Pilkada Sidrap 2024
Syaharuddin Rela Tinggalkan DPRD Sulsel Demi Bupati Sidrap, Bandingkan Gaji Legislator dan Bupati
Perbandingan gaji tersebut muncul saat Sekretaris Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif menyatakan siap maju di Pilkada Sidrap.
TRIBUN-TIMUR.COM - Bandingkan gaji bupati atau kepala daerah dan anggota DPRD Sulsel.
Perbandingan gaji tersebut muncul saat Sekretaris Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif menyatakan siap maju di Pilkada Sidrap.
Padahal Syahar adalah anggota DPRD Sulsel.
Syahar rela tinggalkan DPRD Sulsel demi pulang kampung jadi Bupati Sidrap.
Syahar dan Ketua Nasdem Sulsel Rusdi Masse Mappasessu (RMS) sempat beda pendapat soal rencana pertarungan di Pilkada Sidrap.
Kemarin, Rusdi Masse tak sependapat dengan pernyataan Sekretaris Nasdem, Syaharuddin Alrif soal restu Ketua Umum, Surya Paloh.
Surya Paloh hingga Rusdi Masse belum merestui Syahar.
Rusdi Masse mengatakan, tak satu orangpun di Nasdem menyarankan Syahar maju.
"Tidak ada satupun kami di Nasdem mulai dari pak Surya Paloh sampai ke DPW yang menyarankan dia (Syahar) untuk jadi Bupati di Sidrap," kata Rusdi Masse saat acara Nasdem Mendengar di Nasdem Building, Kota Makassar, Sabtu (20/4/2024).
Bahkan Rusdi Masse mengaku sudah cape atau lelah menasehati dan mengingatkan Syahar.
RMS berharap Syahar tetap menjadi ketua DPRD Sulsel dibanding bupati.
"Pak Surya paloh juga kasi duduk dia di meja dia tetap mau jadi bupati," ujarnya.
"Untuk apa Syahar maju di sana padahal saya sudah pastikan ke dia kalau Nasdem menang dia jadi ketua DPRD," tambah dia.
Namun hari ini, Rusdi Masse sudah memberikan restu.
Syaharuddin calon kuat diusung Partai Nasdem pada Pilkada Sidrap 2024.
Restu Rusdi Masse telah disampaikan di depan seluruh kader partai tersebut dalam rapat konsolidasi Nasdem Sidrap dan Nasdem Sulsel belum lama ini.
“Makanya (kami mengambil keputusan untuk mencalonkan pak Syahar (cabup Sidrap) karena disini pasti ada juga bertanya dalam hatinya,” tegas RMS pada potongan video beredar, Senin (22/4/2024).
“Jadi sebelum kita lakukan tanya jawab saya kasi tau memang maki sudah diputuskan, Pak Syahar (cabup Sidrap),” jelasnya.
RMS mengungkap alasan memilih Wakil Ketua DPRD Sulsel itu dibanding figur lain, termasuk saudaranya.
Penerimaan masyarakat terhadap Syaharuddin Alrif sangat baik.
“Kenapa Pak Syahar, kenapa bukan kakak ta, ya karena saya mau Pak Syahar,” tegas RMS.
“Kenapa? Penerimaan masyarakat ada sama Pak Syahar dan yang lebih penting masih ada orang yang punya nurani terhadap kepentingan orang lain,” tegasnya.
Selain dukungan secara lisan, RMS meyakinkan bahwa Syahar adalah calon yang akan diusung partai Nasdem.
Sosok Syahar diharapkan bisa memberi manfaat banyak untuk masyarakat Sidrap.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada yang tidak berkenan terhadap apa yang saya sampaikan,” jelasnya.
“Sampaikan salam saya terhadap keluarga kita semua yang ada di kabupaten Sidrap bahwa inilah yang kita perjuangkan demi memberi manfaat kepada orang banyak bukan hanya diri kita sendiri,” katanya.
Diketahui, aktivis pemuda Muhammadiyah itu mencetak rekor suara pribadi tertinggi di Pemilu 2024 Sulsel.
Syahar mengumpulkan 80.015 suara pribadi.
Ia mengantar Nasdem jadi jawara sekaligus mengamankan lima kursi di Dapil Sidrap, Pinrang, dan Enrekang.
Kursi Ketua DPRD Sulsel periode 2024-2029 dipastikan jadi milik kader Nasdem.
Nasdem meraih 17 kursi DPRD Sulsel, mengalahkan Golkar 14 kursi, Gerindra 13 kursi, PPP dan PKB masing-masing 8 kursi.
Syahar Bertekad Kembalikan Kejayaan Sidrap
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif sudah membulatkan tekad maju Pilkada Sidrap 2024.
Syaharuddin lebih memilih maju Pilkada Sidrap dibanding menjadi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Jatah Ketua DPRD Sulsel milik Partai Nasdem Periode 2024-2029.
Saat ini Nasdem berhasil mendominasi dominasi partai Golkar di Sulsel dengan perolehan 17 kursi.
Hal itu membuat Nasdem mendapatkan posisi ketua DPRD Sulsel periode 2024-2029.
Rusdi Masse sempat mengatakan, tak satu orangpun di Nasdem menyarankan Syahar untuk maju menjadi Bupati.
"Tidak ada satupun kami di Nasdem mulai dari pak Surya Paloh sampai ke DPW yang menyarankan dia (Syahar) untuk jadi Bupati di Sidrap," kata Rusdi Masse saat acara Nasdem Mendengar di Nasdem Building, Kota Makassar, Sabtu (20/4/2024).
Bahkan kata pria berakronim RMS itu, dirinya sudah capek menasehati dan mengingatkan Syahar untuk menjadi ketua DPRD Sulsel ketimbang Bupati.
"Pak Surya paloh juga kasi duduk dia di meja dia tetap mau jadi bupati," ujarnya.
"Untuk apa Syahar maju disana padahal saya sudah pastikan ke dia kalau Nasdem menang dia jadi ketua DPRD," tambah dia.
Namun kata RMS, kemungkinan Syahar melihat bagaimana kepemimpinan saat ini di Sidrap sangat jauh berbeda dengan kepemimpinannya dahulu.
"Mungkin dia lihat bagaimana kepemimpinan yang ada di Sidrap jauh sekali cara mengambil kebijakannya waktu jaman saya dibanding jaman sekarang," katanya.
Olehnya, dengan mengambil keputusan tersebut, lanjut RMS, ia berharap agar kadernya tersebut dapat memenangkan pertarungan Bupati Sidrap.
"Tapi dengan mengambil keputusan menjadi calon Bupati yang Insya Allah dia akan menang di Sidrap," kata Rusdi Masse.
Salah satu program andalan yang ditawarkan Syahar di Pilkada Sidrap adalah BPJS Gratis.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga jadi salah satu prioritas jika Syahar terpilih sebagai Bupati Sidrap.
Gaji Anggota DPRD Sulsel
Gaji dan tunjangan anggota DPRD Sulsel diatur dalam Paraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.
PP tersebut mengatur tentang keuangan DPRD tiap daerah.
Lalu berapa rincian gaji dan tunjangan bagi anggota DPRD Sulsel?
Sesuai data yang diperoleh Tribun, Kamis (24/8/2017), gaji pokok atau representasi legislator Sulsel senilai Rp 2.250.000 juta atau setara dengan gaji pokok gubernur.
Sementara representasi wakil ketua itu sebesar 80 persen dari uang representasi ketua.
Sedangkan untuk representasi anggota sebesar 75 persen dari uang representasi ketua.
Sedangkan untuk tunjangan keluarga besarannya sama dengan tunjangan keluarga PNS, yaitu senilai Rp 289.680.
Untuk tunjangan jabatan Rp 3.262.500 juta atau 145 persen dikali representasi anggota dewan.
Para anggota dewan juga mendapatkan tunjangan beras senilai Rp 289.680.
Tunjangan ini besarannya sama dengan tunjangan pegawai negeri sipil.
Sedangkan uang paket Rp 225.000 atau 10 persen dari uang representasi 85 anggota DPRD Sulsel.
Dalam data tersebut, tunjangan untuk alat kelengkapan dan kelengkapan lainnya bagi para anggota DPRD Sulsel senilai Rp 130.500 ribu atau sesuai SK.
Untuk tunjangan perumahan senilai Rp 20 juta itu masih menunggu peraturan gubernur (pergub).
Sementara belanja tunjangan transportasi Rp 15 juta akan diatur di pergub.
Tidak sampai disitu, dewan juga punya hak atas tunjangan belanja reses senilai Rp 15 juta setiap melaksanakan reses atau lima kali dana representasi ketua.
Dewan juga memiliki belanja tunjangan komunikasi intensif senilai Rp 15 juta atau lima kali representasi ketua.
Kalau ditotalkan, maka gaji dan tunjangan Rp 56.447.360 juta perbulan.
Sementara untuk bulan Januari, Mei dan September, anggota DPRD Sulsel akan menerima gaji dan tunjangan Rp 71.447.360 juta.
Gaji Kepala Daerah
Setiap kepala daerah mendapatkan gaji dari negara setiap bulannya.
Gaji kepala daerah diatur dalam peraturan pemerintah yang hingga saat ini belum diubah. Lantas, berapa gaji bupati dan wakil bupati sebenarnya?
Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan/Administratif Kepala Daearh/Wakil Kepala Daerah/Dan Bekas Kepala Daerah/Bekas Wakil Kepala Daerah Serta Janda/Dudanya, gaji bupati masih sama seperti 20 tahun lalu.
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa gaji bupati adalah sebesar Rp 2,1 juta per bulannya. Sedangkan gaji wakil bupati adalah sebesar Rp 1,8 juta per bulan.
Sekilas, angka tersebut terlihat kecil untuk seorang kepada daerah.
Namun, angka itu hanyalah gaji pokoknya saja.
Selain gaji pokok, bupati dan wakil bupati juga mendapatkan beragam tunjangan.
Soal tunjangan bupati dan wakil bupati, telah diatur dalam Perpres Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.
Berdasarkan Perpres tersebut, tunjangan bupati adalah sebesar Rp 3,78 juta per bulan. Sedangkan tunjangan wakil bupati ditetapkan sebesar Rp 3,24 juta per bulan.
Dari sini terlihat bahwa tunjangan bupati maupun wakil bupati lebih besar daripada gaji pokoknya.
Gaji bupati memang belum pernah dinaikan sejak Perpres tersebut diterbitkan.
Bukan itu saja, kepala daerah dan wakilnya juga menerima tunjangan lain berupa tunjangan beras, tunjangan anak, tunjangan istri, tunjangan BPJS Kesehatan, dan tunjangan BPJS Ketenagakerjaan.
Lalu ada pula tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk bupati dan wakil bupati.
Biaya operasional bupati
Selanjutnya, kepala daerah juga mendapatkan biaya penunjang operasional bulanan.
Besaran tunjangan ini berbeda-beda setiap daerah, karena menyesuaikan dengaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tunjangan operasional bupati mencapai di atas Rp 100 juta per bulan.
Namun yang perlu diketahui, tunjangan ini bersifat sebagai dana yang dialokasikan dari APBD untuk menunjang kegiatan operasional bupati atau wali kota.
Tunjangan operasional ini diatur dalam PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Berikut biaya penunjang operasional bupati ditetapkan berdasarkan klasifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD):
PAD sampai dengan Rp 5 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 125 juta dan paling tinggi sebesar 3 persen dari PAD
PAD Rp 5 miliar sampai 10 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 150 juta dan paling tinggi sebesar 2 persen dari PAD
PAD Rp 10 miliar sampai 20 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 250 juta dan paling tinggi sebesar 1,5 persen dari PAD
PAD Rp 20 miliar sampai 50 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 300 juta dan paling tinggi sebesar 0,8 persen dari PAD
PAD Rp 50 miliar sampai 150 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 400 juta dan paling tinggi sebesar 0,4 persen dari PAD
PAD di atas Rp 150 miliar, maka tunjangan operasional sebesar paling rendah Rp 600 juta dan paling tinggi sebesar 0,15 persen dari PAD
Fasilitas rumah dan kendaraan dinas Masih dalam PP yang sama dalam pasal 6 dan tujuh, bupati dan wakil bupati juga mendapatkan fasilitas seperti rumah dinas, dan kendaraan dinas.
“Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah rumah jabatan beserta perlengkapannya dan biaya pemeliharaan,” demikian bunyi pasal 6 ayat 1 PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Lalu dalam ayat berikutnya disebutkan, apabila Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berhenti dari jabatannya, rumah jabatan dan barang barang perlengkapannya diserahkan kembali secara lengkap dan dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah tanpa suatu kewajiban dari Pemerintah Daerah.
Sedangkan aturan pemberian kendaraan dinas tertuang dalam pasal selanjutnya. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah kendaraan dinas.
“Apabila Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah berhenti dari jabatannya, kendaraan dinas diserahkan kembali dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah,” demikian bunyi pasal 7 ayat 2 dalam PP tersebut.
Itulah informasi tentang berapa gaji bupati dan wakil bupati yang diatur oleh Negara.
Bisa dikatakan, gaji kepala daerah terbilang kecil.
Tapi bupati mendapatkan tunjangan yang lebih besar daripada gaji pokoknya.
Gaji Anggota DPRD Sulsel
Gaji dan tunjangan anggota DPRD Sulsel diatur dalam Paraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.
PP tersebut mengatur tentang keuangan DPRD tiap daerah.
Lalu berapa rincian gaji dan tunjangan bagi anggota DPRD Sulsel?
Sesuai data yang diperoleh Tribun, Kamis (24/8/2017), gaji pokok atau representasi legislator Sulsel senilai Rp 2.250.000 juta atau setara dengan gaji pokok gubernur.
Sementara representasi wakil ketua itu sebesar 80 persen dari uang representasi ketua.
Sedangkan untuk representasi anggota sebesar 75 persen dari uang representasi ketua.
Sedangkan untuk tunjangan keluarga besarannya sama dengan tunjangan keluarga PNS, yaitu senilai Rp 289.680.
Untuk tunjangan jabatan Rp 3.262.500 juta atau 145 persen dikali representasi anggota dewan.
Para anggota dewan juga mendapatkan tunjangan beras senilai Rp 289.680.
Tunjangan ini besarannya sama dengan tunjangan pegawai negeri sipil.
Sedangkan uang paket Rp 225.000 atau 10 persen dari uang representasi 85 anggota DPRD Sulsel.
Dalam data tersebut, tunjangan untuk alat kelengkapan dan kelengkapan lainnya bagi para anggota DPRD Sulsel senilai Rp 130.500 ribu atau sesuai SK.
Untuk tunjangan perumahan senilai Rp 20 juta itu masih menunggu peraturan gubernur (pergub).
Sementara belanja tunjangan transportasi Rp 15 juta akan diatur di pergub.
Tidak sampai disitu, dewan juga punya hak atas tunjangan belanja reses senilai Rp 15 juta setiap melaksanakan reses atau lima kali dana representasi ketua.
Dewan juga memiliki belanja tunjangan komunikasi intensif senilai Rp 15 juta atau lima kali representasi ketua.
Kalau ditotalkan, maka gaji dan tunjangan Rp 56.447.360 juta perbulan.
Sementara untuk bulan Januari, Mei dan September, anggota DPRD Sulsel akan menerima gaji dan tunjangan Rp 71.447.360 juta. (*)
Terjawab Sosok Terkuat di Sidrap Jelang Pencoblosan, Kuasai Pemilih di Kota hingga Pelosok |
![]() |
---|
Taufan Pawe: B1-KWK untuk Mashur-Nasiyanto di Pilkada Sidrap Resmi |
![]() |
---|
Syaharuddin Alrif Protes di-PHP Golkar, Klaim PAC dan Ketua Bappilu DPD Marah |
![]() |
---|
Beda dengan DPP, Golkar Sidrap Sulsel ‘Ngotot’ Dukung SAR-Nur Kanaah di Pilkada |
![]() |
---|
Bentuk Poros Ketiga, Pasangan Mashur-Nasiyanto Siap Bertarung di Pilkada Sidrap Sulsel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.