Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Luwu

Daftar 4 Sekolah Rusak Berat Pasca Banjir Luwu Sulsel, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar Lebih

Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi menerangkan, khusus untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada empat yang mengalami rusak berat.

|
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Potrest SMP 17 Lempokasi, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu pasca banjir bandang. Guru masih sibuk membersihkan ruangan kelas dari endapan lumpur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Sejumlah fasilitas pendidikan rusak berat pasca banjir-longsor, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi menerangkan, khusus untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada empat yang mengalami rusak berat.

"Ada di SMPN 1 Larompong, SMPN 1 Suli, SMPN 1 Ulusalu dan SMPN 1 Tibussan Satap. Jadi total ada 4 sekolah khusus SMP masuk kategori rusak berat," jelasnya, Kamis (9/5/2024).

Andi Palanggi menerangkan, pagar SMPN 1 Larompong sepanjang 80 meter rusak berat karena terjangan banjir bandang.

"SMPN 1 Larompong rusak berat. Kerusakan pagar depan sekitar 80 meter akibat banjir mengakibatkan pondasi pagar tergerus sehingga pagar lama tidak dapat di pertahankan. Taksiran harga Rp250 juta," bebernya.

Sementara untuk SMPN 1 Suli, 89 meter pagarnya ambruk dengan taksiran harga Rp200 juta.

"SMPN 1 Suli kerusakan pagar samping 89 meter akibat banjir mengakibatkan pagar samping kiri dan kanan ambruk sehingga pagar tersebut harus terbangun baru. Taksiran harga Rp200 juta," akunya.

Ditambah dua sekolah di Kecamatan Latimojong, rusak berat akibat tertimpa material longsor.

Dirinya menambahkan, SMP 1 Satap Tibussan salah satu terkena dampak terparah.

Sebab, ada beberapa bangunan ambruk yang harus dibangun ulang.

"SMPN 1 Ulusalu longsor pada talud halaman sekolah yang mengakibatkan bangunan sekolah miring sehingga bangunan lama tidak dapat dipertahankan. Harus mebangun baru. Taksiran kerusakan Rp600 juta," ujarnya.

"SMP 1 Tibussan Satap. Tiga kelas ambruk akibat terjangan banjir sehingga harus dibangun baru, ruang guru ambruk, ruang perpustakaan tertimbun longsor, dua toilet siswa harus dibangun baru, toiket guru ambruk. Rp900 juta, Rp350, Rp350, Rp190," tambahnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved