Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM National Championship 2024

Viral Dugaan Pengaturan Skor PSM National Championship 2024, Panpel Beri Respon

Dalam video beredar terlihat kiper SSB Hasanuddin membiarkan lawannya Lapatau Bone mencetak gol tanpa ada upaya menghalau.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Juara PSM National Championship 2024 Syech Yusuf angkat trofi di Lapangan FIK UNM Banta-bantaeng, Makassar, Minggu (7/7/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Panitia Pelaksana (Panpel) PSM National Championship 2024 U-10 dan U-12 angkat bicara soal dugaan pengaturan skor antara SSB Hasanuddin dan Lapatau Bone.

SSB Hasanuddin dan Lapatau Bone bertemu di pertandingan terakhir Grup A U-12 di Lapangan Sepak Bola Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (6/7/2024).

Dalam video beredar terlihat kiper SSB Hasanuddin membiarkan lawannya Lapatau Bone mencetak gol tanpa ada upaya menghalau.

Direktur Pertandingan M Arif Rijal menyayangkan dan menyesalkan adanya tindakan tersebut.

Hal tersebut dinilai tidak menjunjung tinggi sportivitas olahraga dan semangat fair play.

Tindakan pun telah dilakukan.

Pemantau pertandingan kala itu langsung melaporkan kejadian tak sportif tersebut.

Usai pertandingan, panitia pelaksana langsung menggelar rapat dengan wasit, pelatih dan ofisial Hasanuddin FC untuk mengklarifikasi.

Dari pengakuan pelatih Hasanuddin FC, ungkap Arif, tidak ada niat dan maksud melakukan pengaturan skor atau match fixing.

Sebelum peristiwa tersebut, pelatih hanya menyampaikan dan memotivasi anak asuhnya bahwa jika meraih hasil seri saja, Hasanuddin FC sudah lolos ke 16 besar.

"Diduga pernyataan itulah kemungkinan yang ditangkap dan diartikan oleh anak-anak Hasanuddin sebagai suatu keharusan untuk mencapai hasil seri saja," jelasnya saat ditemui di Warkop Peng, Jl Cendrawasih, Kota Makassar, Rabu (10/7/2024).

"Jadi diduga terjadi komunikasi dan misinterpretasi antara pelatih dan ofisial dengan pemainnya," tambahnya.

Arif melanjutkan, sampai peristiwa tersebut terjadi Hasanuddin di Grup A di babak selanjutnya, belum jelas lawan ditemui di Grup H.

Sebab harus menunggu urutan tiga terbaik akan lolos ke babak 16 besar.

"Sehingga dapat disimpulkan peristiwa itu bukan untuk menghindari atau memilih lawan babak 16 besar," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved