Saya perlu menegaskan, kami tidak melanggar aturan pergantian pemain. Pelatih menggunakan seluruh kuota pergantian dengan benar,” tegas Fajrin.

PSM Makassar mengajukan banding setelah kejadian pada pertandingan melawan Barito Putera pada pekan ke-16 Liga 1 2024/2025. 

Klub Juku Eja memainkan 12 pemain di akhir laga akibat kelalaian wasit. 

Insiden ini berujung pada sanksi pengurangan tiga poin yang kini dibatalkan.

Tanggapan Penilai Wasit

Penilai wasit, Mochamad Musyafak, mengungkapkan bahwa insiden bermain dengan 12 pemain tersebut merupakan kelalaian dan keteledoran perangkat pertandingan, terutama pada menit-menit akhir. 

Dia menyebutkan bahwa ini merupakan kesalahan harus diperbaiki agar tidak terulang lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya.  (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved