Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PLN dan Inspektorat Kementerian ESDM Gelar Diskusi Teknik, Bahas Keberlanjutan EBT

Potensi penyerapan energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Sulawesi Utara adalah langkah penting yang perlu dioptimalkan.

PLN
PLN UIP3B Sulawesi gelar diskusi teknik bersama Inspektorat Kementerian ESDM membahas keberlanjutan Energi Baru Terbarukan (EBT) di sistem Ketenagalistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - PLN UIP3B Sulawesi mengadakan diskusi teknik bersama Inspektorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai keberlanjutan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sistem ketenagalistrikan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Diskusi ini digelar di Tomohon, Sulawesi Utara pada Minggu (30/6/2024) dengan fokus utama pada EBT.

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Jarot Setyawan, menyatakan bahwa sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060, PLN terus berinovasi untuk menyediakan listrik bersih bagi masyarakat.

Kehadiran tim Inspektorat Kementerian ESDM memberikan wawasan baru yang berharga bagi kelangsungan pasokan listrik berbasis EBT.

Jarot menjelaskan bahwa diskusi mengenai potensi penyerapan energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Sulawesi Utara adalah langkah penting yang perlu dioptimalkan.

Strategi konkret harus diambil untuk meningkatkan penyerapan energi dari PLTP yang ada.

Foto bersama usai menggelar diskusi teknik bersama Inspektorat Kementerian ESDM.
Foto bersama usai menggelar diskusi teknik bersama Inspektorat Kementerian ESDM. 

Ir Bambang Purbiyantoro, Inspektur Panas Bumi Ahli Madya Kementerian ESDM, menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi yang memiliki potensi besar di Sulawesi Utara. Listrik dari PLTP harus diserap secara optimal oleh jaringan listrik yang ada.

PLN, sebagai perusahaan besar di sektor energi listrik, telah memanfaatkan EBT selama puluhan tahun dan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk menyediakan listrik yang bersih dan berkualitas. Isu global tentang perubahan iklim juga menjadi perhatian utama.

"Ini adalah langkah penting dalam mendukung program pemerintah meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," ujarnya.

Sementara Manager Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Minahasa, Furqan Idris mengapresiasi kunjungan tim Inspektorat Kementerian ESDM.

Antusiasme peserta diskusi menunjukkan bahwa EBT adalah potensi besar yang harus digali untuk manfaat masyarakat luas.

Dengan dukungan dari Kementerian ESDM, diharapkan ini menjadi titik balik pemanfaatan energi listrik berbasis EBT di Sulawesi. Saat ini, bauran energi EBT di Sulawesi mencapai 45,78 persen.

"Semoga upaya optimalisasi penyerapan listrik dari PLTP di Sulawesi Utara dapat berjalan efektif, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan listrik ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia," tutup Furqan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved