Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Larangan Transfer PSM Makassar Resmi Dicabut FIFA, Juku Eja Segera Perkenalkan Pemain Baru

Manajemen PSM Makassar telah menerima surat pemberitahuan resmi dari FIFA.

Editor: Sudirman
Ist
PSM Makassar. Larangan transfer PSM Makassar resmi dicabut FIFA. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar baik bagi suporter PSM Makassar.

Hukuman larangan transfer PSM Makassar tiga periode resmi dicabut.

Hal ini disampaikan Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, Senin (24/6/2024).

Manajemen PSM Makassar telah menerima surat pemberitahuan resmi dari FIFA.

Dalam surat itu disebutkan pihak penggugat telah menerima pembayaran dari PSM Makassar.

Baca juga: Sosok eks PSM Makassar Ingin Didatangkan PSS Sleman Bursa Transfer, Bersaing Top Skorer Borneo FC

"Sedari awal kami yakin persoalan ini dapat diatasi manajemen. Apalagi kan memang kita tidak tinggal diam," ujar Sulaiman Abdul Karim.

Kini PSM Makassar akan fokus menatap Liga 1 musim mendatang.

Kini PSM Makassar akan fokus menatap Liga 1 musim 2024 / 2025.

Sulaiman Abdul Karim juga berjanji akan segera mengumumkan pemain baru Juku Eja.

"Sekarang lagi proses kita daftarkan," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak delapan klub di Indonesia terkena sanksi larangan transfer dari FIFA.

Dari delapan klub terkena sanksi terdiri dari 4 klub Liga 1, 3 klub Liga 2, dan 1 klub Liga 3.

Klub mendapat sanksi larangan transfer yaitu Barito Putera, PSM Makassar, PSS Sleman, Persija Jakarta, Persiwa Wamena, Persiraja, Persikab, dan Sada Sumut.

Barito Putera terkena sanksi per 29 April 2024.

Larangan transfer pemain berlangsung tiga periode.

Tiga periode yang dimaksud ialah awal musim 2024/25, paruh Musim 2024/25 dan awal musim 2025/26.

Mereka baru bisa mendatangkan pemain baru pada pertengahan musim 2025/2026 mendatang.

Sanksi ini tentu akan merugikan klub Liga 1.

Klub Liga 1 wajib menyelesaikan masalahnya jika ingin segera terbebas dari larangan transfer oleh FIFA.

11 Pemain Dilepas

PSM Makassar bersih-bersih skuad hadapi kompetisi musim Liga 1 2024-2025. 

Dari 32 pemain musim lalu, sebanyak 11 pemain telah meninggalkan klub asal Kota Makassar tersebut. 

Kesebelas pemain tersebut yakni, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Safruddin Tahar, Erwin Gutawa, Ifan Nanda, Amir Hamzah. 

Kemudian Sandy Ferizal, Donald Bissa, Joao Pedro, Ze Paulo dan Victor Mansaray.

Pemain dilepas merupakan pemain kunci PSM Makassar

Sebagai ganti pemain pergi, Manajemen PSM Makassar telah merekrut delapan hingga sepuluh pemain. 

Baik pemain lokal maupun asing. 

Hanya saja sampai sekarang belum ada pemain anyar yang diumumkan. 

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin mengatakan, pemain direkrut berdasarkan rekomendasi dari pelatih, Bernardo Tavares.  

“Sudah deal, sudah tanda tangan kontrak juga. Cuma  masalah waktu baru kita umumkan.” katanya belum lama ini.  

Sementara Pengamat Sepak Bola, Syafril Usman mengatakan, beri kesempatan kepada pelatih dan manajemen bekerja. 

Tentunya pemain pergi dan direkrut punya pertimbangan. 

Olehnya itu, ia meminta pecinta PSM Makassar jangan langsung pesimis.

“Jadi biarkan mereka bekerja. Jangan selalu memvonis tidak bisa bersaing. Kita lihat perkembangan tim. Saya yakin PSM Makassar bisa bersaing lagi musim depan,” katanya saat dihubungi melalui telepon Jumat (21/6/2024). 

Dengan perginya 11 pemain, skuad Laskar Pinisi kini menyisakan 21 pemain. 

Para pemain tersisa ini memang dikontrak jangka panjang. 

Kebanyakan dari mereka merupakan pemain yang mempersembahkan gelar juara bagi PSM Makassar di musim 2022-2023. 

Bisa dikatakan 21 pemain ini menjadi kerangka skuad Bernardo Tavares yang akan dikombinasikan dengan pemain anyar. 

Syafril Usman menyebut, Bernardo Tavares pasti punya perhitungan. 

Juru taktik asal Portugal itu tak akan membangun skuad dari nol lagi. 

“Jadi bukan cuci gudang, karena yang dipertahankan adalah kerangka tim. Yang masuk itu tambahan sesuai karakter dia (Bernardo Tavares) mau,” tutur mantan Asisten Pelatih PSM Makassar ini. 

Menurut Syafril Usman, PSM Makassar setiap menambah pemain, karakternya akan jadi. 

Makanya, suporter dan pecinta PSM Makassar harus memberikan dukungan penuh, bukannya memvonis tim kebanggaannya akan gagal bersaing.

Apalagi, sampai sekarang belum dimulai kompetisi. 

Namun, anggapan negatif sudah bermunculan.

Ia pun mempertanyakan tolak ukur penilaian tersebut.  

“PSM Makassar tim besar, siapa pun di dalam akan bagus. Tidak mungkin pelatih tidak mau berprestasi. Bernardo Tavares pasti sudah punya rencana,” sebutnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved