Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bisnis Kotoran Sapi Jadi Pekerjaan Baru Pemuda Desa Baru di Sinjai Sulsel

Pemuda Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kelompok Tani Pemuda Sartani (KTPS) Desa Baru

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUH AINUN TAQWA
Pemuda Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kelompok Tani Pemuda Sartani (KTPS) Desa Baru mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Tampak aktivitas mereka sebagaimana diabadikan, Kamis (8/8/2024). 

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Ainun Taqwa

SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemuda Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kelompok Tani Pemuda Sartani (KTPS) Desa Baru mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.

Kepala Desa Baru, Muhlis pengelolaan ini untuk memanfaatkan potensi kotoran ternak sapi untuk diolah menjadi pupuk kompos granular organik melalui teknologi tepat guna.

Hal itu dilakukan kata Muhlis karena melihat potensi yang ada di Desa Baru ini cukup banyak kotoran ternak 99 persen masyakarat desa baru memiliki ternak sapi.

“Kotoran ternak sapi ini kita kumpul dan diolah oleh pemuda Desa Baru,” katanya, Kamis (8/8/2024).

Pemerintah Desa (Pemdes) Baru melakukan pengadaan mesin pengelola menggunakan Anggaran Dana Desa (DD).

Kapasitas mesin produksi 1 sampai degan 2 ton per perhari.

“Kita kucurkan ADD Rp48 juta untuk membeli mesin agar pengelolaan pupuk kompos lebih maksimal,” ujarnya.

Lanjut Muhlis produksi pupuk kompos sudah berjalan sekitar satu bulan.

“Untuk sementara hanya produksi dan dipakai oleh anggota kelompok tani,” katanya.

Ia mengaku produksi pupuk kompos belum maksimal.

Hal itu karena kurangnya bahan baku (kotoran ternak).

“Sementara belum dipasarkan terkendala di bahan baku, karena kotoran sapi ini harus kering baru bisa diolah,” ujarnya.

Meski begitu Muhlis optimis akan mengembangkan produksi pupuk kompos tersebut.

“Akan dikembangkan dan menjadi usaha untuk meningkatkan perekonomian masyakarat desa,” katanya.

Saat ini KTPS membeli kotoran sapi basah seharga Rp100 rupiah.

Sementara kotoran sapi kering Rp200 rupiah.

“Setelah pupuk kompos jadi kita jual Rp1.000 per kilogram,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved