Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Donald Trump Ditembak

Pakar HI Unhas: Penembakan Donald Trump Jadi Alarm Pemilu AS

Menurut Ishaq, insiden penembakan Donald Trump menjadi alarm untuk meningkatkan kewaspadaan pada Pemilihan Umum (Pemilu) AS pada November 2024.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Pakar Hubungan Internasional (HI) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Ishaq Rahman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pakar Hubungan Internasional (HI) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Ishaq Rahman, menanggapi insiden penembakan yang terjadi pada calon presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebagaimana diketahui, Donald Trump ditembak saat sedang berkampanye di Butler, Penynsylvania pada Sabtu (13/7/202) waktu setempat atau Minggu (14/7/2024) pagi waktu Indonesia.

“Terus terang ini peristiwa yang mengejutkan, walaupun kekerasan dalam politik, termasuk di Amerika Serikat sebenarnya hal yang tidak lumrah, tapi memang pernah beberapa kejadian (penembakan),” kata Ishaq, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (14/7/2024).

Menurut Ishaq, insiden penembakan Donald Trump menjadi alarm untuk meningkatkan kewaspadaan pada Pemilihan Umum (Pemilu) AS pada November 2024.

Apalagi, kata dia, Pemilu AS nantinya kembali akan memperhadapkan Donald Trump dengan Joe Biden.

“Ini semacam pertarungan ulang keduanya, dan kita ketahui Pemilu lalu, Donald Trump hampir tidak mau mengakui kekalahannya, dan pendukungnya saat itu sempat mau menduduki gedung putih,” jelas Ishaq.

Menurut Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unhas ini, pelaku penembakan Donald Trump bukan dari pendukung Joe Biden.

“Kalau menurut saya, kecil kemungkinan berasal dari pendukungannya Joe Biden, tetapi ini orang yang tidak suka Donald Trump,” katanya.

Ishaq juga menilai, dengan kejadian insiden penembakan Joe Biden tidak akan mempengaruhi arah dukungan calon presiden.

Sebab, menurut Ishaq, pemilih Amerika Serikat cenderung mengalihkan dukungan ke kandidat lain karena faktor isu atau program.

“Makanya betul-betul kandidat beraduh gagasan, dan fenomena seperti ini (penembakan) kecil sekali terhadap faktor keterpilihan,” kata Ishaq.

“Menurut dari pengalaman kita selama ini, peristiwa seperti ini tidak cukup berpengaruh pada hasil Pemilu biasanya,” tambah Mantan Kepala Humas Unhas tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved