Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Tagih Janji DLH Wajo Soal Pengadaan Kontainer Sampah

Dirinya mengungkap alasan kurangnya anggaran pengadaan kontainer sampah disebabkan pembagian pagu yang tidak merata.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Situasi sampah di Jl Sawerigading, Sengkang sebelum dibersihkan (kiri), petugas DLH Wajo setelah bersihkan sampah (kanan), Minggu (19/4/2024) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Alamsyah balas keluhan warga soal pengadaan kontainer sampah di Kota Sengkang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kontainer sampah di Kabupaten Wajo saat ini jumlahnya hanya 9 unit. dan untuk penambahan masih nihil dari anggaran tahun 2023 dan 2024," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (21/4/2024).

Dirinya mengungkap alasan kurangnya anggaran pengadaan kontainer sampah disebabkan pembagian pagu yang tidak merata.

"Selama ini kita hanya dibagikan pagu per setiap OPD. Itu pun pagu rutinitas. Sehingga OPD yang akan mengajukan tentu harus mendapat pagu tambahan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)," tuturnya.

Meski belum terealisasi, ia tetap memaksimalkan pembersihan sampah di beberapa titik di Kabupaten Wajo.

"Iya, kami hanya andalkan petugas kebersihan dan motor roda tiga. Apalagi tupoksi DLH hanya berfokus pada jalan jalan utama dikarenakan kondisi sarpras mobil kuning tak cukup melayani kota Sengkang dan sekitarnya," ungkap Alamsyah.

Sebelumnya, pihaknya berjanji akan melakukan pengadaan tempat sampah dan kontainer.

"Pengadaan tempat sampah rumah tangga sesuai perda nomor 8 tahun 2022 wajib di adakan masyarakat. Insya Allah tahun 2024 akan ada pengadaan 300 tempat sampah dan kontainer serta motor tiga roda," ucapnya pada November 2023 lalu.

Sampah Berserakan di Jalur Dua Sengkang, Warga Tagih Janji DLH Wajo

Sampah berserakan di Jalur Dua Sengkang, Jl Sawerigading, Kelurahan Bulu Pabbulu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Sampah tersebut berjarak kurang lebih 500 meter dari Kantor Bupati Wajo.

Pantauan TribunWajo.com, Kamis (18/4/2024), sampah didominasi sampah rumah tangga.

Bahkan sejumlah sampah juga berserakan di badan jalan.

Akibatnya, pengendara yang melintas terganggu karena menimbulkan bau tidak sedap.

Seorang warga, Andi Akmaluddin yang setiap hari melintas di jalur tersebut merasa terganggu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved