Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Imam Shalat Subuh Meninggal

Ketua Tanfidiyah NU Bone Berduka: Gurutta Mujahid Said Ulama Khos Perintis IPNU di Bone Sulsel

"Almarhum gurutta Mujahid guru (ilmu) hadits saya di Pesantren Biru. Kami sama-sama mengajar di IAIN Bone, di NU Bone dia Mustasyar"

|
dok_tribun_timur_cortesy_Youtube_RRI
AGH_Dr_Mujahid_Said_MAg, dosen IAIN Bone dilaporkan meninggal dunia saat memimoj shalat jamaah di Masjid Agung Takalar, Minggu (5/5/2024). Almarhum tercatat sebagai ketua dewan majelis hakim cabang hifzil quran 1 Juz dan tilawah 5 Juz di MTQ 33 Tingkat Provinsi 2024 Sulsel di Takalar. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Bone Dr Rahmatunnair MAg, mengungkap rasa berdukanya atas wafatnya Anre Gurutta Haji (AGH) Dr Mujahid Said MAg (58) di Masjid Agung Takalar, Sulsel, Minggu (5/5/2024) subuh.

"Almarhum gurutta Mujahid guru (ilmu) hadits saya di Pesantren Biru. Kami sama-sama mengajar di IAIN Bone, di NU Bone dia Mustasyar (dewan penasihat), dan Ketua IPNU pertama di Bone," ujar Rahmatunnair, saat dikonformasi Tribun, pagi ini.

IPNU adalah organ underbow NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bone dekade 1980-an.

AGH Dr Mujahid Said meninggal di akhir ajang Mustbaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 Tingkat Provinsi Sulsel di Takalar, Minggu (5/5/2024) subuh.

Dia menjadi imam shalat subuh bagi ratusan jamaah dan kafilah MTQ tingkat provinsi itu.

AGH Mujahid Ketua Dewan Hakim Majelis IV Cabang Hifzil Quran dan Tilawah 5 Juz, Anre Gurutta Haji Dr Mujahid Said MAg (58), dikabarkan meninggal dunia di Masjid Agung Takalar, Kalabbirang, Kecamatan Pattalassang, Takalar, Sulsel, pukul 05.00 WITA.

Dosen IAIN Watampone ini meninggal saat menjadi imam shalat subuh di masjid venue utama MTQ 2024 Sulsel.

Menurut Kiai Nair, selama tiga dekade terakhir, Gurutta Mujahid menjadi panutan dan penggerak aktivitas NU di Bone. 

Dewan Hakim MTQ Sulsel di Takalar meninggal dunia saat menjadi imam shalat subuh di Masjid Agung Takalar, di Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahad atau Minggu (5/5/2024) subuh.
Dewan Hakim MTQ Sulsel di Takalar meninggal dunia saat menjadi imam shalat subuh di Masjid Agung Takalar, di Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahad atau Minggu (5/5/2024) subuh. (CCTV MASJID AGUNG TAKALAR)

Baca juga: Ketua Dewan Hakim Tahfidz Quran MTQ Sulsel Wafat Saat Jadi Imam Shalat Subuh di Takalar

"Saat di Assadiyah Sengkang, Gurutta termasuk satu dari empat angkatan pertama pendidikan Kiai Khos Assadiyah. Gurutta menyusul Gurutta Syarifuddin Husain, Gurutta Jamaluddin Abdullah, Gurutta Abdul Aziz Rajmal, dan Gurutta (Mujahid) yang terakhir," ujar Rahmatunnair.

Kiai Nair yang juga jebolan MAPK Ujungpandang ini menyebut, kepergian ulama adalah salah satu cara Sang  Maha Pencipta mengangkat ilmu dan hikmah dari dunia.

Almarhum juga adalah anak menantu dari salah satu kiai khas dan perintis awal dan pimpinan Pondok Assadiyah Sengkang, AGH M Yunus Martang.

Selain aktivitas dakwah, pendidikan, Gurutta Mujahid juga mengajar di Pondon Pesantren Ma'had Junaidiyah atau Ma'had Biru di Jl Biru, Tanete Riattang, Watampone, Bone sejak dekade 1980 hingga saat ini.

Gurutta Mujahid lahir di Bone 19 APRIL 1961.

Setelah menamatkan sekolah dasar di Bone, melanjutkan pendidikan pesantren di Assadiyah Sengkang, Wajo.

Gurutta Mujahid sempat melanjutkan pendidikan doktor di UIN Syarif Hidayatullah. 

"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Beliau adalah sahabat, alumni S3 Pascasarjana IAIN (UIN) Jakarta. Sempat sama⊃2; di tempat kos bersama banyak teman lainnya dari Sulsel di Ciputat saat studi di sana. اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه!," ujar Prof Dr Qasim Mathar MAg, intelektual Islam sekaligus senior almarhum di IAIN ALauddin, Makassar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved