Detik-detik Mayor Teddy Larang Paspampres Payungi Prabowo Saat Parade Senja
Detik-detik Mayor Teddy Indra Wijaya melarang paspampres memayungi Presiden Prabowo Subianto saat hujan deras
TRIBUN-TIMUR.COM -- Detik-detik Mayor Teddy Indra Wijaya melarang paspampres memayungi Presiden Prabowo Subianto saat hujan deras.
Momen itu terjadi dalam Parade Senja dan Penurunan Sang Merah Putih Jumat (25/10/2024) sore.
Kala itu hujan deras mengguyur.
Sejumlah taruna Akademi Militer yang berbaris tetap berdiri tegap meski hujan deras mengguyur.
Seorang prajurit Paspampres pun bergerak membawa payung ke Prabowo Subianto.
Rupanya Mayor Teddy Indra Wijaya meminta Paspampres tersebut mundur dan tidak perlu memayungi Prabowo.
Prabowo ikut basah bersama para Taruna Akmil.
Mayor Teddy langsung menggunakan kode tangan memberi perintah kepada anggota Paspampres itu menghentikan upaya memayungi Prabowo.
Bahkan sejak Presiden Prabowo mulai menuruni tangga podium.
Respons tersebut disambut cepat oleh Paspampres yang segera berbalik dan menjauh, mematuhi arahan Mayor Teddy.
Melihat itu, anggota Paspampres lainnya yang bertugas memayungi Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi gugup dan mengambil jarak setelah menyaksikan situasi.
Momen ini menunjukkan kehati-hatian protokol dan keputusan tegas dari Mayor Teddy dalam mengatur pengamanan, serta kenyamanan Presiden dan Wapres di bawah guyuran hujan selama upacara berlangsung.
Aksi tegas Mayor Teddy ini memicu respons warganet yang menilai langkah tersebut mencerminkan kedekatan dan kesetaraan antara pemimpin dan rakyatnya.
“Hanya Mayor Teddy yang tahu cara mendampingi Presiden Prabowo di saat mau jalan kaki,” ujar @burhankallo9199.
Sedangkan warganet lain memuji sikap Presiden Prabowo yang mau hujan-hujanan saat Parade Senja.
@kudratdrat9481: “Luar biasa... sangat menghargai kepada sesama... maju terus Indonesia.”
@RusliAndi-bi7hi: “Saya sangat bangga, pilihan saya berulang kali tidak terpilih, tetap saya memilih Bapak Prabowo. Alhamdulillah, tercapai pilihan saya.”
@baladewamuda: “Presiden dari kalangan militer memang beda tidak manja... Keren pak.”
@PanjangYuswo-d1w: “Presiden membangun manusia seutuhnya mulai dari nol. Walau sudah tua, tiada kata terlambat.”
@wahyuhidayat-uv2ij: “Mantap, Pak Prabowo, prajurit sejati. Tidak perlu pawang, nikmati saja.”
Momen ini menjadi pembicaraan luas, karena menunjukkan kesetaraan dan semangat kebersamaan dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Sebuah sikap yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh dan tidak membedakan antara pimpinan dan bawahan.
Prabowo Umumkan Mayor Teddy Jadi Sekretaris Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan nama Mayor Infanteri Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet Merah Putih.
Nama-nama menteri dan susunan kabinet Merah Putih diumumkan Prabowo Minggu (20/10/2024).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turut hadir mendampingi Prabowo.
Mayor Teddy Indra Wijaya turut hadir diperkenalkan.
Ia datang memakai baju batik cokelat.
Sebelumnya Mayor Teddy Indra Wijaya bertugas sebagai ajudan Menteri Pertahanan.\
Kini Mayor Teddy kembali dipercaya mendampingi Prabowo sebagai Sekretaris Kabinet Merah Putih.
Berikut profilnya:
Dikutip dari Wikipedia, Mayor (Inf.) Teddy Indra Wijaya, S.Tr.Han., M.Si. (lahir 14 April 1989) atau yang lebih dikenal dengan Mayor Teddy, adalah seorang perwira menengah TNIAngkatan Darat Indonesia Berdarah Jawa-Minahasa.
Orang tuanya merupakan anggota TNI, dengan Ayahnya yang bernama Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Ibunya Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumbayan
Saat ini, Teddy dipromosikan menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri(Wadanyonif) Para Raider 328/Dirgahayu.
Rotasi itu tertuang dalam Keputusan Kepala Staf TNI AD (KSAD) nomor Kep 137/II/2024 tertanggal 26 Februari 2024.[3].
Karier militernya dimulai pada tahun 2011 setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.
Sebagai taruna, Teddy menjabat sebagai Kalemustar (Ketua Lembaga Musyawarah Taruna) di Resimen Korps Taruna.
Selama masa itu, ia aktif dalam Drumband GSCL dan menjadi wakil satu-satunya dari Taruna Akademi AD, AL, AU dalam International Cadet Conference ke-13 di National Defence Academy Jepang pada tahun 2010.
Setelah itu, ia mengikuti berbagai kursus militer spesialis di Kopassus, seperti Sekolah Komando, Gultor Anti Teror, Terjun Free Fall, dan Pandu Udara[4].
Pada tahun 2015 ia mengikuti sekolah intelijen di Melbourne Australia dan selanjutnya mengikuti berbagai sekolah spesialis di Amerika Serikat seperti US Army Infantry School, Airbone School, Air Assault School, dan terutama Ranger School pada tahun 2020.
Ranger School adalah program sekolah pasukan paling elite di Angkatan Darat AS untuk menghasilkan lulusan US Army Ranger bagi Resimen Ranger – ke 75.
Program ini menerapkan sistem gugur, dimana setiap minggunya siswa menghadapi serangkaian ujian yang meliputi tes kemampuan fisik, navigasi darat, tes taktis, serta kepemimpinan.
Tingkat kelulusan di sekolah ini berkisar antara 20 hingga 25 persen dari total jumlah siswa.
Teddy juga pernah menempuh pendidikan di US Army Infantry School.
Pada 2019, ia berhasil lulus dari sekolah yang berlokasi di Fort Benning, Amerika Serikat itu.
Saat lulus, ia mendapatkan predikat International Honor Graduate di antara 185 siswa, yang terdiri dari 171 perwira Amerika dan 14 perwira asing.
Selain itu, dirinya juga menerima Commandant List Award serta Gold APFT (Tes Fisik dengan nilai 100 persen)[8].
Commandant’s List Award adalah penghargaan yang diberikan kepada siswa yang menunjukkan kinerja luar biasa selama pendidikan mereka.
Penghargaan ini biasanya diberikan kepada 20 persen siswa teratas dalam suatu program[9].
Gold APFT merujuk pada skor tinggi dalam Army Physical Fitness Test (APFT), yang dirancang untuk menguji kekuatan otot, daya tahan, dan kebugaran kardiovaskular prajurit di Angkatan Darat Amerika Serikat.
APFT terdiri dari tiga event: push-up, sit-up, dan lari dua mil.
Setiap event dinilai dari 0 hingga 100 poin.
Untuk lulus, prajurit harus mencapai skor minimal 60 di setiap event.
Skor total prajurit adalah jumlah poin dari ketiga event tersebut.
Jika prajurit lulus semua event, total skor bisa berkisar dari 180 hingga 300.
Pendidikan umum
SMA Taruna Nusantara, Magelang, 2007
S1 Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung, 2012
S2 Universitas indonesia, 2021 (Kajian Terorisme)
Riwayat jabatan
Komandan Peleton 3,2,1 di Batalyon Kopasus
Ajudan Kasum TNI
Perwira Operasi Batalyon - 13 Kopasus
Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo
Pama Sat-81 Gultor Mabes TNI (Pendidikan di Amerika)
Komandan Tim 1 dan 2 di Batalyon Kopasus
Ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Wakil Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu
Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029
Pendidikan militer
Akademi Militer, 2011
Kopasus, 2012
Sat Gultor Anti Teror, 2013
Terjun Free Fall, 2014
Pandu Lintas Udara, 2015
Sekolah Intel di Australia, 2015
United States Army Infantry School di Amerika Serikat, 2019
United States Army Airborne School di Amerika Serikat, 2019
United States Army Air Assault School di Amerika Serika, 2019
Ranger School, 2020
Mendapatkan skor tinggi atau “Gold” dalam APFT menunjukkan kebugaran fisik yang luar biasa.
| Karding Comeback, Inilah Daftar 8 Tokoh Sulsel di Kabinet Prabowo |
|
|---|
| 7 Bulan Usai Dicopot Prabowo dari Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding Comeback Jadi Kepala Barantin |
|
|---|
| Jumhur Hidayat Temui Presiden Prabowo Sebelum Dilantik Hari ini |
|
|---|
| Jelang Reshuffle Kabinet, Obrolan Prabowo dan Bahlil di Istana Terungkap |
|
|---|
| Bocoran Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto: Putra Sulsel Comeback Dapat Jabatan Setingkat Menteri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mayor-Teddy-saat-mengusir-seorang-Paspampres-3245454.jpg)