Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sukseskan Pilkada 2024, Indosat Komitmen Hadirkan Jaringan Andal di Sulsel

Ruang Ngopi ini mengangkat tema Kesiapan Jaringan Seluler dan Listrik di Pilkada Sulsel 2024.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
EVP Head of Circle Kalisumapa IOH Swandi Tjia (tengah) saat menjadi pembicara Ruang Ngopi di Kantor Tribun Timur Jalan Cendrawasih No 430, Makassar, Senin (7/10/2024). Indosat bersiap menyambut Pilkada Sulsel 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersiap sambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2024.

Hal ini disampaikan EVP Head of Circle Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua (Kalisumapa) IOH Swandi Tjia, saat menjadi pembicara Ruang Ngopi di Kantor Tribun Timur Jalan Cendrawasih No 430, Makassar, Senin (7/10/2024).

Ruang Ngopi ini mengangkat tema Kesiapan Jaringan Seluler dan Listrik di Pilkada Sulsel 2024.

Swandi mengatakan, pihaknya saat ini mencermati Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulsel.

Tercatat, pada Pilkada 2024, ada sebanyak 14.544 TPS di Sulsel.

“TPS di Sulsel 14 ribu lebih. Itu kami data satu per satu. Yang penting itu TPS-nya kita identifikasi,” katanya.

Swandi menuturkan, Indosat berkomitmen menghadirkan jaringan andal saat Pilkada tersentak, terutama saat hari pencoblosan.

“Itu kita jaga bagaimana di TPS itu bisa tercover jaringannya Indosat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Swandi memaparkan bahwa jaringan andal juga didukung inovasi Indosat.

Beberapa waktu lalu, Indosat meresmikan Digital Intelligence Operations Center (DIOC). 

Fasilitas termutakhir ini menandai kemajuan signifikan bagi komitmen Indosat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi lebih dari pelanggan di seluruh Indonesia.

“Indosat saat ini sudah bangun Digital Intelligence Operations Center yang ada di Pusat. Di regional kita itu namanya command center. Teknologi kita dipakai di DIOC itu AI,” paparnya.

“Artinya ketika ada terganggu itu bisa terdeteksi. Misalnya TPS A bisa dilihat di BTS mana. Itu pentingnya kami mapping kalau TPS A dicover di BTS mana,” tambah Swandi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved