Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hubungan PDIP dan Projo Memanas Gegara Tudingan Belah Bambu, Hasto: Tidak Paham Politik

Projo menilai PDIP sedang berupaya keras memisahkan Jokowi dengan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Editor: Ansar
warta kota
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto (tengah) menegaskan partainya tidak pernah melakukan praktik politik belah bambu seperti yang dituduhkan relawan Jokowi, Projo 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hubungan PDI Perjuangan dan relawan Jokowi Projo memanas.

PDIP tuding Projo tak paham politik gegara praktik belah bambu.

Projo memang bukan partai politik, sehingga gagal memahami arti politik yang sebenarnya.

Hal tersebut disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menanggapi tudingan Projo yang menyebut partai besutan Megawati Soekarnoputri itu melakukan praktik belah bambu.

Projo menilai PDIP sedang berupaya keras memisahkan Jokowi dengan presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Tuduhan itu semakin menegaskan bahwa Projo tidak paham politik, ya karena mereka bukan partai politik.

Sangat jelas kami tidak pernah menerapkan praktik belah bambu seperti itu," kata Hasto di Taman Perenungan Bung Karno, Ende, NTT, Sabtu (1/6/2024).

Sebelumnya, saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Projo, Bendahara Umum Projo, Panel Barus mengatakan PDIP tengah memainkan politik belah bambu, untuk memecah belah Jokowi dan Prabowo.

Keduanya memang sempat menjadi rival Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 lalu.

Namun pada Pilpres 2024, Jokowi mendukung penuh Prabowo yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau dalam bahasa saya, dalam Rakernas V kemarin PDIP memainkan taktik belah bambu begitu,” kata Panel.

“Kita menduga ada upaya untuk memisahkan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo,” imbuhnya seperti dilansir Kompas.com.

Dugaan itu, menurut Panel, berdasarkan pada sejumlah pernyataan yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat pembukaan Rakernas V PDIP.

Misalnya, Megawati menyebut adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pemilu 2024, yang membuat terjadinya anomali di dalam kontestasi politik di Tanah Air.

Menurut Panel, pernyataan Megawati sama halnya menganggap bahwa kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 kemarin tak memiliki legitimasi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved