Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Marissa Haque

Perjalanan Karier Marissa Haque dari Artis Jadi Politisi Hebat, Hari Ini Berpulang

Kabar berpulangnya Marissa Haque disampaikan oleh snag putri,  Chiki Fawzi.

Editor: Ansar
Instagram
Artis peran Marissa Haque. Marissa Haque meninggal di usia 61 tahun. (Instagram @marissahaque.) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Profil dan perjalanan karier artis Marissa Haque.

 Marissa Haque meninggal dunia di usia 61 tahun pada Rabu (2/10/2020) dini hari. 

Kabar berpulangnya Marissa Haque disampaikan oleh snag putri,  Chiki Fawzi.

"Telah berpulang dengan tenang ke rahmatullah, Marissa Grace binti Haque," kata Chiki Fawzi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu.

 Marissa Haque adalah seorang artis legendaris era 1980-an sekaligus istri dari aktor Indonesia, Ikang Fawzi.

Ia adalah artis senior yang berjaya di masanya.

Tidak hanya di kancah dunia peran, Marissa juga sempat terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Lantas, seperti apa profil Marissa Haque?

Profil Marissa Haque

Marissa Grace Haque atau kerap ditulis Marissa Haque-Fawzi lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 15 Oktober 1962.

Dilansir dari laman Universitas Trisakti, dia lahir dari pasangan Allen Haque, pria keturunan India-Belanda-Perancis, dengan R.Ay Mieke Soeharijah, perempuan asal Jawa-Madura.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini menjalani masa kecil berpindah-pindah lantaran mengikuti ayahnya yang bekerja di PT Pertamina.

Dari TK dan SD di Palembang, Sumatera Selatan, Marissa pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan dasarnya di SD Tebet Timur Pagi III.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 73, Tebet, Jakarta, serta sekolah menengah atas di SMA Negeri 8, Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Lulus sekolah menengah atas, Marissa melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta untuk meraih gelar Sarjana Hukum.

Selesai menjadi sarjana, Marissa Haque terus menuntut ilmu di berbagai bidang studi magister.

Dia meraih gelar Magister Manajemen dari jurusan Human Resource and Organizations (HRO), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Meski tidak sampai selesai, Marissa sempat mencicipi berkuliah di Ohio University, Athens, Amerika Serikat jurusan Film. 

Artis peran Tanah Air ini pun tercatat masuk ke jurusan Television dan Space Communications/Satellite dari universitas yang sama.

Marissa Grace Haque kemudian kembali melanjutkan pendidikan doktor atau S3 di jurusan Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan Hidup (PSL) IPB University.

Marissa Haque di dunia hiburan Marissa Haque memulai karier sebagai seorang film.

Sepanjang hidupnya, dia telah membintangi berbagai film layar lebar pada era 1980-an.

Beberapa di antaranya, drama romantis bertajuk Tinggal Landas Buat Kekasih (1984) dan Biarkan Bulan Itu (1986).

Akting yang mengesankan di kedua film tersebut mengantar Marissa masuk nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia.

Dia bahkan memenangkan kategori "Aktris Pendukung Terbaik" pada 1985 untuk perannya di film Tinggal Landas Buat Kekasih.

Tidak hanya penghargaan, film yang sama turut membawa Marissa Haque bertemu dengan Ikang Fawzi.

Marissa menikah dengan Ikang Fawzi pada 3 Juli 1986, serta telah dikaruniai dua anak perempuan, Isabella Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.

Kariernya yang cemerlang di industri hiburan tak menyurutkan niat Marissa Haque untuk terjun ke bidang lain seperti politik.

Marissa, yang juga dikenal sebagai produser, sutradara, editor, dan penulis, beralih ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Marissa Haque terjun ke politik Dilansir dari buku Profil dan Program Anggota DPR-RI 2004-2009, Marissa terpilih sebagai wakil rakyat dari fraksi PDI-P asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II.

Saat itu, dia mengatakan, sosok artis yang berkiprah sebagai politisi juga tetap mampu menjadi magnet yang berdaya tarik kuat serta menjadi corong aspirasi rakyat.

"Kontribusi dan peran apa yang akan diberikan para artis atau selebriti ini kita lihat saja pada perkembangannya di masa yang akan datang," kata Marissa.

Kehadiran para artis yang biasanya dekat dengan rasa kemanusiaan dan dipenuhi oleh empati, katanya, akan memperkuat nilai, semangat, dan warna kemanusiaan ke dalam politik Indonesia.

"Dan inilah demokrasi, siapa pun berhak aktif dalam politik. Lagi pula semua itu akan serba terbuka dan transparan untuk diikuti dan dikontrol," tuturnya.

Marissa dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009.

Namun, dia maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2006 sebagai wakil gubernur mendampingi Zulkieflimansyah.

Diberitakan Antara, Senin (28/8/2006), pasangan Zulhaq ini diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Syarikat Islam (PSI) pada Agustus 2006.

Akibat pencalonannya di pilkada. dia pun dikeluarkan dari DPR RI.

Marissa sempat mengungkap, dia diminta mundur oleh Sekretaris Jenderal PDI-P saat itu Pramono Anung.

PDI-P PDI-P sendiri mengusung pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Mohammad Masduki yang kemudian memenangkan Pilkada Banten 2006.

Setelah karier politiknya di PDI-P, Marissa memutuskan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 2007.

Pada 2012, Marissa Grace Haque kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved