Penipuan Pinjaman Modal
Polres Bone Sulsel Bagikan Tips Terhindar dari Modus Penipuan
Sekitar 50 warga Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone menjadi korban penipuan.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Sekira 50 warga Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone menjadi korban penipuan.
Total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai hingga Rp3 miliar.
Memanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Yusriadi Yusuf saat dikonfirmasi tribun-timur.com via telfon, Jumat (13/12/2024) malam memberikan beberapa tips agar terhindar dari modus penipuan.
"Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah tergiur memberikan informasi pribadinya kepada orang lain," ujarnya.
Selain itu ia juga mengingat kan masyarakat untuk betul-betul memeriksa latar belakang pemberi bantuan.
"Diperiksa betul-betul lembaga yang menawarkan bantuan dan memberikan bantuan," tandasnya.
Berikut beberapa tips untuk terhindar dari modus penipuan:
- Waspada dengan penawaran yang terlalu bagus
- Jangan memberikan data pribadi sembarangan
- Cek validitas penyedia jasa pinjaman
- Periksa tautan dan situs web
- Perhatikan latar belakang bank dan produk yang ditawarkan
- Rutin periksa mutasi rekening dan email
Kronologi Sekampung Ditipu
Sekitar 50 warga Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone menjadi korban penipuan.
Total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai hingga Rp3 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban, Rahmawati (25) saat dikonfirmasi tribun-timur.com via telfon, Jumat (13/12/2024).
“Ada satu kampung kami bernama Nurmiati yang butuh modal usaha, dan kita bantu urus di bank karena dia sendiri mau bayar angsurannya,"ujarnya.
"Korbannya keseluruhan lebih 50 orang, dengan total uang Rp 3 miliar,”sambungnya.
Ia mengaku, awalnya Nurmiati datang di rumah warga di Desa Lompu meminta untuk diuruskan pencairan uang di salah satu bank dengan cara meminta KTP dan kartu keluarga (KK).
“Setelah dikasih KTP dan KK, selebihnya dia mi yang urus. Nanti datang tim survei dari bank, saya diberi barang kosmetik Nurmiati yang di foto sebagai jaminan modal usaha. Intinya pada saat permohonan bukan kita yang ke bank, kita nanti ke bank pada saat tanda tangan pencairan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/AKP-Yusriadi-Yusuf-mengungkapkan.jpg)