Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sumut 2024

Edy Rahmayadi Target 8 Partai Jadi Pengusung di Pilgub Sumut, Termasuk Pendukung Bobby Nasution

Mantan Gubernur Sumut itu sudah mebdaftar di delapan partai, termasuk parpol yang menyatakan dukungan ke Bobby Nasution.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansar
TribunMedan.com
Edy Rahmayadi melanjutkan pendaftarannya sebagai calon Gubernur Sumut ke partai Hanura Sumut. Hanura adalah partai ke 8 yang dilamar Edy. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Edy Rahmayadi serius maju kembali bertarung di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) pada Pilkada 2024.

Mantan Gubernur Sumut itu sudah mendaftar di delapan partai, termasuk parpol yang menyatakan dukungan ke Bobby Nasution.

Bobby Nasution menantu Presiden Jokowi disebut sebagai penantang Edy sebagai petahana Pilgub Sumut.

Hingga kini, Wali Kota Medan itu sudah mendapat sinyal dukungan dari tiga partai.

Tiga partai yang berniat usung Bobby di Pilgub Sumut adalah Golkar, PAN dan Gerindra.

Meski Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan akan dukung Bobby Nasution, namun faktanya Edy masih datang mendaftar.

PAN Sumut pun menyambut baik kedatangan Edy Rahmayadi.

Edy sudah menyampaikan berkas pendaftaran ke PDIP, Edy lalu melakukan maraton dengan menyerahkan berkas pendaftaran ke PKS, NasDem, PKB, Demokrat, Perindo dan terakhir ke PAN dan Hanura.

Sejak April lalu, Edy sudah mulai bergerilya untuk mendapatkan rekomendasi partai supaya mau mendukungnya lagi.

Terkait sinyal partai politik yang dia kunjungi, apakah akan mendukungnya Edy mengaku sulit menjawab.

"Kalau soal sinyal positif sulit menjawabnya," kata Edy usai menyerahkan formulir pendaftaran ke Hanura, Kamis (16/5/2024).

Namun lanjut Edy, ia merasakan seluruh parpol memberikan sinyal positif. Dengan nada becanda Edy menyebut jika ada sinyal negatif akan menjadi petir.

"Semua (partai) sepertinya positif, kalau campur sama negatif jadi petir dia," ujarnya.

Alasan Edy Kembali Maju ke Pilgub Sumut

Edy Rahmayadi melanjutkan pendaftarannya sebagai calon Gubernur Sumut ke partai Hanura Sumut. Hanura adalah partai ke 8 yang dilamar Edy.

Bersama tim pemenangan Edy menyambangi kantor Hanura Sumut yang berada di jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, pada Kamis (16/5/2024).

Di sana, Edy diterima ketua tim penjaringan calon Gubernur partai Hanura Syaiful Amri dan pengurus. Usai menyerahkan formulir pendaftaran, mantan Pangkostrad itu menyampaikan tiga alasan maju kembali sebagai Gubernur.

"Pertama saya diberikan kesempatan dua periode untuk memimpin Sumut," kata Edy.

Selain itu, Edy melihat banyak persoalan persoalan yang belum dia tuntaskan pada periode sebelumnya.

"Kedua banyak pekerjaan yang belum terselesaikan," ujarnya.

"Ketiga apabila diizinkan rakyat untuk amalan membangun Sumut," sambung dia.

Sebagai partai yang turut mendukungnya pada pemilihan Gubernur 2018 silam, Edy pun berharap kerjasama dengan Hanura tetap berlanjut.

"Partai Hanura ini bukan hanya sekali ini mengusung saya, tapi sudah sejak 2018.

Saat itu Hanura punya 6 kursi sekarang 5 kursi. Tapi bukan soal kursi tapi doanya itu yang penting. Semoga Hanura mendukung saya nantinya," lanjut dia.

Syarat Gerindra ke Bobby

Partai Gerindra memantapkan diri untuk mengusung Bobby Nasution di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Gerindra partai besutan Prabowo Subianto prioritaskan Wali Kota Medan Bobby Nasution maju bertarung di Pilgub Sumut 2024.

Artinya sudah tiga partai politik akan mendukung Bobby. Sebelumnya ada Golkar dan PAN.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi Bobby Nasution jika mau mendapat tiket Gerindra.

Syarat itu disampaikan Sekretaris Gerindra Sumut sekaligus Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Sumut, Sugiat Santoso.

Sugiat mengatakan, berdasarkan perintah DPP Gerindra, prioritas calon Gubernur Sumut yang akan diusung adalah kader partai.

Karena sebut anggota DPR RI terpilih itu, rekomendasi calon Gubernur Sumut tidak akan kelain orang jika Bobby bergabung dengan Gerindra.

"Kalau Bobby jadi kader Gerindra, masuk ke Gerindra pastilah jalan tol bagi Bobby untuk mendapatkan rekomendasi DPP Gerindra menjadi Gubernur Sumut," kata Sugiat kepada tribun-medan, Rabu (15/5/2024).

Sugiat mengatakan, hingga kini Bobby memang belum mendaftar sebagai calon Gubernur ke Gerindra. Gerindra lanjut Sugiat, terbuka bagi siapa saja termasuk Bobby jika ingin menjadi kader.

"Sejauh ini Bobby belum ada mendaftarkan ke Gerindra, tapi kami membuka pintu selebar lebarnya untuk Bobby. Karena perintah partai itu dukung kader. Kalau Bobby masuk ke Gerindra akan sangat terbuka peluang itu untuk maju dari Gerindra. Pasti kita terbuka bagi siapa saja termasuk Bobby," lanjut Sugiat.

Gerindra sendiri telah membuka pendaftaran calon Gubernur Sumut sejak 10 Mei hingga 17 Mei 2024. Sugiat bilang, sejauh ini beberapa tokoh telah mengambil formulir pendaftaran ke Gerindra.

Terkait apakah Bobby Nasution harus mengambil formulir pendaftaran ke Gerindra Sumut untuk maju Gubernur, Sugiat menyampaikan hal itu tak harus.

Sebab lanjut dia, pembukaan pendaftaran calon kepala daerah di tingkat daerah bagian dari penjaringan berjenjang yang nanti akan dibahas dan diputuskan oleh DPP Gerindra.

"Sebetulnya untuk pendaftaran calon kepala daerah di tingkat ini untuk masukan ke pusat. Tetap yang menentukan itu DPP, kalau pusat memutuskan Bobby pasti kami tunduk dan patuh," tutupnya.

Golkar - PAN

Sejauh ini, Partai Golkar telah memberikan rekomendasi kepada menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

PAN pun menyatakan, akan menjadi salah satu partai yang mengusung Bobby di Pilkada Sumut 2024.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, baru-baru ini buka suara soal kemungkinan partainya mengusung Bobby.

Berdasarkan penuturannya, Gerindra telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan mengamanatkan kader internal untuk maju dalam pilkada.

"Secara umum hasil Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra itu mengamanatkan para kader internal menjadi calon gubernur, calon bupati, maupun calon wali kota," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menyiapkan data-data kader internal untuk diajukan ke DPP Partai Gerindra.

"Oleh karena itu, kami sedang mempersiapkan data-data para kader internal kemudian untuk mengajukan ke DPP mana-mana yang ingin maju baik di pilgub, bupati, maupun wali kota," sambungnya.

Meski demikian, Dasco menyebut, Partai Gerindra terbuka juga untuk mengusung nama-nama di luar kader.

"Oleh karena itu, untuk calon lain yang di luar internal tentunya akan kita lihat juga apa namanya bagaimana kemudian situasi dan kondisi di daerah masing-masing terhadap kader internal di Partai Gerinda," ucapnya.

Di sisi lain, tak jauh berbeda dengan sikap Gerindra, PDIP kemungkinan akan mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada Sumut 2024.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Said Abdullah.

"Tampaknya aspirasi dari bawah akan memunculkan kader atau tokoh sendiri dari PDIP," kata Said kepada wartawan, Rabu.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi keinginan Bobby untuk maju sebagai bakal calon gubernur (bacagub) di DPD PDIP Sumatra Utara.

"Ya, kalau memang Bobby berkehendak dan berkeinginan tetap izin masuk lewat pintu PDIP, saya apresiasi karena kita tidak bisa melarang keinginan orang per orang," ujarnya.

Namun, Said menuturkan, arus bawah PDIP tampaknya menolak untuk mengusung suami Kahiyang Ayu itu.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Artinya, dari Internal PDIP akan memajukan calon sendiri," ucap Said.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perbedaan pilihan atau sikap merupakan hal yang biasa dalam dunia politik.

"Kan tidak perlu juga kalau chemistry-nya tidak nyambung katakanlah disatukan juga tidak baik."

"Tapi tetap, dalam konteks hubungan kita sesama anak bangsa, apresiasi saya kepada Mas Bobby yang berikhtiar untuk terus lewat pintu PDIP," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bobby menyatakan niatnya untuk mendaftarkan diri sebagai bacagub ke semua partai.

Hal ini dibeberkannya selepas menghadiri acara halalbihalal seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Selasa (16/4/2024).

"Ya, nanti kita ambil formulir pendaftaran pencalonan Pilgub Sumut. Kita akan mencoba ke semua partai kalau bisa," ungkapnya.

Terkait sikap PDIP yang sudah menutup pintu, ia mengaku akan mencoba melakukan pendekatan kembali.

"Nanti, Insya Allah kita coba (untuk ambil formulir ke PDIP)," ucapnya.

Bobby menyebut, dirinya akan berkomunikasi lagi dengan PDIP.

Namun, komunikasi tersebut untuk urusan kerja Pemko Medan.

"Enggaklah (komunikasi) saya selalu sampaikan dengan seluruh partai bukan urusan politiknya, ya, tapi urusan kerja."

"Begitu pun di DPRD Medan kita ke seluruh fraksi berkomunikasi untuk ambil keputusan sama-sama. Tidak ada yang gejolak terlalu tinggi. Semua di-support partai politik," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved