Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus DBD Sidrap

Ini Sebaran 300 Kasus DBD di Sidrap, Kecamatan Pangkajene Terbanyak

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) naik signifikan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

|
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Hasriyani Latif
ist
Puskesmas Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) naik signifikan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kasus DBD di bumi Nene' Mallomo itu sudah tembus 300 kasus hingga Juli 2024 ini.

Dua pasien yang terjangkit meninggal.

Dari laporan angka kasus DBD per puskesmas di Sidrap, Puskesmas Pangkajene menyumbang pasien DBD terbanyak yakni 77 pasien.

Disusul Puskesmas Amparita 71 kasus, Bilokka 57 kasus, Lawawoi 43 kasus, Empagae 16 kasus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Waspada! DBD di Sidrap Sulsel Capai 300 Kasus, 2 Meninggal

Rappang 11 kasus, Belawae 10 kasus, Baranti 6 kasus, Lancirang 4 kasus dan Puskesmas Manisa 2 kasus.

Sementara Puskesmas Kulo, Dongi dan Puskesmas Tandrutedong mesing-masing menyumbang 1 kasus pasien DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidrap, dr Ishak Kenre mengatakan, meski terjadi peningkatan kasus DBD di Sidrap, kamar perawatan di rumah sakit dan Puskesmas saat ini masih aman.

"Alhamdulillah sampai saat ini masih aman ruang perawatan yang tersedia," katanya kepada Tribun-Timur.com, Senin (15/7/2024).

Namun demikian, pihak Dinkes Sidrap tetap mewanti-wanti membeludaknya pasien DBD di Sidrap melihat tren peningkatan kasus terus terjadi.

"Pastinya tetap kami mewanti-wanti kalau kasus terus bertambah, artinya kamar perawatan juga semakin sedikit," ungkapnya.

Dia pun meminta masyarakat Sidrap mewaspadai kasus DBD.

Apalagi saat ini masih masuk musim pancaroba.

"Kami minta masyarakat waspada, makanya mulai dari sekarang polah hidup bersih harus diterapkan. Jangan sampai ada tumpukan sampah, genangan air di sekitar rumah, karena itu menjadi sarang nyamuk," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, di awal 2024 penyebaran penyakit DBD di Sidrap sudah menunjukan kenaikan signifikan.

Di Januari kasus DBD sebanyak 60 kasus, Februari sempat menurun diangka 46 kasus dan Maret 33 kasus.

Bulan April kembali meningkat sebayak 35 kasus, Mei 53 kasus, Juni 51 kasus dan Juli 22 kasus, total 300 kasus.

Dari 300 kasus tersebut dua pasien terjangkit dinyatakan meninggal dunia.

"Awal 2024 kemarin langsung 60 kasus. Sampai bulan Juli ada total 300 kasus DBD di Sidrap, ada dua pasien meninggal dunia," jelas Ishak.

Ishak mengutarakan, banyaknya kasus DBD di Sidrap dikarenakan musim pancaroba ditambah lagi pola hidup masyarakat yang kurang bersih dan tidak sehat.

"Memang musim pancaroba. Tapi kan kita tidak boleh terus menyalahkan musim. Nah sebenarnya ini pola kehidupan masyarakat kita yang kurang bersih," ucapnya.

Dia pun menambahkan, pihaknya dari dulu terus melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan polah hidup bersih lingkungan.

"Sebelum-sebelumnya kami sangat gencar melakukan pencegahan atau PSN. Nah kalau kasusnya tinggi seperti, semoga saja masyarakat lebih sadar akan kebersihan lingkungan," ujarnya.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Rachmat Ariadi

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved