Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Soal Anggaran Kontainer Sampah di Wajo Sulsel, Ini Dugaan Komisi I DPRD

Ambo Mappasessu menilai kemungkinan pengadaan kontainer sampah belum terealisasi lantaran adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Hasriyani Latif
Dok Tribun Timur
Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Wajo, Ambo Mappasessu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo 'ogah' urusi sampah berserakan di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua Komisi I DPRD Wajo Bidang Pemerintahan, Ambo Mappasessu mengaku tidak tahu menahu perkembangan anggaran pengadaan kontainer sampah.

"Saya tidak tahu perkembangannya karena sudah kami usulkan melalui reses dan musrembang," ujarnya, Jumat (28/6/2024).

Ambo Mappasessu menilai kemungkinan pengadaan kontainer sampah belum terealisasi lantaran adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Tapi kalau nanti terealisasi, mungkin di anggaran perubahan. Karena kami hanya sampai di ranah pengusulan untuk teknisnya kembali ke OPD terkait," ungkapnya.

Baca juga: Siap-siap! Iuran Sampah di Makassar Bakal Naik, Warga Miskin Rp25 Ribu per Bulan

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wajo akui tak punya anggaran pengadaan tempat sampah tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Pengelolaan Kebersihan dan Persampahan DLH Kabupaten Wajo, Rosnadi.

"Terkait hal itu, kami pihak DLH tidak ada anggaran pengadaan tempat sampah. Pihak kelurahan dan anggota DPR yang berkompeten mengurus itu," ujarnya, Kamis (27/6/2024)

Di samping itu, permasalahan sampah selaras dengan penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang tidak berjalan.

"Kami sudah maksimal terkait itu tapi pada kenyataannya penegakan Perda yang tidak berjalan dalam hal ini OPD terkait," tuturnya.

Perda yang dimaksud tentang pengelolaan kebersihan dan keindahan dalam Kabupaten Wajo, Nomor 5 Tahun 2006.

Kepala DLH Wajo, Alamsyah belum dikonfirmasi terkait hal ini belum memberikan tanggapannya.

Tribun-Timur.com belum mendapat balasan baik melalui pesan Whatsapp maupun telepon.

Warga Geram, Pemkab Wajo Tak Becus Urus Sampah

Sampah berserakan di Jalur Dua Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pantauan Tribun-Timur.com, baik sampah organik maupun non organik menghiasi jalan menuju Kantor Bupati Wajo.

Tak terlihat satupun bak sampah di sepanjang jalur tersebut.

Belakangan ini warga sekitar memilih sisi jalan sebagai alternatif Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga melakukan pembakaran sampah.

"Kita tidak tau mau buang sampah di mana. Jadi mungkin sebagian masyarakat memilih lokasi sebagai alternatif tempat pembuangan sampah," ujar Andi Akmaluddin, warga Sengkang, Kamis (23/5/2024).

Ia menuturkan kontainer pembuangan sampah sementara memang wajib disediakan pemerintah di sepanjang jalan Sawerigading dan Rusa.

Karena kedua wilayah itu merupakan area pemukiman padat dengan jumlah perumahan yang cukup banyak.

"Ya harus ada TPS. Karena sudah banyak warga yang bermukim di sini, pasti sampah juga banyak," tuturnya.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Kelurahan Baju Bodoa Maros Sulsel, Timbulkan Aroma Busuk

Pengendara yang melintas juga terganggu akibat bau tidak sedap.

Ical yang setiap hari melintas di jalur tersebut merasa terganggu.

"Majemmeng (busuk) baunya, ada tommi tai sapi," ucapnya.

Tak satupun bak sampah tersedia di sepanjang jalur dua itu.

"Sudah sering kali dijanji, katanya nanti dan nanti tapi tidak ada realisasi," tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Alamsyah mengaku hanya melakukan pengambilan sampah.

"Yang kami lakukan setiap minggu cuma ambil sampah rumah tangga masyarakat," ungkapnya.

Terlebih, alasan kurangnya anggaran pengadaan kontainer sampah disebabkan pembagian pagu yang tidak merata.

"Selama ini kita hanya dibagikan pagu per setiap OPD. Itu pun pagu rutinitas. Sehingga OPD yang akan mengajukan tentu harus mendapat pagu tambahan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)," tuturnya.

Meski belum terealisasi, ia tetap memaksimalkan pembersihan sampah di beberapa titik di Kabupaten Wajo.

"Iya, kami hanya andalkan petugas kebersihan dan motor roda tiga. Apalagi tupoksi DLH hanya berfokus pada jalan jalan utama dikarenakan kondisi sarpras mobil kuning tak cukup melayani kota Sengkang dan sekitarnya," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved