Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BMKG Sulsel

VIDEO: BMKG Ajak 30 Petani Kenali Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian

Kegiatan yang diinisiasi oleh BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 30 petani di Kecamatan Maros Baru, Maros mengikuti Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional 2024.

Kegiatan yang diinisiasi oleh BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab menjelaskan Sekolah Lapang Iklim ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani terkait infomasi perubahan iklim dan pemanfaatannya pada sektor pertanian.

“Jadi peserta sekolah iklim tahu menerjemahkan informasi iklim dan memanfaatkannya untuk kegiatan pertanian mereka,” katanya saat ditemui usai penutupan kegiatan SLI, di Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Maros, Rabu (21/8/2024).

Dalam kegiatan sekolah lapang ini, para petani banyak belajar terkait dampak perubahan iklim pada sektor pertanian.

Salah satunya, masa panen padi yang lebih cepat diakibatkan angin fohn atau lebih dikenal dengan angin barubu dalam bahasa Makassar.

Fachri menjelaskan perubahan iklim ini memang merupakan fenomena yang sudah terjadi secara global.

“Dampaknya pada bidang pertanian, yakni makin berkurangnya curah hujan pada periode musim kemarau dan pada musim hujan, curah hujan semakin tinggi dan intens sehingga menimbulkan genangan pada lahan pertanian warga,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Maros Fadli mengatakan saat ini ada beberapa lahan pertanian yang tidak terpakai akibat dari perubahan iklim yang terjadi.

Pengelolaan lahan yang hanya menggunakan sistem tadah hujan membuat lahan tersebut tak dapat digunakan utamanya pada musim kemarau seperti saat ini.

“Ada beberapa utamanya pada lahan yang berada di daerah pesisir,” ungkapnya

Oleh karena itu, pihaknya gencar untuk menjalankan program penambahan area tanam dengan membagikan pompa air kepada petani.

Tujuannya agar potensin sumber air yang dapat mendukung produktivitas pertanian dapat dimaksimalkan.

“Kita sudah menyerahkan lebih dari 100 pompa untuk membantu petani memanfaatkan potensi sumber air sehingga lahannya bisa digunakan walau di tengah cuaca seperti saat ini,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved