Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kekeringan Diprediksi Mulai September, Begini Persiapan BPBD Sulsel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel pun mulai memetakan kondisi alam hingga beberapa bulan kedepan.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
tribun.timur.com
Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kekeringan dan El Nino masih jadi ancaman nyata di 2024.

Belajar dari kondisi di 2023 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel harus bersiap menghadapi kondisi perubahan iklim.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel pun mulai memetakan kondisi alam hingga beberapa bulan kedepan.

Bahkan BPBD Sulsel sudah rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membahas potensi fenomena ini.

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo menyebut BMKG memang memprediksi adanya kekeringan mulai diperiode September 2024.

Kondisi ini tak sepenuhnya langsun melanda 24 Kabupaten/kota, namun secara bertahap melanda daerah.

"Kekeringan itu melihat paparan BMKG memang diprediksi ada beberapa September masuk kekeringan yang berdampak ke beberapa sektor termasuk ke Pertanian," jelas Amson Padolo, Minggu (2/6/2024).

Untuk itu, Amson mengaku pemetaan kondisi perlu dilakukan demi menjaga beberapa sektor.

Pertanian selalu menjadi fokus untuk menjaga produksi ditengah kurangnya suplai air.

Begitu juga dengan kehutanan dalam menjaga potensi kebakaran lahan.

Tak kalah penting, memastikan suplai air bersih bagi masyarakat.

Salah satu solusi yang hadir dengan memanfaatkan pemetaan cuaca di sekitaran September 2024 tersebut.

BPBD akan melihat potensi awan di periode tersebut untuk melakukan penyemaian atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Sehingga masih ada suplai air hujan yang bisa didapatkan ditengah kekeringan.

"Dibicarakan bagaimana memanfaatkan penampungan air. Memasuki El-Nino, kita melihat yang masih ada titik hujan kami meminta TMC. Kita tau TMC berfungsi Ketika ada titik hujan," katanya.Saat ini, curah hujan masih terjaga di beberapa daerah.

Utamanya Sulsel bagian utara.

Hujan intensitas sedang masih kerap mengguyur daerah Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Wajo hingga ke Sinjai.

Persiapan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Hadapi Kekeringan

Tak hanya BPBD Sulsel, Dinas TPH-Bun juga sudah bersiap menghadapi potensi kekeringan hingga El Nino.

Perubahan iklim membuat pemerintah harus adaptif untuk menjaga produksi pangan.

Dinas TPH-Bun bergerak memaksimalkan pembuatan sumur bor.

Sumur bor akan dipetakan menyasar lahan pertanian yang terancam kekeringan parah.

"Kami buat sumur bor di 100 titik Kerjasama TNI. Daerah susah air ini sumur dalam.Sumur bor ini dalam sampai 70 meter," jelas Kepala Dinas TPH-Bun Imran Jauzi.

"Ini kita berbicara keseluruhan supaya target produksi tidak terganggu. Kita targetkan gabah kering giling 6 juta ton," lanjutnya.

Sumur bor diharapkan bisa jadi solusi lahan pertanian masyarakat terhindar kekeringan.

Sehingga Ketika memasuki musim kemarau panjang, petani tak lagi berharap hanya dari air hujan.

Air bisa mengaliri persawahan memalui sumur bor lalu dipompa ke sebaran lahan tani.

Tak hanya sumur bor, TPH-Bun juga memastikan akan memberikan suntikan pompa air.

"Kita bantu perpompaan, sawah yang selama ini bergantung air hujan yang susah, Sudah bisa menanam dua kali dengan mengambil air dari sungai," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved