Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Innalillah, Akademisi dan Tokoh Pers Berdarah Bugis Prof Salim Said Meninggal Dunia

Akademisi, tokoh pers, dan mantan Dubes Indonesia untuk Republik Ceko, Prof Salim Said meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUNNEWS.COM
Akademisi, tokoh pers, dan mantan Dubes Indonesia untuk Republik Ceko, Prof Salim Said 

TRIBUN-TIMUR.COM - Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Akademisi, tokoh pers, dan mantan Dubes Indonesia untuk Republik Ceko, Prof Salim Said meninggal dunia.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Prof. Dr. Salim Said malam ini jam 19.33 di RSCM. Turut berduka cita. Alfatihah buat Almarhum."

Demikian kicauan mantan Sekretaris Kementerian BUMN dan tokoh asal Pinrang, Muhammad Said Didu melalui akunnya di X @msaid_didu, Sabtu (18/5/2024).

Jenazah Salim Said akan disemayamkan di rumah duka, Jl Redaksi nomor 149, Komplek Wartawan PWI, Cipinang, Jakarta Timur.

Salim Said merupakan tokoh keturunan Bugis yang lahir di Amparita, Sidrap, 10 November 1943.

Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 80 tahun.

Baca juga: Salim Said Singgung Panglima TNI Orde Baru M Jusuf dan Benny Moerdani 'Sembara Orang Bisa'

Dulu, pada masa Hindia Belanda, Amparita merupakan bagian dari Afdeling Parepare.

Salim Said mengikuti pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia (1964-1965), Fakultas Psikologi UI (1966-1967), tamat Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1977), dan meraih PhD dari Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat (1985).

Ia pernah menjadi redaktur Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan redaktur majalah Tempo (1971-1987).

Salim Said pernah menjadi anggota Dewan Film Nasional.

Sebagai anggota dari Dewan Film Nasional dan Dewan Kesenian Jakarta, ia sering berpartisipasi dalam diskusi tentang film, sejarah, sosial dan politik Indonesia dalam tingkat nasional maupun internasional.

Hasil karya buku yang ia tulis ialah Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak (2001); Profil Dunia Film Indonesia (1982); Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian (2013); Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto (edisi diperkaya, 2018), dan masih banyak lagi.

Tulisan-tulisannya mengenai sastra dimuat dalam Mimbar Indonesia, Bahasa dan Budaya, Horison, Budaya Jaya, dan lain-lain.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved