Crazy Rich Indonesia
Bukan Haji Isam, Sosok Low Tuck Raja Batu Bara dari Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia
Pria yang berada di peringkat ke-81 orang terkaya di dunia itu memiliki kekayaan 24 miliar dolar AS atau setara Rp 379 triliun.
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu dari 100 orang terkaya di dunia adalah Low Tuck Kwong.
Pria yang berada di peringkat ke-81 orang terkaya di dunia itu memiliki kekayaan 24 miliar dolar AS atau setara Rp 379 triliun.
Sumber kekayaannya berasal dari tambang batu bara.
Data ini diperoleh dari situs Forbes.com, Selasa (13/8/2024).
Jika Haji Isam atau Syamsuddin Andi Arsyad jadi raja batu bara dari Batulicin, Kalimantan Selatan, maka Low Tuck Kwong dikenal dijuluki raja batu bara Indonesia.
Low Tuck Kwong merupakan pendiri perusahaan tambang batu bara di Indonesia, Bayan Resources.
Pria 76 tahun itu lahir pada 17 April 1958 di Singapura.
Ayahnya bernama David Low Nyi Ngo, seorang direktur dan pemilik perusahaan konstruksi di Singapura.
Sewaktu muda, tepatnya ketika dia berusia 20 tahun, Low Tuck Kwong pernah bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya di Singapura, setelah itu di tahun 1972, dia memutuskan untuk merantau ke Indonesia demi mendapatkan peluang dan kesempatan yang jauh lebih besar.
Selepas mendarat di Indonesia, dia mulai menjajal peruntungan di bidang bisnis yang sama dengan yang digeluti oleh sang ayah, yakni kontraktor bangunan.
Low Tuck Kwong mulai merintis perusahaan konstruksi yang khusus menangani pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah hingga konstruksi bawah laut.
Kemudian usaha Low Tuck Kwong ini semakin terlihat, di tahun 1988 dia berhasil mendapatkan kontrak batu bara.
Baca juga: Ayahnya Orang Terkaya Dunia Pemilik Rp 409 Triliun, Armand Hartono Tak Malu Pakai Sepatu Robek
Setelah itu, pada Tahun 1992 Low Tuck memutuskan untuk pindah kewarganegaraan, dia yang sebelumnya berstatus sebagai warga Singapura kemudian beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Lalu, pada tahun 1997, Low Tuck Kwong mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama.
Kemudian di tahun 1998 dia mulai mengoperasikan terminal batubara di Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Low-Tuck-Kwon-1-1382024.jpg)