Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

5977 Hektar Sawah di Sinjai Sulsel Terancam Menganggur Gegara Kemarau

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin mengungkapkan terdapat 5977 hektar sawah yang belum diolah.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sudirman
Ist
Sawah di kabupaten sinjai. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA— Ribuan hektar sawah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terancam menganggur.

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin mengungkapkan, terdapat 5977 hektar sawah yang belum diolah.

“5977 hektar sawah tersebut merupakan sawah tadah hujah,” ujar Kamaruddin, Rabu (23/10/2024).

Sawah tadah hujan adalah lahan pertanian yang pengairannya bergantung pada curah hujan dan tidak memiliki irigasi permanen.

“Sawah itu belum bisa diolah karena saat ini masih musim kemarau,” ujarnya.

Dia memprediksi musim kemarau akan berakhir pada bulan akhir November atau awal Desember.

Selama musim kemarau, Dinas Pertanian Sinjai sudah menyalurkan ratusan pompa air kepada kelompok tani.

“jumlahnya 126 unit kita sudah bagi kepada kelompok tani yang tersebar di 8 Kecamatan di Sinjai,” katanya.

Kamaruddin mengaku mesin pompa air yang dibagikan mengutamakan kelompok petani yang wilayahnya menggunakan sistem tadah hujan.

“Kita utamakan wilayah petani tadah hujan, untuk sementara ini hanya sistem kompaniasi yang kita siapkan untuk menghadapi musim kemarau,” ujarnya.

Curhat Petani

Petani Abdullah mengaku tak bisa berbuat banyak karena kemarau.

"Jadi, sawah dibiarkan saja menjadi tempat tambatan ternak sapi,” kata Abdullah, warga setempat, pada Senin (21/10/2024).

Umumnya, sawah di daerah ini mengandalkan air hujan.

Setiap tahunnya, banyak sawah dibiarkan menganggur penyebab utama adalah kurangnya air untuk bercocok tanam saat kemarau berlangsung.

Debit air di Sungai Aparang juga turun drastis.

Rata-rata, sawah di daerah tersebut menganggur selama empat hingga lima bulan setiap tahunnya.

Tahun ini, sawah mulai menganggur sejak akhir Agustus. 

Para petani belum bisa turun ke sawah karena curah hujan yang minim. Dalam dua bulan terakhir, daerah tersebut baru mengalami satu kali hujan deras.

Setelah hujan pekan lalu, kemarau kembali melanda.

Masyarakat berharap bahwa pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dapat membangun bendungan yang mampu mengairi sawah mereka.

Saat ini, tiga bendungan di daerah itu belum mampu berfungsi maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin, menjelaskan bahwa sawah masyarakat umumnya berada di ketinggian dibandingkan aliran sungai.

 Ia juga menyampaikan bahwa luas sawah di daerah tersebut mencapai 372 hektare, dengan sebagian besar merupakan sawah tadah hujan.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved