Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sempat Anjlok, Harga Gabah di Bulukumba Sulsel Kini Rp 5.000/Kg

Penyebab anjloknya gabah di Bulukumba karena bersamaan masa panen ditambah lagi gabah menghitam terdampak cuaca ekstrem.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SAMSUL BAHRI
Petani memanen padi di Desa Gareccing, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu. Harga gabah sempat anjlok hingga Rp4.500 per kilogram. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Harga gabah dikeluhkan petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Harga gabah terus anjlok di masa panen ini.

Dua pekan lalu, harga gabah basah anjlok Rp4.500 per kg.

Kini naik jadi Rp5.000 per kilogram.

"Itu harga terendah dan sekarang kembali di harga Rp5.000 per kilogram basah atau baru dipanen," kata Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Tayeb Manangkasi, Kamis (23/5/2024).

Baca juga: Petani di Bone Utara Sulsel Kehilangan 3500 Ton Gabah Akibat Banjir

Tayeb mengatakan penyebab anjloknya gabah karena bersamaan masa panen.

"Jadi gabah melimpah kemudian kualitas barang rendah karena gabah hitam," ungkapnya.

Gabah menghitam karena dampak cuaca ekstrem.

Banyak padi yang rebah terdampak angin kencang.

Banyak juga padi terendam banjir.

Dengan kualitas itu, para pengusaha beras dan pihak Bulog memberi harga yang rendah.

Baca juga: Petani Bulukumba-Sinjai Mengeluh Harga Gabah Anjlok: Dulu Rp7.000 Sekarang Rp4.500

"Karena mereka sebagai pengusaha beras tentu mereka mau untung termasuk Bulog," katanya.

Sementara petani di Kecamatan Gantarang berharap agar pemerintah mengatur harga gabah agar tidak terlalu anjlok.

"Kita berharap pemerintah bisa atasi dugaan permainan harga di tingkat pedagang (tengkulak)," kata Hamsir, petani Kecamatan Gantarang.

Kabupaten Bulukumba sebagai daerah di Sulsel yang memiliki produksi beras 140 ribu ton setiap masa panen.

Bulukumba selalu surplus beras di setiap musim panen.

Bulukumba juga menjadi penyangga beras untuk Kabupaten Kepulauan Selayar dan NTT.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved