Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jarianto Jamin 'Jenderal' Bintang Dua Ditangkap di Markas Kodam I Bukit Barisan, Berani Tipu TNI

Jarianto Jamin mengaku anggota TNI dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) saat menyambangi Kodam I Bukit Barisan.

Editor: Sudirman
Tribun Medan
Seorang pria di Kota Medan nekat mengaku sebagai anggota tentara nasional Indonesia (TNI) berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) alias bintang dua.  

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) gadungan, Jarianto Jamin, ditangkap di Kodam I Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto Medan.

Jarianto Jamin mengaku anggota TNI dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) saat menyambangi Kodam I Bukit Barisan.

Kapolrestabes Medan Kombes Teddy John Sahala Marbun mengatakan, Jaroanto Jamin ditangkap personel Provost Kodam I BB.

Ia ke Kodam I Bukit Barisan karena ingin menemui kepala staf (Kasdam) I Bukit Barisan.

Setelah ditangkap, Provos Kodam kemudian menyerahkan tersangka ke Reskrim.

Baca juga: Putra Sulsel Rudy Saladin Jenderal Bintang 2 Termuda TNI, Lulusan Terbaik Akmil 1997

"Ia mengaku sebagai anggota TNI berpangkat mayor Jenderal (Mayjend),"kata Kombes Teddy John Sahala Marbun, Jumat (26/4/2024).

Pelaku ditangkap pada Senin 22 April 2024.

Tersangka datang ke Kodam I Bukit Barisan hendak menemui kepala staf Kodam I Bukit Barisan.

Saat personel yang berjaga menanyakan identitasnya, tersangka mengaku sebagai perwira tinggi (Pati) berpangkat Mayor Jenderal.

Mendengar ada jenderal bintang dua TNI datang, personel langsung bergegas menyampaikan kepada atasannya.

Tak percaya begitu saja. Kemudian personel Kodam menelusuri lebih lanjut dan terungkap pria yang datang mengaku Jenderal TNI ini hanya warga sipil.

Rupanya, kedatangan Jarianto ke Kodam I Bukit Barisan hendak menemui Kasdam sebagai Calo masuk menjadi TNI Angkatan Darat.

"Menurut keterangan dari personel provost, tersangka mendatangi Kodam 1 Bukit Barisan tujuan menemui kasdam untuk mengurus seseorang supaya menjadi Calon Taruna Akmil dan calon tamtama TNI Angkatan Darat,"terangnya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut ini menyebut, tersangka merubah status pekerjaannya di kartu tanda penduduk (KTP) dari warga sipil ke TNI di edit sendiri menggunakan komputer dengan cara scan.

Setelah status pekerjaan diganti menjadi anggota TNI, lantas ia membuat SIM A ke Polres Pekanbaru untuk memuluskan aksinya lebih lanjut sebagai calo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved