Warga Geruduk PDAM Parepare
Air Bersih Tak Ngalir 6 Hari, PDAM Parepare Kerahkan 2 Mobil Tangki ke Kampung Mandar
PDAM menduga ada kebocoran pipa yang tidak terlihat sehingga menyebabkan terjadinya tekanan air berkurang.
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - PDAM Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengerahkan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih di Kampung Mandar.
Sudah enam hari air bersih tak mengalir di Kampung Mandar, Kecamatan Bacukiki.
Direktur PDAM Parepare Andi Firdaus Djollong mengatakan saat ini pihaknya masih mencari penyebab terganggunya distribusi air di Kampung Mandar.
Dia menduga ada kebocoran pipa yang tidak terlihat sehingga menyebabkan terjadinya tekanan air berkurang.
"Sementara tim bekerja di lapangan. Sebenarnya sudah seminggu kami cari tapi belum diketahui apa penyebabnya wilayah Kampung Mandar itu tidak mengalir airnya," katanya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (10/7/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS: 6 Hari Air Bersih Tak Mengalir, Warga Geruduk PDAM Parepare
"Kemungkinan ada kebocoran yang tidak terlihat ini jadi tekanannya turun, karena ada wilayah alirannya sama dengan Kampung Mandar itu mengalir airnya," ungkapnya.
Firdaus mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Mandar, pihaknya sudah mengerahkan dua mobil tangki air bersih kapasitas 5.000 liter.
Pihaknya melakukan bypass atau menyambung pipa saluran yang tidak dialiri air bersih.
"Kita bypass pipanya. Jadi kami alihkan ke pipa yang bisa dialiri air bersih. Sambil menunggu itu kami sudah kerahkan dua mobil tangki 5 ribu liter untuk menyuplai air bersih ke warga," ucapnya.
"Kami mohon maaf kepada warga khususnya Kampung Mandar atas hal ini, kami terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kami," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Mandar, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan air bersih PDAM yang tidak mengalir enam hari.
Akibatnya, warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga pun setiap harinya berbondong-bondong ke rumah warga yang menggunakan sumur bor untuk memperoleh air air bersih.
Warga Rasyid mengatakan, setiap pagi dirinya harus ke rumah kerabat berjarak dua kilometer (Km) dari rumahnya untuk mendapatkan air bersih.
"Kita bawa jerigen setiap pagi ke rumah tetangga mi yang punya sumur bor. Sekitar dua kilo ji dari rumah tapi pendakian kan jadi lumayan," katanya, Selasa (9/7/2024).
Warga sudah melaporkan kondisi tersebut ke PDAM.
"Sejak minggu lalu itu dilaporkan waktu hari pertama mati airnya. Tapi tidak ada penanganan. Makanya tadi warga ke PDAM kan," ungkapnya.
Dia pun menyayangkan pelayanan PDAM Parepare yang kurang maksimal dan tidak sigap mengatasi masalah.
Padahal menurutnya, dirinya tidak pernah menunggak pembayaran tagihan air PDAM.
"Tidak sesuai lah pelayanannya. Kalau tagihan PDAM saja langsung datang, tapi kalau ada masalah begini tidak ada bergerak," ucapnya.
Terpisah, Manajer teknik dan operasi PDAM Parepare, La Odi mengutarakan, timnya saat ini turun ke lokasi untuk memeriksa penyebab air bersih tidak mengalir di wilayah Kampung Mandar.
"Tim sudah di lapangan untuk mengecek penyebabnya. Segera kami benahi, Insyaa Allah besok sudah bagus," ujarnya.
Warga Kampung Mandar pun sempat menggeruduk Kantor PDAM Parepare.
Kedatangan warga tersebut untuk menuntut pihak PDAM dikarenakan air di wilayah Kampung Mandar, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare sudah tidak mengalir selama enam hari.
Keadaan itu mengakibatkan sekitar 50 kepala keluarga (KK) di Kampung Mandar kesulitan air.
Dia pun menuntut pihak PDAM Parepare bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Pasalnya, tagihan PDAM terus berjalan sementara air tidak mengalir.
"Kita sampai pergi cari air bersih di rumah warga yang punya sumur. Kami tuntut ini pelayanannya PDAM, kalau menagih cepat sementara kalau ada kondisi seperti ini tidak ada bergerak," ungkapnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Rachmat Ariadi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.