Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Apindo Nilai Dunia Usaha Bakal Terbebani Usai Suku Bunga Acuan BI Naik

BI menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen dan suku bunga lending faciity sebesar 25 bps menjadi 7 persen.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Kompas.com
Ilustrasi suku bunga acuan. Apindo Sulsel dan Apindo Makassar menilai dunia usaha bakal terbebani usai suku bunga acuan BI naik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai dunia usaha bakal terbebani usai suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik.

Diketahui, BI menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen dalam rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia April, Rabu (24/4/2024).

BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen dan suku bunga lending faciity sebesar 25 bps menjadi 7 persen.

Ini merupakan kenaikan BI rate yang pertama tahun ini, setelah terakhir kali BI menaikkan suku bunga pada Oktober 2023.

Ketua Apindo Sulsel, Suhardi menjelaskan setiap kenaikan BI Rate bakal membuar dunia usaha terbebani.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Naik, Begini Respon Regional CEO BRI Makassar

“Setiap aktivitas pngusaha tak lepas dari kredit. Baik terkendala dalam meningkatkan skala usaha, menjaga arus kas atau modal inovasi usaha,” jelasnya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (25/4/2024).

Suhardi menuturkan, kenaikan BI Rate turut mengerem kredit bagi dunia usaha atau bisa berdampak pada naiknya ongkos produksi.

Meski dapat dimaklumi dari sisi lain, kata dia, minat investasi masyarakat dalam menabung mungkin juga akan naik.

“Arus kurs rupiah pun bisa semakin kuat karena saat ini kurs rupiah masih anjlok,” ujarnya.

Baca juga: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Disebut Lakukan Monopoli, Terkait Suku Bunga Flat 0,8 Persen

Olehnya pihaknya berharap BI Rate tetap terjaga sehingga mempercepat kenaikan kredit pembiayaan dan mendorong sektor usaha agar penjualan dapat digenjot.

Senada Ketua Apindo Kota Makassar, Muammar Muhayyang mengatakan bahwa kenaikan BI Rate membebani pelaku usaha.

“Angka 6,25 persen ini saya rasa sangat berat bagi dunia usaha untuk memperkuat dan menambah modal,” katanya.

Kendati demikian, ia menyebut kenaikan ini di satu sisi juga akan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved