Mentan di Gowa
Mentan Amran Beri Bantuan Pertanian Rp44,6 Miliar di Gowa Sulsel
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp 44,6 miliar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. .
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-GOWA.COM, GOWA – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp 44,6 miliar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Bantuan tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.
Detail bantuan tersebut meliputi: benih padi inbrida untuk lahan seluas 15.849 hektar senilai Rp 5,4 miliar, benih jagung hibrida untuk 25.110 hektar senilai Rp 22,6 miliar, dan 41 unit Combine Harvester senilai Rp 16,6 miliar.
Selain itu, bantuan dari Ditjen PSP untuk tahun anggaran 2024 berupa alat pertanian seperti TR-4, TR-2, irigasi, pompa air, hingga hand sprayer juga disalurkan, dengan total nilai Rp 20,8 miliar.
Dalam kunjungannya ke Desa Sunggumanai, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Jumat (11/10/2024), Mentan Amran Sulaiman menyoroti kondisi pangan global yang tengah menghadapi tantangan berat, antara lain perubahan iklim ekstrem dan dinamika geopolitik, khususnya di Timur Tengah.
"Saat ini situasi pangan global sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan peta ketahanan pangan 2023, ada 68 kabupaten dan kota di Indonesia yang tergolong rawan pangan," kata Amran.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan Global Food Security Index (GFSI), Indonesia berada di peringkat 63 dengan skor 60,2.
Amran juga memaparkan rencana strategis Kementerian Pertanian untuk tahun 2025, yang meliputi optimalisasi lahan rawa, pompanisasi lahan tadah hujan, pengembangan pertanian modern, serta program makan siang bergizi gratis.
Selain itu, kebijakan penguatan penyuluh pertanian dan hilirisasi komoditas pertanian menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Beberapa kebijakan lain yang sudah berjalan termasuk pengembalian alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton, pompanisasi sawah tadah hujan seluas 1 juta hektar, dan optimalisasi lahan rawa sebesar 400.000 hektar.
Amran optimistis bahwa program ini bisa mempercepat pencapaian swasembada pangan sesuai harapan Presiden.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa kegiatan optimalisasi lahan rawa sedang berlangsung di Kalimantan Selatan (46 ribu hektar), Kalimantan Tengah (81 ribu hektar), dan Merauke (40 ribu hektar).
Selain itu, program cetak sawah 3 juta hektar selama tiga tahun juga sedang dalam tahap implementasi.
Dalam penyaluran bantuan ini, Sulawesi Selatan mendapat total bantuan pertanian senilai Rp 365,32 miliar dari Kementerian Pertanian.
Bantuan tersebut mencakup alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 869.355 ton senilai Rp 4,8 triliun dan bantuan alsintan dari Ditjen PSP sejumlah 4.010 unit senilai Rp 123,6 miliar.
Selain bantuan reguler, Sulawesi Selatan juga menerima bantuan untuk bencana alam senilai Rp 48,39 miliar dan target kegiatan pompanisasi seluas 92.818 hektar serta optimasi lahan rawa seluas 13.648 hektar. (*)
Laporan Jurnalis TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Menteri-Pertanian-Amran-Sulaiman000.jpg)