Rahmat Erwin Atlet Angkat Besi Asal Sulsel Gagal ke Olimpiade, Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia
ahmat Erwin pun harus menunda mimpinya memperbaiki perolehan medali dari Olimpiade Tokyo 2020 lantaran gagal ke Olimpiade Paris 2024.
Sementara itu, Rahmat Erwin Abdullah finis di peringkat ketiga dalam kategori 73 kg putra. Sedangkan, peringkat kedua ditempati oleh atlet China, Shi Zhiyong.
Prestasi ini membawa Rizki menyusul pencapaian seniornya, Eko Yuli Irawan, yang sebelumnya telah lolos ke Olimpiade Paris 2024 untuk nomor 61 kg, pada hari Selasa (2/4).
Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah 2 'Kutub' Berseberangan
Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah punya gaya yang bertolak belakang saat perlombaan, bagai musik klasik dan heavy metal.
Rahmat cenderung penuh ketenangan dengan teknik rapi dan harmonis, sedangkan Rizki lebih menonjolkan eksplosivitas yang penuh energi dan intensitas. Keduanya sama-sama enak didengar.
Dua bulan lalu, misalnya, perbedaan itu tampak nyata di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan.
Rahmat melangkah ke atas platform dengan tenang, lalu melakukan gerakan demi gerakan untuk menuntaskan percobaan angkatan. Setiap percobaan angkatan yang ia lakukan berhasil, tak ada teriakan, tangan mengepal atau meninju udara.
Rahmat hanya memberi salam ke juri, kecuali setelah semua percobaan angkatan selesai. Lifter asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini memastikan meraih tiga medali emas serta memecahkan rekor.
Dia lantas merayakan pencapaian itu dengan gaya andalannya: memamerkan otot-otot tangan sembari bergaya ala binaragawan.
Sementara itu, eksplosivitas Rizki terlihat bahkan sejak dia masuk gelanggang.
Daya ledak itu mendorong Rizki menyelesaikan semua percobaan angkatan sekaligus memastikan meraih tiga medali perak.
Setiap keberhasilan dirayakan dengan teriakan penuh kelegaan. Begitu pula selepas percobaan angkatan clean and jerk terakhir.
Rizki berteriak sambil mengepalkan kedua tangannya, memberi gestur salam yang dilanjutkan dengan gerakan hormat, lalu memeluk pelatihnya, Triyatno.
Dengan gaya masing-masing, Rahmat dan Rizki merupakan lifter terbaik di kelas 73 kilogram putra.
Hasil Uzbekistan memantapkan posisi keduanya di puncak daftar panjang (long list) peringkat kualifikasi Olimpiade Paris 2024.
Rahmat memimpin dengan total angkatan terbaik 363 kilogram, Rizki dengan 353 kilogram.
Keduanya berada dalam posisi aman untuk lolos Olimpiade yang mensyaratkan lifter masuk 10 besar daftar peringkat.
| Semangat Aurora dari Polewali: Cinta Matematika Antar ke Olimpiade Nasional |
|
|---|
| 163 Tim Bersaing Olimpiade Matematika Unismuh Makassar, Peserta Ada dari Sulbar dan Kaltim |
|
|---|
| Pelajar MAN PK Makassar Alumnus DDI Mangkoso dari Soppeng Raih Medali Perak Olimpiade Bahasa Arab |
|
|---|
| Yohanna Lubis Bantu Anak Siap Juara Olimpiade Matematika TK-SD |
|
|---|
| Sosok Juara Emas Olimpiade Dapat Kado Jadi Perwira TNI dari Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Atlet-angkat-besi-Rizki-Juniansyah.jpg)