Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabinet Prabowo

Calon Menteri Keuangan Prabowo: Sarjana Fisika Nuklir dan Ponakan Sastrawan

Budi Gunadi Sadikin dan Muhammad Chatib Basri menjadi 2 nama bakal calon kuat Menteri Keuangan RI di kabinet yang akan dipimpin Prabowo-Gibran.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUNNEWS.COM DAN BPMI SETPRES
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan mantan Menteri Keuangan, Muhammad Chatib Basri (kiri dan kanan). Keduanya jadi bakal calon Menteri Keuangan di kabinet yang akan dipimpin Prabowo-Gibran. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Budi Gunadi Sadikin dan Muhammad Chatib Basri menjadi 2 nama bakal calon kuat Menteri Keuangan RI di kabinet yang akan dipimpin Presiden dan Wapres RI terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini disampaikan ekonom Faisal Basri, Rabu (15/5/2024).

Nama Budi Gunadi Sadikin dan Chatib Basri juga selalu muncul dalam prediksi susunan kabinet yang beredar.

Mereka akan menggantikan Sri Mulyani yang telah menjadi "bendahara negara" selama 2 periode kepemimpinan Jokowi.

Budi Gunadi Sadikin saat ini menjabat Menteri Kesehatan, sementara Chatib Basri pernah menjabat Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono.

Budi Gunadi Sadikin berpengalaman sebagai bankir.

Dia pernah menjabat General Manager Electronic Banking - Chief GM Jakarta - Chief GM HR PT Bank Bali Tbk (1994–1999), dan Senior VP Consumer dan Commercial Banking ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia (1999–2004), Executive VP Consumer Banking Bank Danamon (2004–2006), Direktur of Micro and Retail Banking Bank Mandiri (2006–2013), Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (2013–2016).

Saat Rini Soemarno menjabat Menteri BUMN, dia diangkat menjadi Staf Khusus Menteri BUMN (2016–2017), lalu Jokowi mengangkatnya sebagai Wakil Menteri BUMN (2019-2020).

Baca juga: Nama Calon Menteri Prabowo: Ace Hasan Syadzily Menteri Pendidikan, Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama

Peraih gelar sarjana di bidang Fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988 itu mulai meniti karier dari Staf Teknologi Informasi di IBM Asia Pasifik, di Tokyo (1988–1994).

Selanjutnya, dia menjadi bankir.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Inalum (Persero), lalu pada tahun 2019.

Paling mengejutkan, di tengah pandemi Covid-19, pada 23 Desember 2020, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto dan menjadi Menteri Kesehatan kedua yang bukan berasal dari latar belakang kesehatan sepanjang sejarah Indonesia setelah Mananti Sitompul serta menjadi Menteri Kesehatan pertama yang bukan berasal dari latar belakang kesehatan pada era Reformasi.

Beda dengan Chatib Basri yang memang punya latar belakang ekonom tulen.

Chatib Basri lahir dari pasangan perantau Minangkabau, Chairul Basri (ayah) dan Nurbaiti (ibu).

Ayahnya berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat dan merupakan kakak dari sastrawan Asrul Sani.

Oleh karenanya semasa kecil, Chatib lebih senang mempelajari politik, sastra, dan seni, dibandingkan ilmu ekonomi. Ia sempat beberapa kali ikut pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Chatib Basri mengenyam pendidikan di Kolese Kanisius, dan menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1992).

Setelah memperoleh gelar sarjana, ia bekerja sebagai peneliti di LPEM-FEUI dan menjadi dosen FEUI. Pada periode 1997–2001, Chatib menjabat sebagai asisten peneliti yang bekerja untuk Prof. Hal Hill di departemen ilmu ekonomi Australia National University.

Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Australia National University dan mendapatkan gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.) pada tahun 1996.

Selepas itu, ia menjabat sebagai peneliti tamu untuk The Institute of South East Asian Studies di Singapura dan menjadi Associate Director for Research bagi LPEM.

Lima tahun kemudian ia memperoleh gelar PhD Dalam bidang Ekonomi dari universitas yang sama.

Pada tahun 2005, Chatib telah bertugas sebagai anggota Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation. Chatib juga ditunjuk sebagai konsultan di berbagai lembaga internasional seperti World Bank, USAID, AUSAID, OECD, dan UNCTAD,Asian Development Bank serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund. Tahun 2010-2011 Chatib juga menjadi anggota High Level Trade Expert Group yang dipimpin oleh Jagdish Bhagwati dan Peter Sutherland

Selain itu, Chatib Basri juga pernah menjadi anggota Dewan Komisaris di beberapa perusahaan publik.

Antara lain PT Astra International, PT Indika Energy, serta Axiata Group Bhd (Malaysia).

Dia juga aktif menulis di berbagai media, serta beberapa jurnal internasional.

Pada tanggal 13 Juni 2012, ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, menggantikan Gita Wirjawan yang telah merangkap jabatan tersebut sejak tanggal 19 Oktober 2011 dan dilantik pada tanggal 14 Juni 2012.

Pada tanggal 20 Mei 2013, ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-28 yang akan dilantik pada tanggal 21 Mei 2013 menggantikan Agus Martowardojo yang Mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved