Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Indira-Ilham Sebut Proyek PSEL Pemkot Makassar Solusi Atasi Masalah Sampah

Hal itu disampaikan oleh Calon Wakil Wali Kota Makassar Ilham Ari Fauzi dalam debat publik terbuka Pemilihan Wali Kota Makassar. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Paslon nomor urut 3 Indira Yusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi dalam debat publik kedua di Hotel Four Points Makassar by Sheraton, Jl Andi Djemma, Rabu (13/11/2024)    

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Proyek Pengolahan Sampai menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar dipercaya akan menjadi solusi atas masalah persampahan di Kota Makassar

Hal itu disampaikan oleh Calon Wakil Wali Kota Makassar Ilham Ari Fauzi dalam debat publik terbuka Pemilihan Wali Kota Makassar

Debat berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar Jl Andi Djemma, Rabu (13/11/2024).

Ilham menyampaikan, PSEL tersebut akan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi komoditi yang bernilai.

"Perlu semua masyarakat kota Makassar mengubah mindsetnya bahwa sampah bukanlah buangan, sampah bukanlah hal-hal yang tidak bernilai, tapi sampah adalah komoditi," ucap Ilham Ari Fauzi. 

"Dan ketika PSEL terbangun di tahun 2027 kita semua akan kejar mengejar di mana lagi kita bisa mendapatkan sampah karena di sana akan membutuhkan sampah untuk bisa memproduksi energi listrik,” sambungnya.

Proyek PSEL ini juga akan menentukan hasil akhir yang positif di TPA Tamangapa, Antang. 

TPA Antang tidak lagi menumpuk seperti sekarang ini tapi akan menjadi RTH baru yang bisa memperbaiki kualitas lingkungan masyarakat. 

"nilah yang akan didorong sehingga di akhir, Antang akan jadi RTH terbaru, RTH terpadu yang akan menghidupi RTH di kota makassar," ujar Daeng Tayang-sapaan karib Ilham Ari Fauzi. 

Selain PSEL, Ilham juga menyampaikan bahwa upaya Pemkot Makassar sekarang ini dalam menyelesaikan masalah sampah sudah lebih baik. 

“Sudah ada 638 unit bank sampah di dalam lorong-lorong dan menjadi salah satu indikator insentif kinerja RT RW. Artinya apa, upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Makassar untuk mengurangi penggunaan sampah dan memilah sampah itu sudah ada, tinggal kita teruskan,” katanya.

Tidak hanya itu, masalah persampahan juga membutuhkan kontribusi langsung dari masyarakat. 

Dalam debat tersebut, Indira menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Indira Yusuf Ismail menjelaskan, salah satu cara efektif untuk mengurangi pencemaran plastik adalah melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat harus didorong untuk mengurangi penggunaan plastik dan lebih sadar dalam mengelola sampah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved