Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub DKI

Bukan Ridwan Kamil, Sosok Baru Disiapkan Golkar Jadi Pendamping Kaesang Pangarep di Pilgub DKI

Terbaru Partai Golkar menyiapkan Jusuf Hamka atau Babah Alun mendampingi Kaesang Pangarep di Pilgub DKI.

Editor: Sudirman
Ist
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, beri keterangan pers usai bertemu di kantor di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (11/6/2024).  

TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Golkar tak lagi melirik Ridwan Kamil maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.

Ridwan Kamil akan disiapkan maju di Pilgub Jawa Barat.

Terbaru Partai Golkar menyiapkan Jusuf Hamka atau Babah Alun mendampingi Kaesang Pangarep di Pilgub DKI.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di kantor DPP Golkar, Kamis (11/7/2024)

Alasan Airlangga memilih Jusuf Hamka karena Jakarta memiliki tantangan besar karena penduduknya mencapai 10 juta orang.

Baca juga: Survei Terbaru Pilgub Jateng Unggulkan Kaesang Pangarep, Dua Jenderal Berpotensi Lawan Anak Jokowi

Sehingga, sosok yang memimpin Jakarta harus memiliki solusi untuk mengatasi kemacetan di wilayah tersebut.

"Khusus untuk Jakarta, Golkar tentu melihat tantangan Jakarta besar sekali, termasuk kita ingin Jakarta ini salah satu kota dengan penduduk 10 juta," ujarnya.

Ke depannya, Jakarta harus mengalahkan Thailand, Bangkok, untuk mengatasi kemacetan.

"Sehingga tantangan utama Jakarta adalah infrastruktur," kata Airlangga.

Oleh sebab itu, Golkar menyodorkan nama Jusuf Hamka sebagai pendamping Kaesang di Pilkada Jakarta.

“Untuk mendukung Kaesang, seandainya beliau memilih Jakarta, saya siapkan kader Partai Golkar yang sudah malang melintang di infrastruktur, yaitu Babah Alun,” ungkap Airlangga.

Meski demikian, Ketum Golkar masih akan melihat perkembangan politik ke depan dan berkonsultasi dengan partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Kita banyak punya waktu tidak terburu-buru, kita akan berbasis ilmiah kepada survei, dan tentu kita akan berbicara dengan Koalisi Indonesia Maju," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Letjen (Purn) Lodewijk Paulus.

Ia mengatakan, pengusaha Jusuf Hamka sudah memiliki konsep untuk mengatasi permasalahan macet dan banjir di DKI Jakarta.

Golkar pun memutuskan untuk mengusung Jusuf Hamka menjadi cawagub Kaesang Pangarep.

"Ini (Kaesang) anak muda, ada Babah Alun (Jusuf Hamka) yang pakar di infrastruktur. Dan permasalahan di Jakarta kan pasti macet."

"Nah beliau sudah punya konsep masalah itu, terkait dengan infrastruktur lain, bagaimana mengatasi banjir, beliau sudah tahu," kata Lodewijk di kantor DPP Golkar, dilansir Kompas.com.

"Beliau itu kan pakar dan praktisi dalam infrastruktur, terutama jalan tol. Dan beliau sudah punya konsep, dan bukan konsep lagi, sudah beliau jalankan, bagaimana mengatasi macet di Jakarta," lanjutnya.

Lebih lanjut, Lodewijk menjelaskan, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi alasan pengusungan Jusuf Hamka.

Merespons dukungan Golkar, Jusuf Hamka mengatakan baru mengetahui hal tersebut.

"Tanya beliau (Airlangga). Saya juga baru tahu," kata Jusuf, Kamis.

Namun, Jusuf Hamka membenarkan, dirinya memang ditawarkan ke Kaesang untuk posisi Cawagub Jakarta.

Saat ditanya kesiapannya jika hal itu terjadi, Jusuf hanya tertawa kecil.

Jusuf Hamka menjawab, dirinya kader Partai Golkar sejak lama.

"Saya sudah lama (kader Golkar) dari tahun 60-an, 69," ucapnya.

Sementara itu, Kaesang mengatakan masih ada waktu 49 hari menuju pendaftaran Pilkada 2024.

"Balik lagi ini kan politik angat dinamis, khususnya di Jakarta. Jadi, kita tunggu saja aja sampai nanti akhir pendaftaran di 29 Agustus," katanya.

Diketahui, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan empat mata dengan Kaesang Pangarep.

Pertemuan empat mata Airlangga dan Kaesang berlangsung di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari 1 jam itu, belum disepakati apakah Kaesang akan dimajukan di Pilkada Jakarta atau Jawa Tengah 2024.

Duet Dharma Pongrekun - Kun Wardhana

Dharma Pongrekun - Kun Wardhana menjadi pasangan pertama dipastikan maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.

Duet Dharma Pongrekun - Kun Wardhana akan menantang Anies Baswedan - Sohibul Iman yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasangan Dharma Pongrekun - Kun Wardhana maju lewat jalur independent di Pilgub DKI.

Kepastian Dharma Pongrekun maju di Pilgub DKI Jakarta setelah ditetapkan dalam rapat pleno Rekapitulasi Hasil Verifikasi Administrasi Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan Pasca Putusan Bawaslu Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Dharma Pongrekun-Kun Wardhana dinyatakan memenuhi syarat (MS) dukungan dalam verifikasi administrasi (vermin).

"Dengan demikian status verifikasi administrasi (Dharma - Kun) pasca tindaklanjut Bawaslu dinyatakan memenuhi syarat," kata Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Teknis Penyelenggara Pemilu, Dody Wijaya dalam rapat pleno yang digelar di Kantor KPU Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat.

Adapun pasangan Dharma-Kun memenuhi syarat dukungan minimal untuk maju di Pilkada Jakarta jalur independen sebesar 618.968 dukungan.

Kemudian, Dharma-Kun sendiri berhasil mengumpulkan 721.221 dukungan dari warga Jakarta yang dibuktikan dengan KTP.

Selain itu, Dharma-Kun juga memenuhi syarat minimal sebaran dukungan di empat kabupaten/kota yang telah ditetapkan.

Untuk diketahui, sampai saat ini baru Anies Baswedan yang digadang-gadang menjadi calon kuat yang akan maju di Pilgub DKI Jakarta.

Anies juga telah mendapatkan dukungan dari DPP PKS dan DPW PKB DKI Jakarta.

Anies sebelumnya telah maju Pilpres 2024 bersama Muhaimin Iskandar yang diusung oleh PKB, NasDem dan PKS.

Meski begitu, pasangan ini mengalami kekalahan dari pasangan Prabowo-Gibran.

Berikut jadwal tahapan Pilkada 2024:

27 Februari-16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;

24 April-31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;

5 Mei-19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;

31 Mei-23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;

24-26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;

27-29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;

27 Agustus-21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;

22 September 2024: Penetapan pasangan calon;

25 September-23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;

27 November 2024: pelaksanaan Pemungutan suara;

27 November-16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Tribunnews

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved