Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Real Count 2024

Link Real Count atau Hitung Cepat di Jawa Barat

Pilkada Jabar 2024 diikuti empat calon gubernur yakni Acep Adang Ruhiat, Jeje Wiradinata, Ahmad Syaikhu dan Dedi Mulyadi.

Editor: Ansar
KPU RI
Link real count atau hitung cepat di Jawa Barat. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Link real count atau hitung cepat di Jawa Barat.

Pilkada Jabar 2024 diikuti empat calon gubernur yakni Acep Adang Ruhiat, Jeje Wiradinata, Ahmad Syaikhu dan Dedi Mulyadi.

Hari ini para calon kepala daerah sedang menunggu hasil pencoblosan, termasuk jabar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan laman untuk masyarakat melihat real count atau hasil hitung suara Pilkada.

Pemungutan suara Pilkada 2024 sedang berlangsung hari ini, Rabu (27/11/2024).

Warga wajib memilih gubernur, bupati dan wali kota.

Laman yang disediakan KPU tersebut akan menunjukkan hasil pemungutan suara di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota di Indonesia pada 27 November-16 Desember 2024.

Dilansir Kompas.com, real count adalah sebuah proses pengumpulan informasi oleh petugas melalui pemantauan langsung saat pemungutan dan penghitungan suara di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang ada. 

Metodologi real count digunakan untuk mengevaluasi kualitas keseluruhan proses pemilihan umum, memverifikasi hasil resmi pemilihan umum, mengetahui hasil penghitungan suara di seluruh TPS secara akurat, dan mencegah kecurangan dalam pemilu. 

Apabila seluruh suara sudah dihitung, hasil real count inilah yang digunakan sebagai dasar keputusan pemenang pemilu.

Real count berbeda dengan quick count. Quick count atau hitung cepat adalah proses penghitungan suara yang dilakukan lembaga di luar KPU dengan menggunakan sampel hasil pemungutan suara dari sejumlah TPS yang telah ditentukan.

Cara Cek Real Count Pilkada 2024 Resmi KPU

Link real count atau hasil hitung suara dan rekapitulasi Pilkada 2024 untuk pemilihan gubernur Jawa Barat dapat dilihat di https://pilkada2024.kpu.go.id/.

Berikut cara ceknya:

1. Kunjungi laman https://pilkada2024.kpu.go.id/pilgub/jawa-barat
2. Pilih jenis pemilihan (gubernur atau wali kota/bupati)
3. Pilih provinsi atau kota/kabupaten yang ingin dilihat

Jadwal Tahapan Pilkada 2024

1. 27 Februari-16 November 2024: pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;

2. 24 April-31 Mei 2024: penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;

3. 5 Mei-19 Agustus 2024: pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;

4. 31 Mei-23 September 2024: pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;

5. 24-26 Agustus 2024: pengumuman pendaftaran pasangan calon;

6. 27-29 Agustus 2024: pendaftaran pasangan calon;

7. 27 Agustus-21 September 2024: penelitian persyaratan calon;

8. 22 September 2024: penetapan pasangan calon;

9. 25 September-23 November 2024: pelaksanaan kampanye;

10. 27 November 2024: pelaksanaan pemungutan suara;

11. 27 November-16 Desember 2024: penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Survei terakhir

Survei terakhir calon gubernur Jawa Barat atau Jabar 2024.

Pilkada Jabar 2024 diikuti empat calon gubernur yakni Acep Adang Ruhiat, Jeje Wiradinata, Ahmad Syaikhu dan Dedi Mulyadi.

Jelang masa tenang Minggu (24/11/2024) hingga Selasa (26/11/2024), cek elektabilitas Dedi Mulyadi dan tiga cagub lainnya.

Beberapa hari menjelang masa tenang, Anies Baswedan menyatakan dukungannya untuk Ahmad Syaikhu.

Namun apakah dukungan Anies Baswedan akan berpengaruh pada eletabilitas Ahmad Syaikhu.

Cek hasil survei Pilkada Jabar 2024. 

 Diketahui Pilkada Jabar 2024 diikuti 4 paslon yakni nomor urut 1: Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina, 2 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, 3 Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dan 4 Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
 
Anies Dukung Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie

Nama Anies Baswedan sempat digadang-gadang maju di Pilkada Jabar 2024 setelah gagal melancalonkan diri di Pilkada Jakarta 2024.

 
Jumat (22/11/2024) di akun Instagram pribadinya, secara terbuka mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menyatakan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 03, Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie, di Pilkada Jabar 2024.

Anies berharap pasangan ini dapat menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk periode 2025-2030.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut adalah tanggapannya atas banyaknya pertanyaan terkait calon yang ia dukung di Pilkada Jabar 2024.

"Saya banyak mendapatkan pertanyaan tentang Pak Syaikhu dan Kang Ilham dan saya jawab iya benar, benar saya bersyukur dan saya mendukung bahwa Pak Syaikhu dan Kang Ilham mendapatkan amanah yang penting untuk menjadi calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat," kata Anies Baswedan, dikutip dari media sosial pribadinya, Jumat (22/11/2024).

Menurut Anies, dukungannya kepada Ahmad Syaikhu berakar pada hubungan panjang mereka sebagai teman seperjuangan, termasuk dalam Pilpres 2024.

"Pak Syaikhu adalah teman seperjuangan yang selama beberapa tahun ini kita berjuang bersama melewati berbagai macam tantangan bersama-sama. Oleh karena itu saya itu bersamai perjuangan beliau di dalam menjalankan amanat sebagai calon gubernur di Jawa Barat bersama dengan Kang Ilham," ucap Anies.

Sementara itu, Ilham Akbar Habibie sebagai putra sulung Presiden ketiga RI, B.J. Habibie,  dikenal sebagai tokoh teknologi yang inovatif dan seorang wirausahawan berprestasi. Warisan intelektual dan visi besar dari keluarganya diyakini dapat mendukung pembangunan Jawa Barat secara progresif.

Anies menilai pasangan yang diusung oleh koalisi PKS, NasDem, dan PPP ini sangat layak memimpin Jawa Barat, salah satu provinsi terbesar dan terkompleks di Indonesia.

"Keduanya saya tahu persis adalah pribadi yang cakap yang amanah punya kompetensi yang tinggi dan amat layak untuk memimpin Provinsi Jawa Barat yang besar dan kompleks ini," tuturnya.

Ia optimis Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie dapat membawa perubahan signifikan melalui program-program substantif yang menyasar pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Insyaallah mereka akan membawa perubahan menjadikan Jabar makin maju Jabar makin merata dan tak kalah penting adalah kemajuan yang merata kesejahteraan yang merata lewat program-program substantif yang bisa dirasakan oleh semua," kata Anies Baswedan.

Elektabilitas Dedi Mulyadi November 2024

Indikator

Sepekan menjelang pencoblosan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (Dermawan) masih unggul jauh dari pasangan lain di Pilkada Jabar 2024 

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, paslon Dermawan unggul 71,5 persen, berurutan diposisi kedua hingga ke empat, diisi Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 16,4 persen, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina 4,4 persen, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 4,0 persen dan tidak tahu/tidak jawab 3,7 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 14-20 November 2024, melibatkan 800 responden dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dengan margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil survei juga terungkap 71,9 persen responden masuk dalam kategori pemilih kuat atau strong voter.

Artinya, kecil kemungkinan pemilih itu mengubah pilihannya. Sisanya 27,3 persen pemilih lemah dan 0,8 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini pun unggul dari sisi popularitas dengan raihan 93 persen.

Posisi kedua ditempati Ronal Surapradja dengan 45 persen, disusul Ahmad Syaikhu 34,1 persen, Gitalis Dwi Natarina 31,7 persen, Ilham Ahmad Habibie 31 persen dan sisanya di bawah 25 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jika Pilgub Jabar diadakan ketika survei dilakukan, KDM konsisten unggul disemua simulasi pilihan calon.

“Secara spontan Dedi Mulyadi paling banyak disebut 55,3 persen, Ahmad Syaikhu 12,1 persen, sementara nama lain jauh lebih rendah,” ujar Burhanuddin, saat rilis survei secara daring, Kamis (21/11/2024).

Pada simulasi empat paslon, lagi-lagi KDM-Erwan unggul dengan selisih sangat jauh dari para pesaingnya dengan mengantongi 71,5 persen.

“Popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai. Populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif,” katanya.

Sejauh ini, kata Burhan, para pesaing paslon Dermawan belum terlihat menunjukkan peningkatan yang berarti. Dari tingkat keterkenalan oleh pemilih menunjukkan tren yang cenderung lambat, sehingga jarak elektoral tidak mengalami penurunan yang berarti.

Secara hitungan survei dan masa kampanye yang tinggal menghitung hari, masih ada 23 persen basis pemilih KDM-Erwan yang bisa mengubah pilihan atau setara 16,4 persen dari total basis total dukungan.

 Jika basis itu diambil lawan, maka Dermawan masih tetap unggul bertahan dengan perolehan 55,1 persen.

“Dan kemungkinan besar hanya kejadian luar biasa yang bisa membalik situasi (kemenangan Kang Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan) di Pilgub Jabar kali ini,” ucapannya.

Litbang Kompas

Dari survei yang digelar Litbang Kompas 1-9 November 2024, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, mengungguli tiga pasangan calon lainnya dengan elektabilitas 65 persen. 

Di urutan kedua ada cagub-cawagub Jabar nomor urut 3 Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dengan elektabilitas 9 persen, lalu paslon nomor urut 2 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja dengan 4,6 persen.

Di posisi terakhir ada paslon nomor urut 1 Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina yang memperoleh elektabilitas 4,1 persen.

Sementara, ada 17,3 persen responden yang menjawab tidak tahu atau belum menentukan pilihan alias undecided voters.

Peneliti senior Litbang Kompas Bestian Nainggolan menjelaskan, tingginya elektabilitas Dedi Mulyadi-Erwan dikarenakan investasi politik yang dilakukan Dedi selama beberapa tahun.

Adapun Dedi telah dikenal masyarakat sebagai Bupati Purwakarta dua periode dan juga pernah menjadi anggota DPR RI.

"Sudah sejak lama Pak Dedi, mulai jadi Bupati Purwakarta dua periode, beranjak dia jadi tokoh Golkar sekarang Gerindra.

Kemudian maju jadi calon wakil gubernur, lalu jadi anggota DPR.

Banyak sekali investasi yang dilakukan, minimal pengenalan publik terhadap yang bersangkutan itu sudah sedemikian besar," ujar Bestian saat diwawancarai dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Rabu (13/11/2024). 

Sementara, menurut Bestian, elektabilitas tiga kandidat lainnya rendah karena tidak terlalu dikenal publik.

Bestian menilai, hal itu karena peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 Tahun 2024 terkait ambang batas pencalonan kepala daerah.

Hal ini membuat sejumlah parpol bisa mengusung kandidatnya. 

Namun, imbasnya, para calon yang diusung, memiliki keterbatasan waktu dalam memperkenalkan diri ke publik.

"Saya lihat karena keputusan ini, waktu yang dimiliki oleh para calon itu relatif sedikit untuk pengenalan," ujar Bestian.

Hal ini juga sejalan dengan hasil survei Litbang Kompas terkait pengetahuan terhadap para kandidat.

Dari hasil survei, 71,2 persen responden tidak mengetahui paslon 1 Acep-Gita, kemudian 63,5 persen tidak mengetahui paslon 2 Jeje-Ronal, dan 62,9 persen tidak mengetahui Achmad Syaikhu-Ilham Habibie.

Sementara, hanya 12,9 persen yang tidak mengetahui Dedy Mulyadi-Erwan.

"Saya pikir ketidakterkenalan ini atau ketidaktahuan para pemilih terhadap sosok para calon, mengurangi sisi ketertarikan dan memilih langsung ke para sosok.

Jadi dari ketidakkenalan lalu ketidaktahuan, beranjak pada preferensi, dan pilihan," ujar Bestian.

Metode Penelitian Survei melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas dari tanggal 1–9 November 2024.

Sebanyak 630 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Jawa Barat.

Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, “margin of error” penelitian +/- 3,90 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. 

Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara)

Hasil Survei Pilkada Jabar 2024 Sebelumnya

1. Indikator Politik 

Sebelumnya, Indikator juga sudah pernah merilis hasil survei elektabilitas Pilkada Jabar 2024 bulan Oktober 2024 lalu.

Inilah hasilnya:

- Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan: 75,7,persen 

- Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie: 13,8 persen

- Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina: 4,2 persen

- Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 2,7 persen 

- Tidak jawab/tidak tahu 3,6 persen 

Indikator Politik mengadakan survei pada periode 3-12 Oktober 2024 yang melibatkan basis 1.200 orang.

Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka.

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 2. LSI Denny JA

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA juga menempatkan paslon Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di posisi pertama.

Inilah hasilnya:

- Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan: 74 persen

- Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie: 12 persen

- Acep-Gita: 6,5 ​​persen

- Jeje-Ronal: 5,3 persen

- Swing Voter: 1,6 persen

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah merilis hasil survei itu di Bandung, Jumat (9/11/2024).

3. Poltracking 

Sementara itu survei yang dirilis oleh Poltracking mencatat elektabilitas Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan masih unggul.

Inilah hasilnya:

- Dedi-Erwan: 65,9 persen

- Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie: 11,8 persen 

- Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina: 5,2 persen

- Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 2,9 persen

- Belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen

Mengutip poltracking.com, Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menyebut survei tersebut menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 8 – 14 September 2024. 

Sampel pada survei ini adalah 1.200 responden dengan margin of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved