Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mencari Cagub Prolansia

'Jangan Hanya Haji, Politik Juga Harus Ramah Lansia'

Lansia harus menjadi perhatian utama dari para bakal calon gubernur di Sulsel karena mereka memiliki kekuatan elektoral yang signifikan. Jangan hanya

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin, Prof Firdaus Muhammad 

Berita ini merupakan lanjutan berita sebelumnya: Lansia Care Hanya Sekadar Janji Kampanye Danny Pomanto atau Nyata Terealisasi? Cek Faktanya

TRIBUN-TIMUR.COM - Lansia harus menjadi perhatian utama dari para bakal calon gubernur di Sulsel karena mereka memiliki kekuatan elektoral yang signifikan.

Jangan hanya mau didukung lansia, tapi harus juga mendukung program prokesejahteraan lansia.

Dengan populasi lansia dan pralansia yang mencapai lebih dari seperempat dari total penduduk, suara mereka menjadi sangat berpengaruh pada 27 November 2024 nanti.

Bakal calon gubernur yang peduli terhadap kebutuhan lansia, seperti layanan kesehatan yang lebih baik, program kesejahteraan, dan fasilitas umum yang ramah lansia, berpotensi mendapatkan dukungan kuat dari kelompok ini. 

Selain itu, memperhatikan lansia juga mencerminkan komitmen bakal calon gubernur terhadap inklusivitas dan kesejahteraan seluruh masyarakat. 

“Tak hanya (slogan) Haji Ramah Lansia, tapi juga Politik Ramah Lansia,” kata pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin, Prof Firdaus Muhammad, Senin (30/4/2024).

Pada tahun 2023, Firdaus menjadi petugas haji dan Kementerian Agama menggaungkan gerakan Haji Ramah Lansia.

Keberadaan lansia sebagai pemilih menunjukkan bahwa mereka tidak hanya pasif menerima kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam menentukan arah politik daerah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa lansia bukan hanya menjadi objek perhatian sosial, tetapi juga memiliki kekuatan elektoral signifikan.

Kekuatan elektoral lansia menjadi perhatian utama calon karena jumlah pemilih lansia yang signifikan.

Dalam setiap pemilu, lansia tidak hanya datang sendiri ke tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga sering kali membawa pengaruh kepada anggota keluarga lainnya.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa lansia memiliki peran strategis dalam menentukan preferensi pemilih.

“Lansia itu tidak hanya seorang diri, dia juga punya keluarga. Mereka punya hak pilih,” kata Firdaus.

Pendekatan ramah lansia tak boleh hanya sekadar retorika kampanye, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved