Universitas Hasanuddin
Unhas Sulap Sabut Kelapa Jadi Solusi Reklamasi Tambang
Univesitas Hasanuddin (Unhas) kembali menciptakan inovasi berbasis sabut kelapa yang menjadi solusi ramah lingkungan untuk reklamasi tambang.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menciptakan inovasi.
Kali ini lewat PT Sitinaja Global Ekspor, tenant binaan Universitas Hasanuddin melalui Direktorat Inkubasi Bisnis Teknologi dan Science Techno Park (IBT-STP).
PT Sitinaja Global Ekspor menelurkan inovasi berbasis sabut kelapa yang menjadi solusi ramah lingkungan untuk reklamasi tambang.
\Inovasi ini di aplikasikan di kawasan tambang milik PT Semen Tonasa.
Hasilnya pun menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pemulihan lingkungan pasca tambang.
Lewat brand Sitinaja Coco, PT Sitinaja Global Ekspor memanfaatkan limbah sabut kelapa untuk merevitalisasi lahan bekas tambang.
Pendekatan memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat setempat.
Sitinaja Coco pun menjadi salah satu peserta unggulan dalam Climate Innovation Generation Program (CIGPro) 2024.
CIGPro merupakan sebuah program nasional yang di inisiasi oleh Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PGLHK).
“Kami sangat bangga atas pencapaian PT Sitinaja Global Ekspor yang telah menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta PT Semen Tonasa," jelas Wakil Rektor IV Unhas Prof Adi Maulana pada Rabu (11/12/2024).
"Prestasi ini membuktikan bahwa inovasi berbasis lingkungan yang di hasilkan oleh tenant binaan Direktorat IBT-STP Unhas mampu bersaing dan diakui secara nasional,” lanjutnya.
Partisipasi Sitinaja Coco dalam CIGPro 2024 menjadi bukti komitmen startup mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Baginya, pencapaian ini menjadi bukti kapasitas tenant binaan IBT-STP menghasilkan inovasi relevan dan kompetitif di tingkat nasional.
Ia berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi startup lain yang berada di bawah binaan universitas.
Keberhasilan Sitinaja Coco menunjukkan limbah sabut kelapa bisa di manfaatkan untuk merehabilitasi lahan bekas tambang.
Proses ini juga membantu mengurangi jumlah limbah organik yang tidak terpakai.
Dengan pendekatan inovatif ini, reklamasi tambang bisa berjalan yang berkelanjutan dan ekonomis.(*)
| 5 Alasan Indonesia Harus Keluar dari BoP Hasil Rumusan Laboratorium Hubungan Internasional Unhas |
|
|---|
| QS World University Rankings 2026: Ilmu Politik Unhas Tembus Peringkat 300 Dunia |
|
|---|
| Prof Budu dan Yusran Yusuf Buka Puasa Bersama di Rumah Mentan Amran Sulaiman |
|
|---|
| Prof Jamaluddin Jompa Mutasi Besar-besaran Pejabat Unhas di Awal Masa Jabatan Rektor Periode II |
|
|---|
| Status Pengurus Organisasi Mahasiswa Unhas Kini Bisa Rekognisi Jadi Nilai SKS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/inovasi-sabut-kelapa-unhas.jpg)