Sebelum Terjun ke Desa Binaan, Penerima Beasiswa Kalla Dibekali Pengabdian Masyarakat
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla melalui Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla menggelar pembekalan mahasiswa penerima beasiswa untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Binaan Yayasan Hadji Kalla.
Pembekalan tersebut berlangsung di Kalla Institute, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (19/6/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Serta memperkenalkan kondisi desa binaan yang akan menjadi tujuan program pengabdian masyarakat bagi para penerima beasiswa Kalla.
Acara ini dihadiri Program Manager Bidang Educare Yayasan Hadji Kalla Therry Alghiffari dan Program Manager Bidang Community Development Yayasan Hadji Kalla Erny Nurdin.
Program Manager Bidang Community Development Yayasan Hadji Kalla Erny Nurdin, menjelaskan tentang pentingnya bagi para peserta untuk mengetahui peran desa binaan.
Sebab, tugas yang akan dijalankan oleh para peserta untuk pengembangan masyarakat, serta nilai dan prilaku harus dimiliki saat melakukan pengabdian masyarakat di desa binaan.
"Desa binaan ini merupakan langkah nyata kita untuk mendorong kemandirian masyarakat. Para penerima beasiswa akan belajar banyak dari pengalaman langsung di lapangan, mengaplikasikan pengetahuan mereka demi kemajuan bersama," jelasnya, dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Program Manager Bidang Educare Yayasan Hadji Kalla Therry Alghiffari, menambahkan bahwa para penerima beasiswa Kalla juga dapat mendapatkan persiapan yang lebih kompleks dari segi soft skill maupun hard skill.
Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar pengabdian, tapi juga kesempatan bagi para peserta untuk berkembang secara personal dan profesional.
“Mereka akan menghadapi tantangan nyata dan belajar bagaimana solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk memajukan desa binaan," tambahnya.
Tim fasilitator desa binaan turut berperan dalam kegiatan ini dengan membagikan ilmu dan pengalaman mereka selama bertugas di desa.
Rencananya, para peserta program ini akan diberangkatkan pada Juli 2024.
Sekadar diketahui, total penerima beasiswa Kalla tahun 2024 ini sebanyak 482 mahasiswa.
Untuk yang mengikuti pembekalan kali ini ada 48 mahasiswa dan akan diberangkatkan ke-6 desa binaan.
Antusias Peserta
Salah satu peserta, Nur Tisya mengaku sangT antusias dan bersemangat untuk mengikuti program ini.
Terlebih lagi, pengabdian masyarakat di desa binaan ini adalah kesempatan emas untuk belajar sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.
"Saya merasa program ini sangat bermanfaat. Pengalaman dari para fasilitator sangat menginspirasi dan memberikan gambaran jelas tentang apa yang akan kami hadapi di desa nanti, dengan begitu kami bisa mempersiapkan diri jauh lebih baik lagi," kata Nur Tisya.
| Satu Calon Haji asal Sulbar Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Dicekal saat Hendak Naik Pesawat |
|
|---|
| Harga Tiket Penerbangan Umrah Makassar-Saudi Naik |
|
|---|
| Peringati Hari Telekomunikasi 2026, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Serukan Cerdas dan Bijak Bermedia |
|
|---|
| Masih Ada Peluang! Skenario Borneo Juara Super League Setelah Persib Bandung Kalahkan PSM Makassar |
|
|---|
| Yuran Fernandes Menangis dan Cium Logo PSM Makassar Setelah Bobol Gawang Persib Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kala-444.jpg)